
...Hallo pakabar semuaa?!...
...Cerita A&R up lagi nihh......
...Masih pada semangat dong puasanya? Walau nggak disemangatin Ayank tetap happy kiyowoo, wkwk....
...Sebelum lanjut baca, alangkah baiknya klik tanda jempol di bawah ini 'yaa.....
...Kalau misal ada yang lupa sama part sebelumnya bisa dibaca ulang, Bestiee!...
...HAPPY READING!...
.......
.......
.......
Setelah mengambil rotinya dari dapur, Raven kembali ke kamar Aleta. Mala di dapur tadi bertanya apa yang terjadi padanya dan ia menjawab 'tidak apa-apa'. Dan setelah itu Mala tidak bertanya lebih dalam.
"Kak Aleta mau?" tawarnya setelah kembali mendudukkan bokongnya di pinggiran kasur milik Aleta sambil memangku sepiring roti kesukaannya.
"Lo habisin sendiri aja, gue udah makan kok, tadi."
"Ouh? Yaudah. Eum.. Aku minta izin, besok mau pulang. Aku kangen sama adek. Boleh kan?" tanyanya sebelum memakan rotinya.
Aleta mengangguk, "Boleh."
"Yaayy!! Terimakasih kakak!" serunya dengan mulut penuh.
"Iyaa.." Aleta fokus membaca bukunya, saat ini ia benar-benar membaca buku tersebut.
"Kakak nggak mau ikut? Nanti aku ajarin bikin kue di rumah aku."
Aleta mengangkat wajahnya menatap Raven. "Bikin kue, ya? Gimana ya, gue mau sebenarnya, tapi.." Aleta menggantung ucapannya seperti sedang berfikir.
"Kakak nggak bisa ya? Yaudah nggak apa-apa, lain kali aja bikin kue nya." Raven mengulum senyumnya.
Aleta nampak berfikir, lalu berkata "Kalau besok gue nggak sibuk, gue mau."
"Beneran??" kedua matanya langsung berbinar.
Aleta mengangguk, "Heem."
"Besok kasih tahu aku kalau kakak nggak sibuk."
"Pasti."
SKIP
Pagi ini, Aleta sudah berpamitan kepada mamanya kalau dirinya ingin pergi ke rumah Raven. Tentu saja Mala setuju. Jadi, pagi ini ia berangkat bersama Raven dengan motor Raven. Mala sudah menyuruh putrinya itu untuk diantar supir, tetapi Aleta ingin naik motor saja bersama Raven.
"Ciee yang pulangnya boncengan sama ayang, cihuy!" goda Arga kepada Aleta dan Raven yang sudah duduk di motor berdua.
"Apasih, Ga! Kami hanya boncengan biasa." ucap Raven acuh.
"Iya nih temen lo terlalu berlebihan." timpal Aleta.
"Udahlah, nggak usah sembunyiin apapun dari gue. Gue tahu hubungan kalian itu seperti apa." cerocos Arga yang berlagak sok tahu.
"Hubungan apa?" tanya Raven polos.
"Gue sih setuju banget kalau kalian beneran nikah." Arga bergumam sambil mangguk-mangguk, namun masih bisa didengar oleh pasangan di depannya.
"Apasih lo! Ayo Rav, jalanin motornya." titahnya kepada Raven.
"I-iya, Kak" jawabnya kemudian menstater motornya.
"Aku duluan, Ga" lanjutnya kepada Arga.
"Yoi. Hati-hati bawa motornya!" pekik Arga sebelum Raven melajukan motor.
"Jangan lupa anterin Fany sampai rumahnya dengan selamat!" ucap Aleta mengingatkan.
__ADS_1
Arga mengangguk patuh, "Siap, Ibu Negara!"
Aleta dan Raven sudah melesat pergi, meninggalkan Arga yang masih di atas motornya. Menunggu seseorang yang katanya mau bareng pulang.
"Sorry, lama ya? Lho, mereka berdua udah pulang?" ucap Fany tak enak karena sudah membuat cowok itu menunggunya.
Fany tadi pamit ke toilet. Biasa, dapat penggilan alam.
Arga mengangguk, "Udah, Kak."
"Eum.. Kalau gue nggak jadi bareng lo, gimana? Gue bisa pulang sendiri kok, dan gue juga nggak mau ngerepotin orang." ucap Fany dengan hati-hati, tak ingin membuat cowok itu tersinggung dengan perkataannya.
"Heh! Gue udah nunggu dari tadi dan lo bilang nggak jadi bareng? Enak aja, nggak-nggak!" sewot cowok itu menolak.
"Kan gue udah minta maaf, Ga. Lagian ngapain juga lo nurutin kemauan Aleta, suruh nganterin gue pulang?"
"Harus nurut dong, sama calon Ibu Negara!" ucapnya dengan bangganya.
Fany mengernyit tak mengerti, "Ibu Negara? Maksudnya gimana?"
"Lo-nggak-perlu tahu!"
"Heleh! Tapi serius deh, nggak apa-apa gue pulangnya naik angkot aja. Lo pulang aja sana." pintanya sekali lagi.
Arga terbelalak, "What? Angkot?! Seriously? Yang bener aja, masa cewek secantik lo ini pulang sekolah naik Angkot?!" bahkan kedua matanya sampai hampir keluar saking terkejutnya.
"Apa lo bilang? Gue-cantik? Hahahahaa.. Sa ae Bambank!" Fany tersenyum geli mendengar cowok itu mengatakan dirinya cantik.
"Lha emang lo cantik, gue nggak munafik." gumam Arga acuh.
"Sebenarnya gue udah tahu kalau gue emang cantik tanpa lo kasih tahu." timpal Fany percaya diri.
"Yeh! Malah ngelunjak."
"Biarin, wlee!" diakhiri menjulurkan lidahnya ke arah Arga.
"Sumpah! Gemesin banget nih cewek, nggak jauh beda lah ya sama Kak Aleta. Eh-eh? Kok gue jadi mikir kesitu sih!" Arga membatin sambil menggelengkan kepalanya.
"Ngapain lo? Yaudah, kalau gitu gue pulang duluan. Bye!" saat Fany akan melangkahkan kaki meninggalkan Arga, lengannya dicekal oleh cowok itu.
"Nggak usah, gue pulang sendiri aja." tolaknya setelah Arga melepaskan lengannya.
"Gue nggak mau ya kalau nanti diomelin Kak Aleta karena nggak nganterin lo."
"Ya terus apa hubungannya sama gue?"
"Ada lah pokoknya. Yaudah, naik gih!"
"Ini beneran?" tanya Fany memastikan dan sedikit ragu, Arga mengangguk.
"Gue naik beneran loh ini?" tanyanya sekali lagi yang akan menaiki motor Arga.
"Heem."
"Yakin nggak apa-apa?"
"IYA! Bawel banget sih tinggal naik doang elah!" sewot cowok itu yang mulai tersulut emosi sepertinya.
"Santai dong! Nggak sopan banget bicara sama kakel."
"Iya Kakak! Udah sopan?" ucap Arga dengan suara selembut mungkin.
"Nggak tahu deh." Fany menghendik acuh.
Kemudian Fany menaiki motor cowok itu.
"Btw, rumah kakak di mana?" tanya Arga sebelum menjalankan motornya.
"Nanti gue arahin jalannya."
"Ouh, oke."
.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain,
Raven menepikan motornya di sebuah minimarket.
"Sebentar ya, Kak, aku mau beliin adek es krim. Semalam pas telfon katanya suruh beliin es krim kalau mau pulang." ucapnya seraya melepas helm dari kepalanya.
"Iya. Gue tunggu di luar, ya?" Raven mengangguk kemudian Aleta turun diikuti Raven setelahnya.
"Iya, Kak. Yaudah, aku masuk dulu."
Aleta mengangguk, lalu berjalan ke kursi berada. "Heem."
Raven memasuki minimarket tersebut dan Aleta menunggu di kursi yang terdapat di terasnya.
Tak lama datang seorang pengendara motor memarkir motor di samping motor milik Raven. Pengendara itu turun dan melepas helm. Aleta terkejut melihat siapa orang itu.
Kemudian orang itu berjalan ingin masuk ke minimarket. Namun, langkahnya terhenti dikala melihat seseorang yang sedang menatapnya.
"Aleta?" gumam orang itu ketika bertatapan dengan Aleta.
Lalu ia berjalan menghampiri Aleta di sana.
"Hai, apa kabar?" sapa orang itu sesampainya di depan Aleta.
"Alhamdhulillah, kabar gue baik."
"Syukurlah. Eh, btw lo ngapain di sini? Baru pulang sekolah ya?" tanya orang itu yang melihat Aleta masih mengenakan seragam sekolah.
"Iya, lagi nunggu temen gue lagi beli sesuatu di dalam." jawabnya dengan apa adanya.
"Oohh.. Gue juga mau beli sesuatu sih. Oiya, lo ada waktu nggak, hari sabtu depan?" tanya orang itu (lagi) setelah mendudukkan bokongnya di kursi samping Aleta.
"Sabtu? Kenapa memangnya?" Aleta bertanya.
"Kalau ada waktu, gue mau ajak lo ke pasar malam."
"Waahh.. Udah lama gue nggak kesana. Terakhir kali sih waktu kita masih...(Aleta menggantung ucapannya, sedikit ragu untuk meneruskannya) Setelahnya gue udah nggak kesana lagi." kedua matanya berbinar sambil seolah sedang membayangkan tempat itu.
"Nggak nyangka ya, ternyata kenangan kita nggak sedikit. Sayangnya kita udah nggak sama-sama lagi. Andai waktu bisa diputar" wajah orang itu berubah murung.
"Nasi sudah jadi bubur. Biarlah yang sudah-sudah, jadikan pelajaran aja untuk kedepannya." orang itu mengangguk lemah.
"Sudah kak, ayo kit-..Eh?" begitu Raven keluar untuk menghampiri Aleta, ternyata ada seseorang yang duduk bersama Aleta.
"Dia temen lo?" tanya orang itu kepada Aleta.
"I-iya, yaudah Rik, gue pergi dulu. Bye!" Aleta beranjak dan berjalan menghampiri Raven yang sudah berdiri di samping motornya.
"Bye! Nanti kabarin kalau lo setuju." pekik cowok itu setelah beranjak dari duduknya. Aleta mengangguk saja.
"Ayo, Rav." ajaknya saat Raven memakai helm.
"I-iya Kak." kemudian Aleta naik setelah Raven.
"Hati-hati, Al!" pekik cowok itu dan diangguki lagi oleh Aleta.
Lalu Aleta dan Raven pergi meninggalkan tempat itu.
"Kayanya gue pernah lihat cowok itu, tapi di mana?" gumamnya sambil mencoba mencari wajah seseorang di kepalanya.
.
.
.
Wah wah apenii😱 Ada apa hayooo🙈
Penasaran dengan kelanjutannya? Tunggu next yaa😉
Karena masih ada banyak lagi kejutan di episode kedepannya. Pantengin terus yaa..
Jangan lupa Like!
__ADS_1
.