Yes! I Love You, Sir!

Yes! I Love You, Sir!
Part 18


__ADS_3

Sampai Olivia bersama Louis dan Claire tiba di kafetaria, Jericho tidak membalas pesan dari Olivia lagi, meskipun tanda di aplikasi pesan itu memperlihatkan kalau Jericho sudah membaca pesan dari Olivia.


Suasana kafetaria hari ini cukup ramai, jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya.


Kelihatannya, rata-rata para karyawan ingin menghemat waktu istirahatnya, hingga lebih memilih untuk makan di situ saja daripada harus pergi ke luar dari kantor.


Antrian untuk membeli makanan yang tercipta di situ cukup panjang, hingga Olivia sempat merasa bosan menunggu.


Di belakang Olivia juga terlihat masih banyak karyawan yang baru datang, dan ikut antri di tempat itu.


Olivia yang diberikan kesempatan oleh Claire dan Louis untuk membeli makanannya lebih dulu, setelah mendapatkan pesanannya, segera duduk di salah satu bangku yang masih kosong.


Louis dan Claire juga tampak menyusul Olivia di meja yang sama.


Claire duduk di sebelah Olivia, sementara Louis mengambil tempat duduk di depan Olivia.


Baik Olivia, Louis, maupun Claire, belum sempat mencicipi makanannya, namun tiba-tiba ruang kafetaria terdengar lebih riuh, dengan pembicaraan orang-orang di sana yang bersamaan.


Seolah-olah ada sesuatu yang menarik perhatian para karyawan di tempat itu.


Olivia lalu mengikuti arah pandangan dari para karyawan, yang kesemuanya tampak menatap ke satu arah.


Pantas saja!


Olivia menggeleng-gelengkan kepalanya, ketika melihat Jericho yang ada di dalam kafetaria, dan ikut mengantri untuk membeli makanan di situ.


Selama beberapa tahun Olivia bekerja di perusahaan konstruksi Andersen's itu, Olivia sama sekali tidak pernah melihat Jericho makan di kafetaria.


Dengan munculnya Jericho di situ sekarang ini, tentu saja menjadi pusat perhatian dari para karyawan.


Apalagi para karyawan wanita, yang memuja Direktur mereka itu.


Bahkan, beberapa wanita rekan kerja Olivia yang tampak heboh, sampai-sampai melambai-lambai ke arah Olivia agar ikut memandangi Jericho.


"Pffftt ...!" Olivia tertawa tertahan.


"Benar-benar pemandangan yang tidak biasa. Direktur kita bisa ada di tempat ini!" ujar Louis yang tampak melebarkan matanya, seolah-olah tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"Apa Direktur tidak pernah makan di sini?" tanya Claire terlihat bingung.


"Iya. Setahu aku, selama aku bekerja di sini, Sir Andersen tidak pernah terlihat di tempat ini," jawab Olivia.


"Apa aku bisa ikut duduk di sini?"

__ADS_1


Suara yang berat dan familiar di telinga Olivia, tiba-tiba terdengar, dan mengejutkannya, hingga dia segera menoleh ke arah datangnya suara.


Jericho yang tampak tersenyum lebar, terlihat sudah berdiri di samping Olivia, sambil memegang piring makannya.


Jericho tidak memakai jasnya, dan hanya dengan kemeja putih polos yang digulung sedikit bagian lengannya yang panjang, sampai hampir ke bagian sikut.


Sehingga kedua bagian lengan Jericho yang terbuka, dengan salah satu pergelangan tangannya yang melingkar sebuah arloji, bisa terlihat jelas bagi Olivia.


Olivia tidak bisa berkata apa-apa, dan hanya terpaku melihat Jericho.


"Oh! Silahkan duduk, Sir!" kata Louis, sambil bergeser ke samping, dan memberikan tempat duduknya kepada Jericho.


Dengan demikian, Jericho jadi duduk berhadap-hadapan dengan Olivia, dan Louis berhadapan dengan Claire.


Olivia hampir tidak bisa berkedip menatap Jericho yang duduk di depannya, karena Olivia benar-benar merasa bingung dengan tingkah Jericho saat ini.


Apa Jericho datang ke kafetaria karena Olivia?


Tapi rasanya tidak mungkin, dan Olivia tidak mau berpikiran akan sesuatu yang mustahil.


"Apa kabar anda, Sir?" tanya Louis tampak berbasa-basi.


"Seperti yang bisa kamu lihat, aku baik-baik saja. Terima kasih sudah bertanya," jawab Jericho santai.


"Oh! Tidak, Sir!" sahut Louis.


Mereka semua di situ kemudian mulai makan, dan Jericho sesekali berbincang-bincang, bertanya sedikit tentang pekerjaan kepada Louis, Olivia, dan Claire, yang juga menanggapi pertanyaan Jericho secara bergantian.


Ketika melihat kalau Jericho seolah-olah menikmati waktunya bersama mereka, Olivia kembali merasa biasa saja, seolah-olah tidak ada yang mengherankan dengan keberadaan Jericho di situ.


Namun di saat itu juga, sejujurnya, Olivia sedang merasa sebal, ketika melihat Claire yang memberi perhatian lebih kepada Louis, meskipun Jericho dan Olivia masih bersama mereka di situ.


Claire bahkan seolah-olah sengaja pergi mengambil makanan penutup, yang hanya untuk dirinya dan Louis, sehingga membuat Olivia semakin yakin, kalau wanita itu memang tertarik pada Louis.


Olivia tidak tahu lagi, apakah mungkin terlihat di wajahnya akan rasa tidak sukanya akan gerak-gerik centil Claire.


Dan Olivia juga tidak perduli, kalaupun memang tampak jelas kekesalan yang dia rasakan saat itu, dan ingin segera menghabiskan makan siangnya, agar bisa segera pergi dari situ.


Ketika Olivia tanpa sengaja melihat ke arah Jericho, bosnya itu kemudian berkata,


"Kamu sudah selesai makan, kan? Di sebelah sana ada meja kosong. Apa kamu mau duduk bersamaku? Selagi jam istirahat kita belum berakhir," ajak Jericho.


Olivia melirik sebentar ke arah Louis, yang tampak masih asyik dengan dunia yang diciptakan oleh Claire.

__ADS_1


"Iya," jawab Olivia singkat, lalu berdiri sambil memegang dompet dan ponselnya, dengan sebelah tangannya.


"Louis! Kami pindah ke sebelah sana!" Jericho menunjuk ke arah meja yang kosong. "Ada yang ingin aku perbincangkan dengan Olivia."


Louis tampak tersentak, dan memandangi Olivia dan Jericho bergantian untuk beberapa saat, lalu berkata, "Silahkan, Sir!"


Jericho yang sudah berdiri di samping Olivia, lalu menggenggam salah satu tangan Olivia yang tadinya hanya menggantung bebas, dan berjalan bersama Olivia menuju meja kosong yang jadi tujuannya.


Entah apa yang merasuki Jericho, hingga Olivia benar-benar terkejut dan bingung, akan cara Jericho yang memegang tangannya di hadapan orang banyak.


Namun Olivia tidak segera berkomentar, ataupun memprotes Jericho saat itu, dan hanya menurutinya saja.


Hingga mereka duduk di bangku kosong, barulah Olivia bicara dengan hati-hati. "Maafkan saya, Sir ...! Tapi, para karyawan mungkin akan bergosip tentang anda."


"Tidak jadi masalah bagiku," ujar Jericho ketus. Namun tidak berapa lama kemudian, Jericho lalu tampak seperti sedang salah tingkah.


"Tsk! ... Aku tidak berpikir panjang ... Aku tidak memikirkan, kalau kamu mungkin tidak mau, jika sampai diisukan bahwa aku dekat denganmu. Maafkan kecerobohanku," lanjut Jericho.


"Ugh? ... Sir ...? Apa yang anda bicarakan?" ujar Olivia spontan.


"Bukan seperti itu, Sir ... Saya hanya tidak ingin orang-orang membicarakan yang tidak-tidak tentang anda," lanjut Olivia menjelaskan.


"Hmm ... Kalau pun ada yang bergosip tentangku, biarkan saja!" kata Jericho tegas.


Baik Olivia maupun Jericho, kemudian hanya terdiam untuk beberapa saat lamanya, sebelum akhirnya Jericho berkata,


"Tunggu di sini sebentar, ya?!"


Jericho beranjak pergi dari tempat mereka duduk, lalu saat dia kembali, Jericho tampak membawa dua mangkuk es krim rasa cokelat, dan memberikan salah satunya kepada Olivia.


"Kamu suka es krim, kan?" ujar Jericho, yang kemudian kembali duduk di situ.


"Iya. Terima kasih, Sir," ucap Olivia, sambil menerima es krim pemberian Jericho, lalu menyuapkan sedikit es krim ke mulutnya.


"Maafkan saya, Sir ... Tapi kenapa anda mengajak saya untuk pindah tempat duduk? Apa yang ingin anda bicarakan?" tanya Olivia.


Jericho yang baru saja menyuapkan sesendok es krim ke mulutnya, tidak langsung menjawab pertanyaan Olivia, melainkan hanya menatap Olivia lekat-lekat.


Oivia yang merasa canggung saat ditatap Jericho dengan berlama-lama seperti itu, akhirnya merasa tidak tahan lagi, hingga dia segera menegur Jericho.


"Sir ...?!"


"Apa kamu menyukai Louis?" tanya Jericho tiba-tiba.

__ADS_1


__ADS_2