Yes! I Love You, Sir!

Yes! I Love You, Sir!
Part 86


__ADS_3

Olivia berdiri di halaman belakang rumah, sambil menunggu Jericho kembali ke situ, dengan rasa tidak sabar. 


Olivia ingin tahu, jika rumor itu benar adanya, dan apa mungkin ada hubungannya, dengan laporan yang diperlihatkan oleh Claire hari itu.


Ketika Jericho kembali, dari raut wajahnya, Olivia bisa menarik kesimpulan, bahwa rumor yang beredar di antara rekan-rekan kerjanya, itu memang benar adanya.


"Harga saham Andersen's jatuh, di saat penutupan bursa efek malam ini. Aku harus pulang sekarang....


... Karena aku khawatir, kalau-kalau akan ada kekacauan di kantor utama besok pagi, jika aku tidak ada di sana. Sementara daddy juga masih di luar kota," kata Jericho.


"Apa kamu mau ikut pulang bersama dengan kami?" tanya Jericho, yang tampak berharap agar Olivia bisa ikut menemaninya.


"Okay! ... Tunggu sebentar, Sir! ... Saya bersiap-siap dulu," kata Olivia, setelah berpikir untuk sejenak 


Olivia hampir saja berjalan masuk, namun dia segera menghentikan langkahnya, kemudian berbalik dan bertanya, 


"Apa anda masih tahan untuk mengemudi sejauh itu?" 


"Kalau merasa lelah, kita bisa beristirahat sebentar di jalan," jawab Jericho, lalu terlihat merapikan halaman belakang rumah yang berantakan.


Sementara Olivia, lanjut berjalan masuk ke dalam rumah, sambil setengah berlari.


Dengan terburu-buru, Olivia merapikan sebagian barang-barang yang dianggapnya perlu dia bawa, kemudian merapikan barang-barang bawaan Jonah, dan dimasukkan semuanya ke dalam koper.


Ketika Olivia selesai merapikan semuanya, Jericho juga terlihat sudah siap untuk bepergian, dengan membawa sebuah tas yang berisi barang-barang bawaannya.


"Berikan padaku! ... Biar aku saja yang membawanya masuk ke dalam mobilku," kata Jericho, lalu mengambil koper dari tangan Olivia.


Olivia berpikir bagaimana caranya agar Jonah masih bisa tidur di perjalanan, hingga akhirnya Olivia mengambil beberapa bantal dan selimut, lalu membawanya ke mobil.


Olivia menata bantal dan selimut, di jok penumpang bagian belakang, agar bisa menjadi tempat tidur yang nyaman bagi Jonah.


"Aku akan mengambil Jonah ... Kamu yang menutup pintu rumahnya, okay?" ujar Jericho, memberi arahan kepada Olivia.


Olivia mengangguk setuju.


Setelah Olivia memeriksa semua pintu, dan memastikan bahwa tidak ada yang membahayakan di rumah itu, saat akan ditinggal dalam kondisi tanpa penghuni, Olivia kemudian segera menyusul Jericho ke mobilnya.


Tanpa berlama-lama lagi, Jericho segera membawa Jonah dan Olivia pergi dari situ.


Ketika Jericho mulai berkendara untuk beberapa waktu, Olivia yang duduk di jok penumpang bagian depan, bersebelahan dengan Jericho itu, kemudian bertanya,


"Sir! ... Apa memang benar, kalau ada kebocoran data perusahaan?" 


"Belum bisa dipastikan sekarang ini. Besok pagi, aku akan memeriksa semuanya, sekaligus menunggu kabar dari daddy," jawab Jericho.


"Mudah-mudahan saja tidak demikian, dan hanya rumor miring yang merusak citra perusahaan," lanjut Jericho.


Olivia kemudian terpikir akan Angelo. 


Rasanya, Olivia ingin segera menghubungi Angelo sekarang ini, namun masih ada sedikit rasa ragu yang timbul di dirinya sendiri.


Karena saat ini, Olivia sedang bersama Jericho dan Jonah, dan tentu hanya akan membuat Angelo murka, jika laki-laki itu sampai tahu akan hal itu.

__ADS_1


***


Entah sudah ke berapa kalinya, Olivia tertidur dan terbangun lagi, di sepanjang perjalanan mereka itu, namun Jericho tampak masih memaksakan diri untuk terus berkendara.


Karena melihat itu, Olivia justru merasa agak cemas, hingga akhirnya dia berkata,


"Sir! ... Apa anda tidak mau beristirahat, walau hanya sebentar saja dulu?"


"Maafkan aku ... Aku pasti hanya membuatmu merasa takut," kata Jericho, sambil memegang tangan Olivia. 


"Okay! ... Di depan sana, kita singgah beristirahat sebentar," lanjut Jericho, yang kemudian memelankan laju mobilnya, dan akhirnya memberhentikan mobilnya, di luar badan jalan. 


Tidak berapa lama setelah memarkirkan mobilnya, Jericho yang membuat sandaran joknya jadi sedikit rebah, akhirnya terlihat sudah tertidur di situ.


Pada saat itu, justru Olivia yang tidak bisa tidur, dan hanya sibuk menatap tampilan layar ponselnya, sambil membaca pesan-pesan lama, yang dikirimkan oleh Angelo kepadanya.


Sesekali, Olivia memandangi Jericho dan Jonah, berganti-gantian, untuk memastikan kalau mereka masih bisa beristirahat, walaupun dengan kondisi yang seperti itu.


Kurang lebih satu jam kemudian, Jericho sudah terbangun lagi, dan justru tampak terkejut melihat Olivia yang dalam kondisi bangun. 


"Kamu tidak tidur?" tanya Jericho, sambil menaikkan sandaran jok tempat duduknya.


"Saya baru saja terbangun," jawab Olivia, asal-asalan.


***


Perjalanan mereka yang panjang, membuat Olivia baru bisa tiba di apartemennya, ketika matahari hampir bersinar terang, dan Jericho melanjutkan perjalanannya pulang ke rumahnya sendiri, sambil membawa Jonah.


"Halo!" sapa Olivia.


"Halo, Olivia!" Angelo balas menyapa. "Ke mana saja kamu? Kenapa aku tidak bisa menghubungimu?" 


"Kamu di mana sekarang?" Olivia tidak menanggapi perkataan Angelo, dan justru balik bertanya. 


"Aku baru kembali dari luar kota kemarin sore. Jadi, sekarang ini sedang di hotel," jawab Angelo.


"Apa kamu sudah mendengar tentang Andersen's?" tanya Olivia, lagi.


"Iya ... Kemarin siang, sebelum aku kembali ke sini," jawab Angelo.


"Apa kejadian ini ada hubungannya denganmu?" Menurut Olivia, sebaiknya memang dia bertanya dengan terang-terangan saja, daripada hanya meraba-raba.


"Aku tidak akan menjawabnya, kecuali kamu mau bertemu denganku," kata Angelo.


Olivia terdiam, sambil berpikir untuk beberapa saat, sebelum akhirnya dia berkata,


"Fine! ... Kamu bisa datang ke apartemenku."


"Okay! ... Just wait! I'm on my way, now!" sahut Angelo.


Olivia segera memutuskan sambungan telepon itu, lalu buru-buru berpakaian.


Setelah dia sudah selesai bersiap-siap, Olivia segera keluar dari kamarnya, kemudian berniat menunggu kedatangan Angelo, di depan pintu masuk gedung apartemennya.

__ADS_1


Tidak perlu menunggu lama-lama, karena ketika Olivia tiba di pintu depan gedung apartemennya, Angelo terlihat sudah berada di sana.


Angelo melihat Olivia dari ujung rambut sampai ke ujung kakinya, lalu berkata,


"Kamu tidak ke kantor?" 


"Aku sedang cuti," jawab Olivia.


"Ooh! ... Ayo ikut denganku! Aku belum sarapan," kata Angelo, mengajak Olivia.


Olivia bergeming.


"Kamu tidak mungkin memintaku bicara tentang Andersen's, sambil berdiri di sini saja, bukan?" ujar Angelo.


Setelah mendengar perkataan dari Angelo itu, Olivia akhirnya ikut dengan Angelo, yang membawa Olivia pergi ke sebuah restoran, untuk menyantap makan paginya.


Di dalam restoran tempat Angelo membawanya itu, Olivia benar-benar hampir hilang kesabarannya, karena Angelo masih belum mau bicara, dan justru tampak bertingkah terlalu santai.


"Angelo!" ujar Olivia.


"Tsk! ... Tidak perlu terburu-buru. Tidak banyak yang bisa kita lakukan hari ini. Karena aku juga masih lelah, dengan perjalananku dari luar kota," sahut Angelo. 


"Dimakan dulu sarapanmu!" lanjut Angelo, lalu menyantap makanannya.


Olivia menyuapkan makanan ke mulutnya dengan rasa sebal, namun dia harus menahan diri, agar Angelo mau bicara.


"Di kantormu, hari ini pasti akan sangat kacau. Apa kamu tidak terpikir, untuk berhenti bekerja saja dari perusahaan itu?" celetuk Angelo, tiba-tiba.


"Apa maksudmu?" tanya Olivia.


"Akan ada pemeriksaan pada semua petinggi di perusahaan itu," jawab Angelo.


"Sir Johan Andersen sedang berada di luar kota. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Apa ada yang kamu tahu?" Olivia makin penasaran.


"Aku anggap kamu berarti belum tahu, akan apa yang dituduhkan kepada Andersen's," ujar Angelo.


Olivia menggelengkan kepalanya.


"Penipuan dan penggelapan dana, dengan berkedok data donasi palsu," lanjut Angelo.


Olivia terbelalak.


"Ugh? ... Bagaimana mungkin bisa begitu?" tanya Olivia.


"Tentu saja bisa ... Kenapa tidak?" sahut Angelo, seolah-olah tanpa beban.


Sembari berbincang-bincang dengan Olivia, dan menyantap makanannya, Angelo masih terlihat sibuk dengan ponselnya.


Angelo terlihat mengetik-ngetikkan sesuatu di layar ponselnya, sehingga membuat perhatiannya tampak sering teralihkan, karena terlalu sering melihat ke ponselnya itu.


"Angelo!" ujar Olivia, untuk menarik perhatian dari Angelo.


"Maafkan aku ... Tapi aku sedang mengurus penarikan investasi Sullivan grup, dari Andersen's. Investor yang lain, juga sedang melakukan hal yang sama," kata Angelo.

__ADS_1


__ADS_2