
"ada apa tania ?" kata rangga
"sepertinya aku harus pulang,maaf ya gara gara gue rencana kita gagal padahal rencana kita pulang sore"
"gak apa apa,emang kenapa bokap loe nelpon ?" kata damar
"kayanya gue berangkat sekarang karena bokap udah mulai beres beres di rumah kanyanya rencananya di percepat mungkin ada masalah di perusahaan di negara s"
"ya udah kita pulang sekarang"
akhirnya mereka pulang dan ternyata tania minta langsung di antar ke bandara karena ayah tania sudah menunggu di bandara
sesampainya di bandara mereka semua turun untuk mengantar tania dan benar saja di bandara ayah tania sudah menunggu kedatangan tania
__ADS_1
"terimakasih sudah mengantar,gue pasti bakal balik lagi" tania memeluk dua sahabatnya dan saat melihat rangga tiba tiba air matanya keluar seakan akan tania tidak bisa melihat rangga lagi dan akhirnya tania memeluk rangga
"hei jangan nangis aku tau kamu pasti balik lagi dan aku juga pasti bakal liat kamu di negara s, aku tau kamu kuat aku akan selalu menunggu mu" rangga memegang wajah tania dan tiba tiba tania mencium rangga karena tindakan tania rangga sampai terkejut
"aku ingin memberikan ciuman pertamaku untuk cinta pertama ku,rangga jangan menunggu ku karena aku takut kalau suatu saat aku tidak bisa kembali aku mau kamu bahagia" tania memegang tangan rangga
"jadilah dirimu sendiri jangan menjadi orang lain agar kamu bisa melihat cinta yang sebenarnya,kamu mungkin tidak mencintai ku rangga, mungkin kamu hanya merasa karena aku bisa mencintai sosok mu sebagai doni kamu merasa cara kamu berhasil tapi itu bukan diri kamu, kalau kamu sudah yakin dengan hati mu kamu boleh datang padaku" tania akhirnya pergi dan meninggalkan teman temannya
"aku berharap kamu datang padaku rangga aku akan selalu menunggumu" kata tania dalam hati tak terasa setetes air mata tania jatuh
teman teman tania langsung pulang karena ingin mengistirahatkan tubuhnya apalagi setelah kepergian tania seperti ada sesuatu yang hilang apalagi bagi reva dan lisa yang harus kehilangan satu sahabatnya
setelah mengantar reva dan lisa ,rangga dan damar pergi ke kafe untuk melihat pembukuan kafe dan sedikit berbincang bincang
__ADS_1
"apa yang loe perbincangkan tadi sama tania kayanya serius banget" kata damar sambil menyeruput minumannya
"gue gak ngerti sama jalan pikiran wanita masa tania bilang kalau gue gak mencintainya kan aneh padahal jelas jelas gue udah bilang kalau gue mencintainya,sebenarnya apa maunya"
"mungkin karena sikap loe yang tiba tiba baik padanya saat setelah tania curhat jadi tania meresa kalau loe hanya merasa kasihan padanya,pasti dia memberikan waktukan sama loe?"
"lah kok loe bisa tau"
"ya ampun kalau cuma gitu doang sih gampang di tebak gue kan berpengalaman,udah lah lebih baik loe pikirin lagi loe bener bener suka sama tania apa cuma kasihan"
setelah rangga mengecek pemasukan dan pengeluaran di kafenya mereka memutuskan untuk pulang
sesampainya di rumah rangga langsung melihat hpnya apa ada kabar dari tania karena tidak ada kabar rangga mencoba menelpon tania ternyata no nya tidak aktif
__ADS_1
"sepertinya tania belum sampai ya sudah lah gue mandi dulu,apa gue beneran gak cinta sama tania apa bener gue hanya kasihan sama tania" rangga yang berniat untuk mandi akhirnya malah melamun di atas kasur sambil melihat langit langit kamar dan akhirnya ketiduran