Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 48


__ADS_3

Rangga sudah berada di taman belakang setelah dirinya berganti pakaian dia sedang berhadapan dengan Acha


"kak Acha akan langsung ke inti pembicaraan kakak pasti sudah tau soal perjodohan kita aku ingin memperjuangkan cinta ku padamu kak" Acha berbicara dengan serius dan penuh keyakinan


"Acha kamu tau kan kalau kakak..." sebelum Rangga menyelesaikan pembicaraannya Acha kembali memotong ucapan Rangga


"aku tau kakak tidak mencintai Acha tapi boleh kan kalau aku terus memperjuangkan cinta ini kak" Acha sama sekali tidak ingin mendengar ucapan Rangga dia ingin terus berjuang


"tidak bisa kamu harus memberikan cinta kamu pada orang yang memang suatu saat nanti akan muncul untuk mencintai kamu dan itu bukan aku" Rangga mencoba menjelaskan soal perasaannya


"tapi bukannya cinta akan datang karena terbiasa aku akan selalu ada untuk kakak agar suatu saat nanti kakak bisa mencintai acha" Acha memegang tangan Rangga agar pria di depannya itu percaya pada cintanya


"maaf tapi aku tidak bisa aku akan bilang pada om Airlangga kalau perjodohan ini harus di batalkan" Rangga kemudian pergi meninggalkan Acha.


Setelah seharian bekerja malam harinya Diana memutuskan untuk pergi ke taman untuk menyegarkan pikirannya selama perjalan Diana terus berjalan sambil mendengarkan musik kesukaan nya.


Saat melewati supermarket tiba tiba Diana mendengar jeritan dari salah satu gang Diana yang memang memiliki jiwa sosial yang tinggi berlari ke arah gang tersebut dan melihat seorang remaja perempuan yang sepertinya sedang di copet

__ADS_1


"hey lepaskan apa kalian tidak punya kerjaan lain selain mencopet" teriak Diana pada dua pencopet itu


"mau jadi pahlawan hah sebaiknya kamu pergi saja walaupun kita cuma berdua tapi kita bisa menghabisi kalian berdua" ucap salah satu pencopet sambil menunjuk ke arah Diana


"siapa bilang kalau aku cuma sendiri aku tinggal panggil teman teman ku dan mereka akan datang silahkan pilih mau lari atau di hajar kebetulan teman ku tidak banyak cuma 10 orang" Diana melihat ke arah kiri seolah dirinya sedang memanggil teman temannya


"Halah kamu pasti berbohong..." kata pencopet lagi


sebelum ucapannya selesai para pencopet mendengar teriakkan dari arah kiri Diana dan itu membuat mereka takut dan melepaskan korbannya dan melarikan diri.


"terima kasih karena sudah menolong ku dan tolong ucapkan terima kasih ku pada teman teman mu" perempuan itu menjabat tangan dan terus tersenyum ke arah perempuan di depannya


"teman teman apa aku cuma sendiri" ucap Diana


mendengar ucapan penolong nya tentu saja dia menjadi bingung dan melihat ke arah samping ternyata di sampingnya banyak anak anak yang sedang joging di malam hari


melihat perempuan di depannya dia bisa tau kalau penolongnya adalah seorang perempuan dewasa

__ADS_1


"kalau begitu terima kasih untuk kakak kalau boleh tau siapa nama kakak ?" tanyanya


"Diana panggil saja kak Dian dan kamu sendiri ?" tanya Diana


"Acha nama ku Acha sekali lagi terima kasih kak dian" ucap Acha yang begitu kagum dengan keberanian Diana yang tidak takut pada para pencopet itu


"ya sudah apa mau saya antar pulang" tanya Diana


"tidak perlu kak saya akan telpon sopir agar menjemput saya di supermarket tadi saya keluar rumah secara sembunyi-sembunyi takut kena marah papah eh belum sampai supermarket malah sudah di todong apes apes" Acha geleng geleng kepala karena merasa hari ini adalah hari sialnya


"ya sudah kita bareng kebetulan rumah kakak juga lewat supermarket jadi bisa sekalian nganterin kamu" tawar Diana


Mereka berdua pun mengobrol apa saja selama di perjalan sampai tidak terasa kalau mereka sudah sampai di depan supermarket


"kakak duluan hati hati jangan sampai di todong lagi" Diana pun pergi meninggalkan Acha


"kak Diana baik banget udah cantik berani lagi aku jadi iri" Acha kemudian masuk ke supermarket setelah memperhatikan Diana cukup lama

__ADS_1


__ADS_2