
"gini aja gue besok bakal cari cara lagi supaya loe bisa jalan lagi sama tania,tapi inget jangan bahas cewe atau cowo lain,bahas kalian aja agar ada kemajuan ke depannya" kata damar panjang lebar
besok harinya di sekolah damar sudah mulai merencanakan niatnya untuk menyatukan sahabatnya itu dengan tania walaupun belum tau soal perasaan sahabatnya yang sebenarnya tapi itu merupakan sebuah berita baik,karena rangga sebelumnya tidak pernah membicarakan cewe
"begini loe nanti pulang sekolah ajak tania pulang bareng gue denger dari reva kalau tania gak bawa mobil,nah sebelum nungguin nanti pulang loe coba deketin tania dengan cara ngajak dia ngobrol basa basi aja biar nanti pulang dia gak nolak loe,loe ngerti kan ?" kata damar yang sudah memberikan ide konyol nya tapi anehnya rangga mendengarkan dengan serius
"gak usah serius amat gitu dengerinnya ngerti gak loe yang gue ucapin ?" kata damar
"gue ngerti tenang aja terus gimana cara gue buat bisa ngobrol sama dia" kata rangga yang masih belum tau cara ngedeketin tania ya maklum soalnya menjadi sosok doni rasa percaya dirinya berkurang
"gini nanti di kantin gue bakal tinggalin loe sama tania berdua biar bisa ngobrol inget pesen gue kemarin" kata damar
saat jam istirahat tania lisa dan reva sudah berada di kantin
"inget nanti apapun yang terjadi loe harus bisa ngeyakinin mereka" kata damar
"ngeyakinin apa ?" kata rangga yang masih belum tau rencana sahabatnya itu
"loe lihatin aja gue nanti,ayo kita temuin mereka" kata damar
"hai boleh gabungkan ?" kata damar sopan sambil memegang pundak reva
__ADS_1
"tentu saja boleh" kata reva dengan senyumannya
tiba tiba damar berteriak sambil memegang kepalanya yang seperti kesakitan yang membuat mereka berempat panik termasuk rangga yang belum menyadari kalau damar sedang melancarkan rencananya
"ya ampun damar loe kenapa ?" reva panik sambil memegang tubuh damar agar tidak ambruk ke lantai
"ayo sini duduk dulu" kata tania
"kayanya sakit kepala gue kambuh reva bisa anterin gue ke UKS gak" kata damar sambil menunjukan ekspresi memohon
"ya udah gue anter sini gue papah ya biar gak jatuh" kata reva yang mulai terlihat cemas
"iya makasih" kata damar sambil merangkul reva
"lisa sebaiknya loe anter damar juga ke uks jangan biarin mereka berduaan" kata rangga mencoba mengusir lisa
"lah kenapa gue,gue lapar suruh tania aja" kata lisa yang sudah merasa keroncongan
tapi sebelum tania menjawab tangan tania sudah di pegang oleh rangga
"apa coba maksudnya ini" kata tania dalam hati
__ADS_1
"begini gue sama tania mau pesenin kalian makanan nanti trus gue anterin deh ke uks" rangga mencoba meyakinkan lisa
dan akhirnya lisa pergi meninggalkan mereka berdua
"apa maksud loe megang tangan gue,udah keenakan ya loe pegang pegang tangan gue" tania sedikit meninggikan bicara nya agar terlihat kalau dia marah padahal seneng di pegang terus
"iya udah keenakan megang tangan loe kayanya gue ketagihan terus" rangga mencoba sedikit bercanda
"apa sih maksud loe?" tania mencoba mengendalikan pikiran dan hatinya
"gue langsung ngomong aja gue mikirin loe terus dari kemarin" rangga mencoba jujur apa yang di rasakannya dalam hati
"gue merasa bersalah seharusnya kemarin gue gak membuat loe marah gue minta maaf atas sikap gue" damar berbicara terus terang agar tidak terjadi salah paham
tania masih diam apa yang harus dia jawab dia merasa kalau doni sedikit berubah sekarang,dia sudah bisa begaul sekarang dan sudah banyak bicara padanya
"iya gak papa lagian gue udah lupain kok masalah kemarin" tania mencoba jujur
"ya udah sebaiknya kita bawa pesenan mereka ke uks kasian kan mereka belum makan" tania mencoba mengalihkan topik pembicaraan
"ya ayo sini gue bantuin bawa kayanya berat" rangga mencoba membantu
__ADS_1
"gue suka loe yang sekarang loe jadi lebih hangat dan mau berbicara sama gue,gue makin suka sama loe" tania berbicara dalam hatinya sambil melirik ke arah doni