Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 46


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah Diana,Rangga langsung kembali ke kantor untuk menemui damar karena ada hal penting yang akan di bicarakan oleh damar. Sesampainya di kantor Acha dan Rena kebetulan sudah pulang dan damar sendiri sudah berada di ruangan Rangga "jadi ada hal penting apa yang akan Lo bicarakan ?" tanya Rangga dan duduk di dekat jendela,yang memang khusus untuk bersantai "begini tadi papah gue bilang kalau gue udah bisa mulai mengambil alih perusahaan setelah gue bertunangan dengan Rena jadi gue mau ngomongin soal pengganti gue" ucap damar yang juga duduk di dekat Rangga sambil menyesap kopi miliknya.


Mendengar itu Rangga mulai melihat ke arah damar dan mulai serius mendengarkan karena bagaimana pun posisi damar sangatlah istimewa karena harus orang yang dapat di percaya yang bisa menempati posisi tersebut "jadi Lo udah punya kandidat untuk pengganti Lo ?" tanya Rangga yang terus memperhatikan perubahan sikap damar apalagi melihat damar yang sedikit tersenyum misterius membuat Rangga menyadari akan ada hal yang akan membuatnya tidak bisa menolak usulan damar.


Damar melirik ke arah Rangga dan mulai tersenyum kecil yang membuat Rangga merasa jengkel akan sikap damar "sebenarnya ada tiga orang yang cocok buat posisi gue yang pertama Rena dia adalah sepupu Lo jadi cocok dia bisa di percaya dan soal kerja bisa gue briefing dulu dan yang kedua Acha dia adik gue sudah jelas dia juga bisa di percaya di tambah dia anak papah jadi dari kecil pasti sudah di ajarkan bisnis tinggal sedikit di arahkan nah kalau yang ketiga" damar kembali tersenyum ke arah Rangga "kenapa Lo senyum begitu jangan aneh aneh deh Lo lagian menurut gue Rena dan Acha tidak cocok mereka masih kuliah gue pengen mereka fokus kuliah cari yang lain aja" ucap Rangga kembali menyesap tehnya dan melihat ke arah luar.

__ADS_1


Mendengar usulannya di tolak damar langsung melanjutkan ucapannya "kalau begitu orang ketiga sekaligus pilihan terakhir gue yaitu Diana mentari",saat mendengar nama Diana di sebut membuat Rangga tersedak karena merasa kaget "kenapa Diana ?" tanya Rangga mencoba mencari jawaban dari damar "karena gue memiliki tiga alasan kenapa gue memilih Diana pertama dia lulusan sekertaris jadi pasti dia sudah paham apa yang harus dia lakukan kedua dia adalah orang yang Lo rekomendasikan buat kerja di kafe jadi Lo pasti udah tau seperti apa karakter Diana dan yang ketiga dia dari keluarga baik baik gue udah cari informasinya jadi pasti bisa di percaya bagaimana Lo mau coba usulan gue ?" tanya damar meminta pendapat Rangga "ya udah Lo atur aja gue sih percaya sama Lo " jawab Rangga tapi dalam hatinya masih merasa bimbang tapi Rangga juga tidak tau apa yang salah dari usulan damar "ok kalau begitu gue akan hubungin Diana sekarang gue balik dulu" damar kemudian pergi meninggalkan ruangan Rangga.


Malam harinya Diana membuka email miliknya karena saat siang ada sebuah notifikasi email yang masuk karena masih sebal dengan perlakuan Rangga Diana menjadi tidak fokus dan mendiamkan email tersebut, saat membaca email yang masuk Diana merasa kaget bercampur senang karena akhirnya semua pelajaran yang dia pelajari selama kuliah akan berguna saat melihat jam interview nya Diana merasa tidak bisa karena bentrok dengan shif kerjanya tapi karena kesempatan ini tidak datang dua kali akhirnya dia menghubungi seniornya untuk mengganti shif kerjanya menjadi malam hari dan di setujui oleh seniornya itu.


Setelah pembicaraan yang singkat dengan papahnya Rangga sudah sampai di kantor begitu juga dengan Diana yang akan segera wawancara kerja "permisi saya Diana mentari saya mau wawancara kerja kira kira dimana tempatnya ya ?" tanya Diana pada salah satu resepsionis "oh kamu sudah datang mari saya tunjukkan ruangannya" jawabnya dan membawa Diana keruangan yang memang sudah di intruksikan oleh atasannya yaitu damar.

__ADS_1


Karena sudah mendapat perintah sebelumnya jadi resepsionis itu membawa Diana keruangan damar.


Resepsionis itu kemudian mengetuk pintu setelah mendapat izin untuk masuk resepsionis itu menyuruh Diana untuk masuk. Melihat siapa yang ada di depannya Diana cukup kaget karena pemilik kafe tempat Diana bekerja ternyata memiliki sebuah perusahaan "Diana silahkan duduk" damar mempersilahkan Diana untuk duduk dan mulai mewawancarainya. Semua pertanyaan yang di tanyakan oleh damar semuanya berhasil di jawab oleh Diana dengan cepat dan tanggap dan itu membuat damar semakin percaya dengan kinerja Diana "ok kamu bisa mulai kerja kamu akan kerja menggantikan saya yaitu sebagai sekertaris nya pak Rangga tapi kamu tenang saja selama satu hari ini kamu cukup perhatikan saya saja apa kamu mengerti ?" tanya damar "iya pak" ucap Diana cepat


"ya ampun jangan bilang kalau Rangga yang di maksud oleh pak damar adalah Rangga" ucap hati Diana yang seketika itu juga wajah Rangga langsung muncul dalam pikiran Diana "karena kamu sudah siap aku akan membawa kamu langsung bertemu dengan pak Rangga dan soal pekerjaan kamu di kafe saya akan langsung bilang sama manajer kamu jadi kamu cukup fokus bekerja di sini" Diana terus mengikuti damar sampai akhirnya dia sampai di salah satu ruangan yang bertuliskan direktur utama di pintunya. damar kemudian mengetuk pintu setelah mendapat izin untuk masuk damar membawa Diana ke hadapan Rangga "perkenalkan nama mu" ucap damar pada Diana. Dengan wajah seriusnya Diana memperkenalkan dirinya pada Rangga padahal dalam hatinya Diana sudah menangis karena hari harinya akan di penuhi oleh kehadiran Rangga yang sudah di pastikan akan membuat Diana mengalami darah tinggi karena menahan emosi.

__ADS_1


__ADS_2