
Hari yang baru telah tiba seperti biasa Rangga selalu sudah siap pergi ke kantor sedangkan orang rumah sedang menyiapkan pesta pertunangan untuk Rena dan damar, selama di perjalan Rangga terus memikirkan Diana dia semakin penasaran dengan kehidupan Diana Rangga semakin ingin mengetahui kehidupan pribadinya. Akhirnya setelah cukup berpikir Rangga memutuskan untuk pergi ke rumah Diana sekalian bertemu dengan keluarganya.
Sedangkan di rumah damar Acha sedang mencoba mengulur waktu agar papahnya tidak dulu membicarakan soal perjodohannya dengan Rangga karena Acha belum siap apabila harus di tolak oleh Rangga karena Acha tau sampai sekarang Rangga belum bisa menerima cintanya, Acha yakin Rangga tau kalau dirinya memiliki perasaan padanya tapi Rangga mencoba menutup mata dan menganggapnya hanya perasaannya saja "papah Acha akan bicara dulu dengan kak Rangga nanti kalau kak Rangga setuju Acha akan bilang sama papah" ucap Acha, melihat anaknya yang terus saja bersikeras dengan pendiriannya mau tidak mau papahnya mencoba menerima "baiklah tapi ingat harus secepatnya kakak kamu sudah mau bertunangan papah juga ingin lihat kamu memiliki pendamping papah tidak tenang kalau anak kesayangan papah ini masih sendiri" ucap sang ayah sambil mengelus kepala anaknya dengan penuh kasih sayang. Acha membalas perlakukan papahnya dengan senyuman "aku harus tau apa kak Rangga benar sudah mulai membuka hatinya untuk perempuan lain yang bernama Diana tapi siapa Diana aku belum pernah mendengar nama ini" gumam Acha dalam hatinya "aku harus ke kantor nya sekarang dan bertanya" sambungnya.
Setelah selesai kuliah Acha mengajak Rena untuk pergi ke kantor Rangga sekalian untuk bertemu dengan kakaknya karena sahabat sekaligus calon kakak iparnya sepertinya sudah merasa kangen setelah beberapa hari tidak bertemu karena faktor pamali yang ucapkan oleh ibu Rena,mendapat ajakan dari Acha untuk ke kantor Rangga tentu saja di setujui oleh Rena karena dia memiliki alasan untuk bertemu dengan damar.
Sesampainya di kantor damar langsung menyambut kedatangan kekasihnya, damar langsung membawa adik dan pacarnya ke ruangan kerjanya sedangkan Acha yang ingin bertemu dengan Rangga masih mencari alasan untuk bertemu dengan Rangga "kak apa kak Rangga tidak ada di kantor ?" tanya Acha yang melirik ke arah ruangan Rangga "oh Rangga lagi pergi kakak juga tidak tau dia pergi kemana akhir akhir ini sepertinya dia punya dunia sendiri,Acha apa kamu sudah siap kalau harus melihat Rangga dengan yang lain ?" tanya damar yang sebenarnya merasa tidak enak hati karena harus bertanya seperti itu pada adiknya,tapi damar tidak ingin adiknya semakin banyak berharap apalagi sekarang papahnya sudah mulai turun tangan "kakak tenang saja Acha sudah mulai mencoba menerima kalau memang kak Rangga sudah mendapat cinta yang baru aku akan mundur" jawab Acha.
__ADS_1
Sedangkan di sudut kota Rangga sedang mencari alamat rumah Diana yang dia dapat dari manajer kafe "sepertinya alamatnya sekitar sini kalau di google map sudah sampai tapi rumahnya yang mana" Rangga terus memperhatikan setiap rumah di kawasan itu sampai akhirnya dia melihat seorang nenek nenek yang tengah melayani seorang pembeli, Rangga kembali mengingat kalau Diana pernah menyebut soal neneknya saat mereka berbicara kemarin.
Akhirnya Rangga turun dari mobil dan menghampiri sang nenek yang tengah sibuk melayani pembeli "iya jadi semuanya 20 ribu terima kasih" ucap sang nenek sambil memberikan kantong kresek penuh belanjaan. Rangga langsung menghampiri sang nenek saat semua pembelinya sudah selesai berbelanja "maaf apa benar ini rumah Diana ?" tanya Rangga pada sang nenek yang tengah memperhatikan dirinya. Belum juga menjawab pertanyaan Rangga tiba tiba nenek itu berteriak dengan raut wajah bahagia "ya ampun kamu anak yang waktu itu menolong nenek dari pencopetan, ayo silahkan masuk maaf rumah nenek kecil" sang nenek langsung membawa Rangga masuk ke dalam rumahnya.
Setelah masuk ke dalam rumah sang nenek langsung membawakan air dan cemilan seadanya untuk Rangga "jadi nak ini mau kemana apakah ada saudara yang tinggal di sekitar sini ?" tanya sang nenek kembali,Rangga yang masih bingung dengan sikap sang nenek mencoba untuk tetap tenang "maaf sebelumnya apa saya pernah bertemu dengan nenek sebelumnya ?" tanya Rangga.
Sang nenek tersenyum dengan ucapan anak muda di depannya "baik lah jadi nak Rangga sebenarnya nak Rangga pernah menolong nenek tempo hari saat kecopetan jadi saat nenek melihat nak Rangga hari ini nenek merasa kaget karena bisa melihat nak Rangga kembali" sang nenek sedikit bercerita soal Rangga yang menolongnya "aduh maaf nek Rangga tidak ingat dan maaf juga sudah membuat nenek kaget" ucap Rangga merasa tidak enak hati "aduh nenek tidak apa apa jadi apa nak Rangga ada saudara di sekitar sini ?" tanya sang nenek "sebenarnya kedatangan Rangga kesini ingin bertanya apakah benar ini rumah Diana mentari ?" tanya Rangga.
__ADS_1
Mendengar nama cucunya di sebut tentu saja membuat sang nenek khawatir apalagi sekarang cucunya itu sudah mulai bekerja "iya ini rumah Diana apa cucu ku membuat masalah sampai harus bosnya yang datang sendiri" tanya sang nenek yang khawatir kalau cucunya berbuat masalah bagaimana pun sikapnya sedikit kasar "nenek tau dari mana kalau saya adalah atasan Diana ?" tanya Rangga karena tidak mungkin Diana cerita soal dirinya pada neneknya "oh itu karena nak Rangga memakai jas jadi nenek berpikir nak Rangga pasti bos Diana" jawab sang nenek jujur
Setelah bertemu dengan keluarga Diana Rangga mulai bertanya soal Diana pada neneknya dengan alasan pekerjaan ranggapun mendapat semua jawaban yang ingin dia ketahui soal Diana dari neneknya "terima kasih nek karena sudah bersedia menjawab pertanyaan Rangga bagaimana kalau sebagai permintaan terima kasih saya akan bawa nenek makan siang kebetulan Rangga belum makan sekalian nemenin Rangga makan apa nenek mau ?" tanya Rangga yang sebenarnya ingin melihat sang nenek senang apalagi setelah mendengar cerita hidup sang nenek yang harus banting tulang untuk menghidupi dirinya dan juga cucunya.
Mendengar permintaan Rangga sang nenek merasa bingung ingin menolak tapi pernah di tolong oleh Rangga apalagi sekarang cucunya bekerja di tempatnya akhirnya sang nenek menyetujuinya "kalau begitu nenek harus mengucapkan terima kasih karena Sudi menerima nenek tua seperti nenek untuk bisa menemani makan anak muda yang begitu tampan seperti nak rangga" ucap sang nenek.
Setelah menutup warung dan menemui tetangga untuk menitip pesan untuk Diana sang nenek pergi bersama dengan Rangga untuk makan bersama
__ADS_1