Yes! I Love You, Sir!

Yes! I Love You, Sir!
Part 23


__ADS_3

Mungkin karena dia yang kelelahan semalam, dan baru berisitirahat setelah sudah sangat larut, sehingga pagi ini, Olivia jadi bangun kesiangan.


Olivia bahkan sampai-sampai tidak mencuci rambutnya, demi menghemat waktunya yang biasanya cukup lama dihabiskan untuk mengeringkan rambutnya, agar tidak terlambat berangkat kerja.


Namun waktunya yang terbuang malam tadi bersama dan Hansen dan Jericho, sama sekali tidak disesali oleh Olivia.


Karena Olivia yang mungkin memang pintar dalam urusan pekerjaan, ataupun untuk hal-hal yang lain, tapi dia masih sangat naif untuk hal romantis.


Apalagi selama ini, Olivia tidak memiliki banyak kesempatan, untuk bertukar pikiran dengan orang lain tentang urusan percintaan.


***


"Ke jalan xxx!" ujar Olivia kepada supir taksi, setelah dia masuk dan duduk di dalam kendaraan umum itu.


Terpaksa Olivia harus memakai taksi untuk berangkat ke kantor, kalau dia tidak mau terlambat sampai di sana.


Padahal biasanya, Olivia hanya menumpang bus umum, saat dia hendak pergi ke kantor setiap harinya, agar tidak membuang banyak biaya transportasi.


Setibanya di kantor, dengan berjalan cepat, Olivia segera mengarah ke lift, di mana sudah banyak karyawan yang menunggu di sana, untuk bergantian menggunakan empat buah lift, untuk naik ke lantai atas.


Kali ini, Olivia tidak mendapatkan satu lift yang sama dengan Jericho.


Tapi Olivia masih sempat melihat Jericho yang sudah lebih dulu masuk ke dalam lift yang berbeda, sebelum pintu lift yang digunakan oleh Direkturnya itu, tertutup.


"Ding!" Ponsel Olivia menerima pesan masuk yang baru, dan Olivia segera melihatnya, sambil melangkah masuk ke dalam lift.


'Morning.'


'Apa karena aku dan Hansen yang membuatmu datang terlambat hari ini?'


Pesan masuk dari Jericho, mampu untuk membuat Olivia, hingga bisa tersenyum lebar, lalu segera mengetikkan pesan balasan untuk Jericho.


'Morning, Sir.'


'Saya tidak terlambat. Saya sudah di dalam lift sekarang ini.'


"Ding!" Pesan dari Jericho, kembali masuk ke ponsel Olivia.


'Aku tahu. Aku melihatmu tadi.'


'Dan kamu memang terlambat, untuk mendapatkan lift yang sama denganku.'


"Pffftt ...!" Olivia yang tertawa tertahan, menarik perhatian dari karyawan lain yang berada di dalam lift bersamanya, hingga mereka tampak melihat ke arah Olivia secara bersamaan.


Olivia memiringkan sedikit badannya hingga menghadap dinding lift, sambil mengetikkan pesan balasan untuk Jericho.


'Have a nice day, Sir.' 

__ADS_1


"Ding!" Ponsel Olivia kembali berbunyi.


Jericho masih membalas pesan Olivia lagi.


'You too.'


Ketika Olivia sedang berjalan mengarah ke ruang kerjanya, tiba-tiba terdengar suara Louis memanggilnya, dari bagian belakang Olivia.


"Olivia!"


Olivia kemudian berhenti berjalan, dan berbalik melihat Louis yang tampak sedang berjalan cepat menghampirinya.


"Ada apa?" tanya Olivia.


Louis hanya terdiam untuk beberapa waktu, meskipun Olivia masih menunggunya di situ, seolah-olah Louis memang hanya sekedar memanggil Olivia, untuk menahan langkah Olivia saja.


Karena Louis tetap tidak berkata apa-apa, Olivia kemudian kembali berbalik, lalu lanjut berjalan ke arah ruang kerjanya, dan Louis juga ikut berjalan di sampingnya.


"Sejak kapan ka—" Louis tidak menyelesaikan kalimatnya, karena ada salah satu rekan kerja Olivia yang menghampiri Olivia, sambil berkata,


"Olivia! Aku ingin meminta bantuanmu sebentar!"


Olivia lalu menoleh ke arah Louis, untuk mendengar kelanjutan kalimat dari laki-laki itu, namun Louis malah berkata,


"Nanti saja!"


Louis lalu pergi ke meja kerjanya, dan duduk di sana, sementara Olivia masih berdiri bersama rekan kerja yang menghadang langkah Olivia tadi.


"Apa kamu masih ingat dengan berkas dari daerah xx, bulan lalu?" Rekan kerja Olivia berbicara, sambil menarik lengan Olivia agar ikut dengannya, ke meja kerja dari rekan Olivia itu.


"Iya. Aku masih ingat sedikit," jawab Olivia.


Olivia yang berdiri, lalu sedikit menunduk untuk melihat tampilan layar komputer, yang ada di atas meja kerja dari rekannya itu.


Rekan kerja Olivia kemudian menjelaskan, apa yang dia butuhkan dari Olivia, dan Olivia tanpa merasa terbebani, kemudian membantu rekan kerjanya itu.


Kurang lebih lima belas menit Olivia membantu rekan kerjanya, sebelum dia akhirnya pergi ke meja kerjanya sendiri.


"Data untuk rapat besok sudah siap, ya?" tanya Louis, yang tiba-tiba sudah berdiri di dekat Olivia.


Olivia mengangkat pandangannya, dan melihat ke arah Louis yang tampak sedang menatapnya di situ.


"Sudah. Sebentar aku print dulu! Nanti aku serahkan padamu kalau sudah selesai," jawab Olivia.


Olivia lalu segera menyalakan komputernya, dan membuka data berkas yang dia kerjakan kemarin, dan yang sempat dibantu oleh Jericho semalam.


Louis tidak beranjak dari dekat meja kerja Olivia, dan menurut perasaan Olivia, Louis sepertinya masih menatapnya di situ.

__ADS_1


Karena merasa risih, Olivia kembali mengangkat pandangannya, dan melihat Louis, lalu berkata,


"Apa kamu tidak ada pekerjaan? Kamu bisa menunggu di meja kerjamu. Atau kamu tetap akan menunggu di situ, sampai aku selesai mengerjakannya?"


"Apa ada sesuatu yang salah yang aku lakukan, hingga kamu seolah-olah menghindariku?" tanya Louis.


Olivia menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ada apa denganmu? Kenapa kamu bisa berpikir kalau aku menghindarimu? Sekarang ini kita sedang bekerja....


... Apalagi, rapat akan dilangsungkan besok. Apa kamu mau aku bersantai, dan bermain-main saja denganmu?" sahut Olivia.


"Jadi apa semua ini hanya karena pekerjaan, dan kamu tidak sedang menghindariku?" tanya Louis, seolah-olah dia tidak percaya dengan perkataan Olivia.


"Louis! ... Apa kamu tidak lihat bagaimana pekerjaanku, sampai kemarin aku harus mengambil lembur?


... Entah apa yang kamu inginkan, hingga aku harus menjelaskannya padamu seperti ini," kata Olivia lagi.


"Kalau begitu, kamu mau makan siang bersamaku nanti, kan?!" ujar Louis.


"Iya ... Apa masih ada lagi?" sahut Olivia.


"Tidak ada. Aku akan menunggu datanya di mejaku," kata Louis, lalu berjalan ke meja kerjanya.


Segera setelah Louis beranjak pergi dari meja kerja Olivia, Olivia lalu melanjutkan pekerjaannya mencetak data berkas, yang sudah terbuka di komputernya.


Kurang lebih empat puluh lima menit kemudian, lembaran-lembaran kertas berkas yang sudah selesai dicetak, dan disusun oleh Olivia, lalu diantar Olivia ke meja kerja Louis.


"Ini! Kamu bisa memeriksanya! Beritahu saja aku, kalau ada masalah. Jika memang tidak ada yang salah, nanti aku yang antarkan berkas itu kepada manajer," ujar Olivia.


Olivia yang berbalik dan hendak kembali ke meja kerjanya, kemudian ditahan langkahnya oleh Louis, dengan memegang tangan Olivia.


"Olivia! Tunggu sebentar!" ujar Louis.


"Ada apa?" tanya Olivia datar.


"Apa kamu bisa membantuku menilai materi rapat, yang aku buat kemarin?"


Menurut Olivia, Louis seolah-olah hanya mencari-cari alasan agar Olivia tetap di dekatnya, namun Olivia mau saja untuk melihat materi presentasi yang dibuat oleh Louis.


"Okay!" ujar Olivia. "Sekarang?"


Louis lalu berdiri dari tempat duduknya, dan memberi kesempatan bagi Olivia untuk duduk di kursinya itu, agar bisa menghadap langsung ke komputer di atas meja kerja Louis.


"Iya. Kamu duduk saja di situ! Aku bisa membaca berkas ini sambil berdiri," ujar Louis, sambil menunjuk berkas yang diantar Olivia barusan.


Dengan menggerakkan tetikus yang di pegangnya di atas meja, Olivia menggeser kursor agar bisa membaca dan memeriksa dengan seksama, catatan di tampilan layar komputer Louis.

__ADS_1


"Menurutku materinya sudah bagus," ujar Olivia setelah selesai membaca, lalu berdiri dari kursinya. "Aku kembali ke mejaku dulu!"


Tanpa menunggu tanggapan dari Louis, Olivia segera berjalan mengarah kembali ke meja kerjanya.


__ADS_2