
Olivia mengikuti anjuran yang dikatakan oleh Angelo, agar mereka menunggu beberapa waktu, hingga para pemburu hadiah bisa memastikan, bahwa Claire memang ada hubungannya dengan pencurian data di Andersen's.
Kurang lebih lima belas menit lamanya, Olivia dan Angelo duduk menunggu, para pemburu hadiah yang berada di bawah arahan Angelo, akhirnya menghubungi Angelo.
Para pemburu hadiah itu, kemudian memberitahu kepada Angelo, bahwa jejak digital pencurian data, seperti yang dideskripsikan oleh Angelo, masih ada di dalam laptop milik Claire.
Di saat itu juga, Angelo kemudian membuat arahan baru kepada para pemburu hadiah itu, untuk segera membawa Claire kembali ke negara ini, agar bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Angelo bahkan bisa memastikan, agar Claire dan beberapa orang pemburu hadiah yang mengawalnya, akan mendapatkan tiket penerbangan secepatnya.
Dengan demikian, keraguan Olivia untuk bertemu dengan Johan, bisa menjadi sedikit berkurang, sehingga Olivia setuju untuk ikut bersama Angelo, dan menemui Johan di kantor utama Andersen's.
Tidak berlama-lama lagi, Angelo kemudian membawa Olivia bersama dengannya, pergi dari restoran itu, dan menuju ke kantor Johan.
Setibanya Olivia dan Angelo di kantor Andersen's, di bagian luar kantor, masih terlihat beberapa orang di sana, yang jika dilihat dari gerak-geriknya, mereka adalah pegawai dari kantor media massa.
Anggota pers itu sedang duduk-duduk, dan sebagian lagi sedang berdiri, sambil berbincang-bincang antar satu sama lain, seolah-olah mereka sedang menunggu sesuatu, yang bisa menjadi bahan berita.
Sedangkan di bagian dalam kantor Andersen's, terlihat lebih lengang daripada biasanya, karena tampaknya, banyak pegawai Andersen's yang tidak datang bekerja hari itu.
Setelah memberitahu tujuan kedatangan mereka di pegawai kantor bagian resepsionis, Olivia dan Angelo segera diberi kesempatan untuk pergi ke ruang kerja CEO, di mana Johan memang sudah menunggu kedatangan Angelo.
Johan tampak terkejut, ketika melihat Angelo yang masuk ke ruang kerjanya, bersama-sama dengan Olivia, namun dia masih bisa tersenyum lebar ke arah Olivia yang menyapanya.
"Aku kesulitan untuk menghubungimu," kata Johan kepada Olivia, setelah Olivia, Angelo, dan Johan, sama-sama duduk di sofa yang ada di dalam ruang kerja Johan itu.
"Maafkan saya, Sir ... Saya memang sengaja menghindari anda, karena saya merasa sangat bersalah kepada anda, dan kepada Andersen's secara keseluruhan....
... Dengan dibantu oleh Angelo, saya berusaha untuk memperbaiki kesalahan saya lebih dulu. Sebelum akhirnya di saat ini, saya bisa lebih yakin untuk menemui anda," sahut Olivia, yang memberanikan dirinya sendiri.
"Ada apa? Kesalahan apa yang telah kamu lakukan?" tanya Johan.
Sambil menautkan kedua alisnya, Johan tampak seolah-olah memang tidak mengerti sama sekali, akan apa yang sedang dibicarakan oleh Olivia.
"Pencurian data di kantor ini bisa terjadi, itu karena kelalaian saya, Sir ... Saya yang tidak berkonsentrasi saat bekerja di hari itu, hingga seseorang bisa mengakses komputer saya," jawab Olivia.
"Data-data yang diambil, semua diunduh dari komputer yang saya tinggalkan dalam keadaan menyala," lanjut Olivia.
Setelah mendengar pernyataan dari Olivia itu, kelihatannya, Johan tidak marah kepada Olivia.
__ADS_1
Johan justru hanya tampak seperti orang yang terkejut dan bingung, dan seolah-olah dia tidak percaya, dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Olivia.
"Apa maksudmu? ... Bagaimana kejadiannya, apa kamu bisa menceritakannya?" tanya Johan, pelan dan terdengar tenang.
Baru saja Olivia hendak menceritakan semua yang dia ketahui kepada Johan, tiba-tiba saja, Jericho terlihat berjalan masuk ke dalam ruang kerja Johan.
Olivia tidak terlalu memperhatikan raut wajah Jericho, dan hanya menyapanya saja, sebelum Jericho ikut duduk di sofa.
Setelah mereka semua yang ada di situ sudah saling menyapa, Olivia kemudian menceritakan semuanya secara detail, kepada Johan dan Jericho.
Tanpa terkecuali, segala sesuatunya mulai dari bagaimana awal kecurigaannya, hingga Olivia meminta bantuan dari Dave yang mengenal Claire, lalu dia akhirnya bisa memastikan kecurigaannya itu, diceritakan oleh Olivia.
Olivia juga menceritakan, bahwa dia memang segaja meminta bantuan dari Angelo, untuk mencari dan menemukan Claire, sehingga dia sekarang ini bisa datang ke kantor itu, bersama dengan Angelo.
Akan tetapi, Olivia belum menceritakan tentang rencananya untuk menikah dengan Angelo.
Karena menurut Olivia, saat itu masih belum tepat, untuk membicarakan urusan pribadi seperti itu, hingga dia menahan diri, untuk menunda pembicaraan tentang hal itu, kepada Johan dan Jericho.
Selama Olivia berbicara, baik Jericho maupun Johan, tidak ada yang menyela perkataan Olivia, dan tampak mendengarkannya dengan saksama.
Hingga Angelo kemudian ikut menjelaskan kepada Johan dan Jericho, bahwasanya semua bantuan yang dia lakukan, untuk menstabilkan harga saham Andersen's, itu karena permintaan dari Olivia.
Angelo juga memberitahu kepada Johan dan Jericho, bahwa Claire, yang sudah bisa dia pastikan sebagai pelaku pencurian data perusahaan itu, sedang dalam perjalanan kembali ke negara ini.
"Sir! ... Saya benar-benar memohon kepada anda berdua, agar bisa memaafkan saya. Jika bukan karena kesalahan saya, maka semua ini tidak akan terjadi....
... Setelah semua ini berlalu, saya akan segera menyerahkan surat pengunduran diri saya, sebagai pertanggungjawaban saya, atas kesalahan yang saya perbuat, yang sangatlah fatal," kata Olivia.
Dengan rasa penuh penyesalan, sambil menundukkan kepalanya, Olivia bersungguh-sungguh meminta, agar Johan dan Jericho mau memaafkannya.
"Olivia! ... Angkat kepalamu! Kamu tidak perlu merasa malu untuk melihatku," kata Johan.
Olivia kemudian mengangkat kepalanya, dan melihat ke arah Johan, yang sedang menatapnya lekat-lekat.
"Aku tidak akan menyalahkanmu. Karena semua manusia pasti ada waktunya merasa kelelahan, dan tidak mampu lagi untuk berkonsentrasi....
...Jika setiap orang yang merasa lelah harus disalahkan, maka semua orang akan dipersalahkan. Jadi, kamu tidak perlu merasa terlalu terbeban....
... Apalagi, kamu sudah mengakui dan mempertanggungjawabkan kelalaianmu, dan bahkan berusaha untuk memperbaiki kesalahan itu. Lalu untuk apa kamu harus mengundurkan diri?" ujar Johan.
__ADS_1
"Olivia! ... Apa kamu tahu? Yang paling berharga, bukanlah seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan....
...Melainkan orang yang bisa menyadari kalau dia telah berbuat sesuatu yang salah, lalu dia mau bertanggung jawab atas kesalahannya itu....
... Dengan begitu, aku justru merasa sangat bangga kepadamu. Karena kamu telah melebihi ekspektasiku," lanjut Johan, lagi.
Olivia rasanya ingin menangis, saat mendengar perkataan dari Johan itu, hingga dia menghela nafas panjang berulang kali, untuk menenangkan dirinya sendiri, agar dia tidak meneteskan air matanya di situ.
Angelo yang duduk di samping Olivia, tampaknya menyadari akan apa yang dirasakan Olivia saat itu, karena dia kemudian mengusap-usap punggung Olivia dengan perlahan-lahan.
"It's okay, honey...!" kata Angelo. "Kamu sudah berusaha yang terbaik, dan Sir Johan Andersen juga telah memaafkanmu."
"Terima kasih, Sir ... Apa yang anda katakan itu, sangat berharga bagi saya," kata Olivia kepada Johan, dengan bersungguh-sungguh.
Untuk selanjutnya, Angelo dan Johan, kemudian berbincang-bincang tentang rencana ke depannya, antara Andersen's dan Sullivan grup.
Sementara Olivia dan Jericho, hanya terdiam di situ, sambil sesekali saling melirik antara satu dengan yang lain.
Sampai tiba waktunya, di mana Johan dan Angelo selesai berbincang-bincang, dan Angelo berniat untuk pergi dari sana bersama Olivia, baik Jericho maupun Olivia masih tidak saling berbicara.
"Sir Angelo Sullivan! ... Andersen's senang bisa bekerja sama dengan Sullivan grup!" kata Johan, sambil berjabat tangan dengan Angelo.
"Sama-sama, Sir ... Sullivan grup akan terus mendukung perusahaan anda yang hebat," sahut Angelo.
"Maafkan saya yang terburu-buru. Tapi ada yang harus kami lakukan sekarang ini," lanjut Angelo berpamitan, kemudian bersiap-siap untuk pergi bersama Olivia.
"Bye, Sir!" kata Olivia.
"Bye, Olivia!" sahut Johan, sambil tersenyum.
"Olivia! ... Bisa aku bicara sebentar denganmu?" ujar Jericho, yang tampaknya tidak mau, jika Olivia hanya pergi begitu saja.
Olivia kemudian melihat ke arah Angelo, namun laki-laki itu hanya menaikkan kedua alisnya, seolah-olah dia tidak setuju, namun masih mempersilahkan Olivia, untuk membuat keputusannya sendiri.
"Maafkan saya, Sir ... Kita pasti akan berbincang-bincang. Tapi sekarang ini, bukanlah waktu yang tepat," kata Olivia kepada Jericho.
"Bye, Sir!" Olivia mengulang kata perpisahannya kepada Jericho.
Namun Jericho tidak menanggapi perkataan Olivia, hingga Olivia berlalu pergi dari sana, bersama dengan Angelo.
__ADS_1