
Saat mata saling bertatapan hati rena berdetak dengan kencang wajahnya memerah bagaikan tomat dan itu terlihat jelas oleh mata damar saat itu juga damar tau kalau rena masih mencintainya dan sepertinya perasannya makin dalam
"rena maaf kakak.." sebelum perkataan damar selesai rena sudah memotong ucapan damar
"kakak tidak perlu bicara apapun kakak pasti udah tau kalau rena masih mencintai kakak, kakak tidak perlu terganggu dengan perasaan rena,rena tau kakak sangat mencintai kak reva rena juga gak mau jadi pelakor jadi kakak tenang aja rena akan mencoba nerima kakak sebagai kakak rena aja bukannya dulu kak damar juga bilang kalau rena adik kakak jadi maukan tetap ada buat rena sebagai kakak" kata rena sambil menunduk dan di akhiri dengan senyuman di wajahnya setelah berbicara panjang lebar rena pamitan pada bu halimah untuk pulang
damar masih tetap di tempatnya seperti ada sesuatu yang hilang dalam hatinya walaupun tidak tau itu apa mungkin sedikit demi sedikit rena sudah mulai menempati hati damar
di taman belakang
__ADS_1
acha masih menunggu rangga bicara kenapa tiba tiba sepupu temannya itu ngajak bicara
"ok begini langsung intinya gue minta no hp loe dan masukin langsung ke hp gue" kata rangga sambil memberikan hpnya setelah acha memasukan no hpnya rangga langsung menelpon no acha
"itu no gue save terus kalau loe mau pergi ke mana bilang sama gue kalau loe kena masalah juga telpon gue" setelah berbicara begitu rangga langsung pergi
"eh udah gitu doang ya ampun sepupunya si rena kenapa sih dulu ambil fhoto gue tiba tiba sekarang minta no hp gue juga mendadak aneh banget" rena masih bingung dengan sikap rangga
Rena minta di antar ke sekolah oleh rangga karena kebetulan rangga bagian kuliah siang jadi rangga mengantar rena tentu saja langsung menjemput acha karena mereka selalu berangkat bareng
__ADS_1
ternyata damar juga ikut mengantar dua gadis kecil karena damar meminta rangga untuk mengantarnya ke kampus reva dan dari ekspresi damar sepertinya damar dan reva sedang ada masalah
setelah mengantar gadis kecil rangga langsung tancap gas menuju kampus reva
"loe lagi ada masalah sama reva"
"iya kelihatan banget ya,gue kemarin malam habis bertengkar besar dengan reva gue gak ngerti kenapa tiba tiba reva begitu marah cuma karena gue minta dia buat ngajak jalan jalan nyokap gue,gue cuma mau dia dekat dengan orang yang paling berarti buat gue tapi dia malah marah marah gak jelas,kenapa dia gak bisa kaya rena" damar begitu emosi saat mengingat bagaimana semalam dia juga ikut marah
"terus kenapa loe gak nyoba buka hati loe buat rena bukannya malah nyuruh reva jadi kaya rena,mungkin rena tidak secantik reva tapi rena bisa nerima semua kelebihan dan kekurangan loe,loe kan udah tau kalau rena suka sama loe tinggal loe buka hati buat rena selesaikan nyokap loe juga pasti mendukung loe" kata rangga panjang lebar entah kenapa tiba tiba rangga seakan mengerti tentang asmara
__ADS_1
"ya ampun sejak kapan loe jadi dewa asmara sampai bisa nasehatin gue biasanya juga gue yang ngasih tau loe" damar begitu takjub dengan perkataan rangga yang biasanya susah kalau membicarakan soal asmara
"bukan itu intinya bagaimana soal saran gue tadi mau coba buat buka hati loe,oh iya semalam gue juga mendengar kalau semalam rena kayanya lagi telponan sama teman cowoknya" rangga mencoba memanasi hati damar