A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
57. Menyesal


__ADS_3

Pagi, Aleta sudah bersiap untuk berangkat.


"ma, Al berangkat" pamitnya meraih telapak tangan mamanya dan menciumnya.


"iya sayang kamu hati-hati"


"iya ma" Aleta berlalu dan masuk ke dalam mobil.


"sebentar sayang, tunggu.. " terdengar Mala berlari dari dalam rumah.


"ada apa ma?"


"barusan mama Zanna telfon mama katanya suruh bawain buku Raven ketinggalan katanya"


"kenapa bisa ketinggalan?"


"nggak tahu, katanya ketinggalan di kamar kamu terus tadi mama cari di kamar kamu ternyata ada" memberikan buku LKS Bahasa Indonesia ke Aleta.


"ceroboh banget sih, masa satu buku aja ketinggalan. Pasti jadwalnya hari ini, terus semalam dia belajar pakai apa dong?" batinnya.


"Al?" panggil Mala membuyarkan lamunannya.


"iya ma?"


"kamu ini di panggil malah ngelamun"


"ahiya, sini bukunya nanti Al berikan"


"Al berangkat udah siang ini, da maa.." mobil bergerak meninggalkan pekarangan rumahnya.


"siang dari mananya, masih pukul 06.15 gitu kok" ucap Mala terkekeh dan kembali masuk ke dalam rumah.


Di sisi lain..


"mama udah telfon mama Mala buat nitipin buku kamu ke Aleta" ucap Zanna pada putranya.


"iya ma, terimakasih. Kalau gitu Raven berangkat ya" pamitnya meraih telapak tangan Zanna dan menciumnya.


"oiya, bawa ini. Kata kamu Aleta suka banget sama kue yang kemarin mama kasih, nanti kamu berikan ya"


"ouh, iya ma, nanti Raven kasih ke kak Al" Raven menerima kotak kue lalu ia masukkan ke dalam tasnya.


"hati-hati bawa motornya jangan ngebut" titah Zanna.


"iya mamaku.." ucapnya memakai helm dan segera menaiki motornya.


"kakak nanti pulang kesini lagi kan?" tanya Vania di gendongan Zanna.


"iya dong dek, nanti adek mau dibeliin apa?"


"emm.." Vania berfikir.


"eskrim kak" jawabnya.


"oke, nanti kakak beliin eskrim rasa pisang ya"


"yeaayy.. makasih kak, nanti beliin yang banyaak" ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya melebar.


"yaudah, kamu berangkat nanti keburu siang"


"iya ma, daaa dek.."


"jangan lupa eskrimnya kak.." teriak Vania karena Raven sudah melajukan motornya.


"yaudah, kita masuk yuk" ajak Zanna kepada putrinya. Vania mengangguk.


Di sekolah...

__ADS_1


"Raven mana? belum ada di kelasnya" gumamnya berdiri di depan pintu kelas Raven.


"itu siapa yang berdiri di depan kelas gw?" ucap seseorang dari belakang Aleta.


"halo? siapa ya?" ucap seseorang dari samping membuat Aleta menoleh.


"dia?.." batin Aleta.


"kakak siapa? ada apa kesini?" tanya orang itu.


"em.. gw.."


"kak Al.." teriak Raven dari kejauhan berlari ke arahnya.


"Raven? lo kenal sama kakak ini?" tanyanya setelah Raven sampai, Raven mengangguk.


"iya Bel, aku kenal" Bella hanya mengangguk saja.


"gw bawa buku lo yang ketinggalan" Aleta memberikan buku ke Raven.


"terimakasih kak" ucap Raven tersenyum.


"lain kali jangan ceroboh, semalam lo belajar pakai apa kalau buku lo ketinggalan?"


"maaf kak" Raven menunduk.


"yaudah, gw masuk ke kelas" pamit Aleta, namun ditahan Raven.


"t-tunggu kak, bentar" Raven merogoh tasnya dan mengambil sesuatu.


"ada apa?"


"ini, dari mama suruh kasih ke kak Al" menyodorkan sebuah kotak ke depan Aleta.


"ouh? thanks, oke gw masuk kelas bye" Aleta menerima kotak kue dari Raven dan berlalu pergi ke kelasnya. Sedari tadi Bella memperhatikan merasa bingung.


"hah? enggak, aku nggak punya kakak cewek kok. Yaudah Bell, aku masuk kelas mau belajar, semalem belum belajar Bahasa Indonesia" ucapnya dan masuk ke kelas.


"siapa kakak tadi? sepertinya dekat sekali dengan Raven, dan juga tadi buku Raven ketinggalan? ketinggalan di mana sampai kakak itu yang bawain ke sekolah? gw harus cari tahu" batinnya, lalu masuk ke kelas.


Bel pulang berbunyi, menandakan seluruh siswa/i harus dsegera meninggalkan kelasnya masing-masing.


"gimana tadi Al, Matematika" tanya Fany sambil memasukkan peralatan sekolahnya ke dalam tas.


"aah nggak tahu gw nggak paham, gw cari jawabannya nggak ketemu-ketemu. Udahlah gw nyerah kalau sama pelajaran Matematika" kesal Aleta.


"sama Al, gw juga nggak paham sama tu pelajaran. Pokoknya gw pasrah lillahi ta'ala dah" ucap Fany.


"yaudah, gw balik duluan ya takut telat sampai Cafe" lanjutnya.


"e eh lo mau langsung ke Cafe? nggak pulang dulu?"


"enggak, nanti kelamaan kalau pulang dulu"


"emang nggak bisa ya lo nggak kerja sampai ujian selesai? terus dilanjut nanti selesai ujian?"


"nggak bisa Al, gw harus kerja buat bia.." Fany menjeda ucapannya karena hampir keceplosan.


"buat bia apa?" Fany terdiam.


"enggak jadi, yaudah gw balik duluan daa.." tanpa menunggu jawaban Aleta, Fany pergi meninggalkannya.


"ada apa sama Fany? sampai segitunya dia kerja" gumamnya, teman-temannya sudah meninggalkan kelas dan hanya tinggal dirinya sendiri yang masih di kelas. Setelah selesai memasukkan barang-barangnya ke dalam tas, Aleta menggendong tasnya dan keluar.


"nongki kuy.." ajak Arga merangkul pundak Raven.


"kamu ini bukannya pulang malah ngajakin nongki"

__ADS_1


"yailah, itung-itung refreshing abis ngerjain soal"


"lain kali aja ya Ga, soalnya tadi pagi adek aku suruh beliin eskrim kalau pulang"


"yaah lo mah kalau diajak jalan selalu nolak" ucap Arga melepas rangkulannya.


"nanti kalau udah selesai ujian baru aku mau"


"yailah, masih lama kali Rav keburu jamuran nih gw kelamaan nungguin lo"


"kan kamu bisa ajak temen-temen yang lain buat ikut"


"kan lo tau sendiri temen gw cuman lo doang"


"masa? bukannya temen lo banyak"


"ah udah udah iya nunggu selesai ujian, gw rela nunggu asal gw bisa jalan sama lo"


"apaan sih, lagian kenapa harus aku" Arga tak menjawab. Raven melihat seseorang yang sangat ia kenal tengah berjalan keluar kelas.


"Ga, kamu pulang duluan aja aku ada urusan sebentar"


"urusan apa?"


"ada lah, udah kamu pulang duluan aja"


"o-oke bye.." Arga berlalu pergi meninggalkannya, setelah kepergian Arga, Raven langsung menghampiri Aleta.


"kak.." panggil Raven berjalan beriringan dengan Aleta. Aleta hanya menoleh bsebentar dan kembali menatap lurus kedepan.


"gimana tadi kue nya? kak Al suka?" Aleta hanya mengangguk.


"kalau kak Al suka besok aku suruh mama buat dan bawain buat kakak" Raven merangkul pundak Aleta namun dengan cepat Aleta menepisnya.


"nggak perlu" jawab Aleta datar. Raven sedikit mendekatkan jarak mereka. Raven memegang sedikit baju Aleta di pundak. Jika dilihat seperti sedang lencang kanan.



"jangan deket-deket" Raven menggeser dirinya agak jauh mendengar perintah Aleta, namun ia kembali mendekat.


"gw bilang jangan deket-deket!" ucap Aleta sedikit berteriak, lalu menghentikan langkahnya dan diikuti Raven juga menghentikan langkah dan melepas seragam Aleta yang tadi ia pegang.


Raven menunduk...


"Rav, sorry gw nggak bermaksud.."


"nggak apa-apa, kak Al nggak perlu minta maaf"


"Rav, gw..."


"yaudah kalau gitu aku pulang duluan ya, tadi adek nitip beliin eskrim. Takutnya kalau kelamaan adek nunggu" ucapnya dengan senyum paksa.


"kakak pulangnya hati-hati ya, kalau gitu aku duluan. Besok aku pulang ke rumah kak Al" tanpa menunggu jawaban dari Aleta, Raven berlalu pergi.


"Raven.."panggilnya dengan suara lirih.


"aahhhss.. kenapa gw marahin dia.." gerutunya menyesal telah berteriak tadi ke Raven, lalu ia melanjutkan jalannya.


Hai gais..


Aku up lagii..


Tinggalin jejak kalian yaah


Mohon maaf kalau ada typo


Terimakasih

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2