A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
10. Cafe


__ADS_3

"itu siapa yang duduk di samping ibu?"


"oohh ini Raven" jawab Mala santai.


"Raven? benarkah?"


"iya Pak, Tadi tidak sengaja saya bertemu dengannya di dalam minimarket"


"Raven?" panggil Safar kepada Raven.


"apa kamu ingat dengan saya?"


"emm.." mencoba mengingat-ingat.


"oohh.. saya ingat Pak, anda supir kak Aleta kan?"


"iya benar Raven"


"dan wanita disamping kamu ini mamanya non Aleta"


"tante? maaf tante Raven tidak tahu kalau.." belum selesai bicara Mala memotongnya.


"iya tidak apa-apa sayang, kamu daritadi minta maaf terus" Raven tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"oiya tante" Raven mencoba memecah keheningan.


"jangan panggil tante, panggil saja mama"


"tapi, kenapa?"


"kamu kan calon menantu saya" DEG!! rasanya jantung Raven berdetak dua kali lebih cepat dan mulutnya menganga.


"me-men-menantu??" ucapnya terbata. Mobil berhenti di depan sebuah cafe, kemudian Safar keluar dan membukakan pintu majikannya dan bergantian membukakan puntu untuk Raven tentunya. Namu pada saat Pak Safar akan membukakan pintu untuknya Raven menolak.


"tidak usah Pak, saya bisa buka sendiri"


"tidak apa-apa Raven, silahkan" mempersilahkan Raven keluar.


"terimakasih Pak, maaf telah merepotkan anda"


"tidak apa, ini sudah menjadi kewajiban saya" ucapnya sambil tersenyum, kemudian Mala mengajak Raven masuk ke dalam cafe meninggalkan Safar di dalam mobil.


"mbak!?" panggil Mala ke salah satu karyawan cafe.


"iya bu? silahkan ingin pesan apa?" tanya karyawan cafe.


"saya pesan, eh.. kamu Fany kan?"


"tante? kok tante ada di sini?"


"iya, tadi tante abis belanja terus mampir kesini"


"oiya, sekarang kamu bekerja di sini?"


"iya tante"


"sudah berapa lama kamu di sini?"


"kurang lebih 2 minggu tante"ucapnya sambil tersenyum.


"tante doain semoga kamu betah bekerja di sini"


"iya tante, terimakasih. Oiya sebelumnya aku minta maaf karena tidak bisa ngobrol lebih lama dengan tante"

__ADS_1


"iya Fany, tante mengerti"


"yasudah, tante ingin pesan apa?" Fany tidak melihat keberadaan Raven di sampingnya.


"tante pesan jus jeruk 1, kamu mau pesan apa? makan? atau minum?" tanya Mala pada Raven membuat Fany menoleh ke sampingnya dan kaget karena ia tidak menyadari ada seseorang yang berada disampingnya.


"samakan saja kak dengan yang dipesan tante tadi"


"kamu nggak mau pesan makan?"


"enggak tante, terimakasih" jawabnya sambil tersenyum manis, tentu itu membuat Mala gemas rasanya ia ingin mencubit pipinya.


"sudah tante bilang kan tadi, kamu jangan tersenyum seperti itu" ucap Mala sambil menahan rasa gemasnya, Fany melihat kelakuan mama dari sahabatnya itu bingung.


"tante? dia siapa?"


"dia temannya Aleta" mendengar hal itu Fany mengrenyitkan alisnya sedangkan Raven melototkan matanya.


"temannya Aleta? tapi kok Aleta gapernah cerita kalau dia punya temen cowo?dan tante Mala kelihatan deket banget sama dia" ucapnya dalam hati kemudian kembali melayani mama dari sahabatnya itu dan (katanya) temannya Aleta.


"jadi jus jeruknya 2 ya tante?"


"iya Fany. Kamu beneran gak pesen makan?" Tanya Mala dan Raven menggeleng sambil tersenyum ia mencoba tersenyum sekecil mungkin supaya tante nya itu tidak mengomelinya karna gemas.


"baiklah kalau begitu aku permisi ya tante" ucapnya pada Mala dan tersenyum ke arah Raven dan Fany meninggalkan mereka.


"saya rasa, kamu sudah tahu tentang perjodohan ini" Raven menunduk dan mengangguk pelan.


"dulu, tante dan papa kamu bersahabat dari kecil. Kami tumbuh bersama hingga dewasa, hingga suatu hari kami menemukan pasangan dan menikah. Tante dan mama kamu hamil setelah 2 bulan menikah dan tante melahirkan anak pertama tante yaitu Aleta. Namun, mama kamu kecelakaan dan harus kehilangan anak pertamanya. Setelah kejadian itu mama kamu sangat sedih dan alhamdhulillah setelah meratapi kesedihannya selama dua tahun mama kamu mengandung kamu dan perjodohan dimulai pada saat kamu lahir. Mengetahui bahwa mama kamu melahirkan anak laki-laki, papa kamu menyarankan supaya nanti kalau sudah dewasa kalian akan menjadi pasangan yang bahagia"


"dan karena masalah ekonomi kita berpisah, papa dan mama kamu pindah ke kampung. Tante sudah menawarkan bantuan, tapi papa kamu menolaknya dan ingin pindah ke kampung tempat tinggalnya dulu" jelas Mala.


"tapi.. bagaimana tante bisa tau kalau aku ini anak sahabat tante? dan juga, Pak Safar?"


"soal itu kamu tidak perlu mengetahuinya sekarang, nanti kamu pasti mengerti dengan sendirinya"


"ini jusnya tante, selamat menikmati"


"terimakasih Fany"


"ini jus kamu" Mala menyodorkan jus milih Raven.


"terimakasih tante" ucap Raven.


"sama-sama tante, kalau begitu saya lanjut bekerja"


"semangat bekerja ya Fany, jangan sampai telat makan" Fany mengangguk dan meninggalkan Mala dan Raven.


"oiya, tante sampai lupa bertanya, sekarang bagaimana kabar kalian?"


"alhamdhulillah, kabar kami baik tante. Tante bagaimana?"


"tante juga baik"


"Raven?" panggil Mala serius dan Raven membalas tatapannya.


"iya tante?"


"kamu mau kan menerima perjodohan ini?" tanya Mala setelah meminum jus miliknya.


"begini tante, bukannya aku menolak tapi.."ucapan Raven berhenti sebentar.


"Raven sekarang kan masih kelas satu SMA dan sebentar lagi naik ke kelas dua, jadi maksud aku. Aku ingin fokus untuk sekolah dulu tante, begitu.."lanjutnya.

__ADS_1


"iya tante tahu, oleh karena itu tante dan suami tante sudah sepakat ingin mengadakan lamaran untuk mendekatkan hubungan kalian sampai kalian berdua sudah siap untuk menuju hubungan yang lebih serius" jelas Mala.


"lamaran?"


"tapi tante..."


"tante akan memberi waktu kamu untuk berfikir dan, katakan pada mama kamu. Jika kamu sudah siap kamu datanglah ke rumah tante walau sekedar main pasti tante dan om sangat senang"


"yasudah kalau begitu tante antar kamu pulang"


"tidak perlu tante, em..maksud aku tante tidak perlu mengantar sampai rumah. Antar saja kembali ke minimarket karena motor Raven masih di sana"


"baiklah kalau begitu, ayo" Raven mengangguk dan masuk mobil kembali menuju minimarket.


Disisi lain, lelah menunggu mamanya pulang, Aleta tertidur sedangkan Evano selesai dengan laptopnya beralih membaca majalah hingga ada yang memangilnya.


"papa..Aleta.. mama pulang" teriak Mala sembari menuju ke dapur meletakkan belanjaannya.


"mama udah pulang?" tanya Evano.


"iya pa, Aleta di mana?" jawab Mala sambil mengeluarkan belanjaannya satu-persatu.


"Aleta di kamarnya"


"oh baiklah" saat Mala mengeluarkan isi tas belanjaannya ia menemukan ada sesuatu di dalam tas belanjaanya.


"oh astaga!!" Mala berteriak membuat Evano kaget dan berlari mendekati istrinya.


"ada apa ma? apa yang terjadi?"


"oh ya Tuhan, kok aku bisa lupa sih. Bagaimana ini?" ucapnya pada diri sendiri sambil menepuk jidatnya.


"maksut mama?apa yang lupa?" tanya Evano bingung.


"ini lho pa" menunjukkan susu yang ia pegang ke arah suaminya.


"itu susu? kenapa mama beli susu bayi?"


"bukan mama yang beli pa, ini susu milik Raven"


"Raven? anaknya Eko?"


"iya pa, tadi mama ketemu dia di dalam minimarket"


"lalu?" tanya Evano, kemudian Mala menceritakan semua padanya.


"terus ini bagaimana pa? pasti sekarang dia sedang mencarinya"


"mengapa dia membeli susu bayi? apa dia sudah punya anak?" tanya Evano asal-asalan.


"ih papa ada-ada saja, ini susu milik adiknya"


"ooh.. papa kira dia sudah menikah dan punya anak" kekeh Evano.


"siapa yang menikah dan punya anak pa, ma?" tanya Aleta yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang mereka sambil mengucek matanya, spontan Mala dan Evano menoleh ke arah Aleta.


Hallo Hallo Hallo...🙌


Hallo semuanya, ini nih aku up lagii


Aku akan usahakan untuk up setiap hari yaa..😂😂


Mangkanya kalian jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara Like, Komen dan Vote supaya aku makin rajin up nya😁

__ADS_1


Terimakasih♥


Happy reading♥


__ADS_2