
setelah perkataan rena di kamar sikap rena sedikit berubah pada damar rena tidak lagi bersikap seperti biasanya dia lebih tertutup dan pendiam
"rena ada apa kenapa kamu diam terus dari tadi rena kan akan pulang atau masih betah di sini lagian nanti juga bakal tinggal d sini jadi jangan sedih" ibu sedikit mencari tau
"rena bukannya sedih tapi hanya sedikit lelah bibi( sebutan untuk adik dari orang tua ) rena senang kok bentar lagi pulang, nanti jangan kangen sama rena ya bi" rena sedikit melihat ke arah damar
setelah selesai dengan sarapan pagi damar dan rangga mengantarkan rena ke desa kelahiran sang ibu, di jalan damar mencoba menjelaskan kepada rena mengenai perasaannya pada rena dan juga reva kalau damar hanya mengangap rena sebagai adiknya,
"aku tau kak damar hanya menyukai kak reva tapi apa kak reva juga menyukai kak damar" rena sedikit tersulut emosi
__ADS_1
"aku yakin setelah kak reva tau siapa kak damar sebenarnya kak reva bakal ninggalin kak damar aku cuma gak mau kak damar sakit hati aku cuma mau kakak lihat baik baik siapa yang pantas kakak sukai dan coba buka sedikit saja hati kakak buat aku apa bisa " rena mulai memperlihatkan kesedihannya sedangkan damar memikirkan perkataan rena "apa benar yang di katakan rena kalau reva bakal ninggalin aku apa reva tipe wanita seperti itu, itu tidak mungkin" damar berbicara dalam hatinya
setelah pembicaraan itu tidak ada lagi pembicaraan apapun sampai mereka tiba di desa rena
"kak rangga ayo turun ibu pasti seneng lihat kakak soalnya kakak udah lama gak ke sini" rena merubah sikapnya agar terlihat lebih ceria
"ibu rena uih ( pulang )rena berlarian mencari sang ibu ternyata sedang berada di dapur
"nya enya atuh bu resep,hayu aa ngiring kadieu cenah ibu tos hoyong pependak (ya iya suka,ayo kakak ikut kesini katanya pengen ketemu)" rena langsung mengajak sang ibu untuk bertemu rangga
__ADS_1
"ya ampun dah besar, dulu terakhiran kesini masih kecil sekarang udah ganteng,ayo masuk" kata sang punya rumah
"uwa gimana sehat ?" (uwa sebutan untuk kakak dari orang tua) rangga bertanya sambil duduk di kursi
"alhamdulilah sehat" rena memberikan air dan juga cemilan yang dia taruh di meja mereka mengobrol sebentar dan setelah ngobrol cukup lama akhirnya rangga dan damar pamitan untuk pulang,mereka pulang sore agar setibanya di rumah mereka bisa langsung mengistirahatkan badan yang terasa cape karena perjalanan jauh
"damar dari tadi loe diam terus lagi mikirin perkataan rena tadi ya udah tenang aja bukannya loe yakin sama perasaan loe sama reva" rangga menepuk nepuk pundak damar karena dari tadi damar terlihat seperti memikirkan sesuatu
"iya gue takut kalau yang di katakan rena bener gimana gue kan belum ngasih tau kebenarannya kalau gue bukan orang kaya gue cuma anak pembantu" damar sedikit takut kalau reva sampai tau kebenarannya
__ADS_1
"kalau emang loe kepikiran ya kasih tau aja kebenarannya loe bakal tau reaksinya reva gimana tapi mungkin kebenaran gue juga bakal kebongkar" rangga mencoba memberi jalan dari masalah damar
damar tenggelam dalam pikirannya hingga sampai ke rumah, damar langsung pergi ke kamarnya tanpa berbicara dulu dengan sahabatnya