A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
59. Khawatir


__ADS_3

Aleta masuk ke kamar Raven dan menutup pintunya pelan.


"sekali lagi gw lihat lo terbaring lemah kayak gini" batinnya masih berdiri di depan pintu. Lalu perlahan ia melangkahkan kakinya mendekat dan duduk di pinggiran kasur. Dahi Raven yang tampak tergores, siku dan telapak tangannya yang masih ada bekas darah terpampang begitu jelas walaupun lukanya tidak terlalu serius.


"Rav, lo kenapa sampai jatuh dari motor?" tanyanya lembut namun tak mendapat respon. Perlahan tangannya terangkat dan mengusap wajah Raven lembut, tampak ada rasa sayang saat Aleta mengelusnya dan siapapun yang melihat pasti tahu itu.


"gw nggak suka lihat lo terbaring lemah kayak gini, gw mau lo sehat" tak terasa matanya mulai berkaca-kaca.


"maafin gw.. selama ini gw bersikap seenaknya sama lo, gw minta maaf.." air matanya lolos membasahi kedua pipinya.


"gw bersikap kayak gitu karna gw punya alasan, gw pengin bikin lo ilfil dan ngejauhin gw. Gitu doang.." Aleta tak mampu menahan untuk tidak menangis, kini ia menangis tersedu-sedu sambil menggenggam erat telapak tangan Raven. Tak lama ia menangis, terasa ada pergerakan dari jemari Raven. Spontan ia langsung menatap lekat wajah Raven dan menghapus air matanya.


"Rav? lo sadar?" tanyanya, mata Raven mulai berkedip dan perlahan terbuka.


"lo udah sadar? bentar gw panggil mama..." saat ia akan beranjak tangannya ditahan membuatnya kembali duduk dan menggenggam erat telapak tangan Raven.


"kenapa? lo butuh sesuatu? biar gw ambilin, lo mau apa? minum?" baru sadar sudah diberi pertanyaan beruntun. Raven kembali menutup mata membuat Aleta kembali panik.


"Rav? lo pingsan lagi? Raven bangun..." Aleta berusaha menggoyangkan tubuhnya.


"aduh gimana ini, tadi lo udah buka mata dan sekarang lo merem lagi" terdengar sangat bawel memang. Aleta memperhatikan pergerakan raut wajah Raven yang menyunggingkan senyumnya namun masih menutup mata.


"lo? lo pingsan tapi kok senyum?" tanyanya dengan polosnya.


"ada yang nggak beres kayanya sama ni anak, bentar gw panggilin mama..."


"k-kak Al..." suara Raven terdengar sangat lirih dan serak dibarengi membuka kedua matanya dan menatap Aleta.


"iya? tadi lo panggil gw? lo butuh apa biar gw ambilin" Raven menggeleng pelan.


"terus apa? jangan diem dong, bilang aja lo butuh apa. Minum?" lagi-lagi Raven menggeleng.


"kalau lo nggak mau bilang gw panggilin mama" Raven semakin erat menggenggam tangannya.


"ada apa? lo sakit? di mana yang sakit?" Aleta mulai panik dan meraba seluruh badan Raven.


"enggak ada kak, aku nggak apa-apa" ucapnya terdengar lirih. Saat Raven ingin bangun dengan cepat Aleta membantunya untuk duduk bersandar.


"lo jangan bikin gw khawatir" mendengar itu membuat Raven menyunggingkan senyumnya.


"lo ngapain daritadi senyam senyum? jangan-jangan otak lo error ya abis jatuh dari motor?"


"enggak kak, aku seneeeng banget"


"seneng kenapa?" Aleta menautkan kedua alisnya bingung.


"aku seneng lihat kak Al khawatirin aku"


"siapa juga yang khawatirin lo, enak aja, enggak" Aleta memalingkan wajahnya ke samping sembari menggaruk hidungnya.

__ADS_1


"kak Al bohong"


"gw nggak bohong" menggaruk hidungnya lagi.


"aku tahu kak Al kalau bohong garuk hidung" menyadari jarinya tengah menggaruk hidungnya, dengan cepat ia menjatuhkan tangannya.


"jangan sok tahu"


"jadi kak Al nggak khawatir?" Aleta menggeleng.


"kalau kak Aleta nggak khawatir kenapa kesini?"


"i-ya karna.." menjeda ucapannya.


"karena apa?"


"karna mama paksa aku ikut" jawabnya asal-asalan.


"terus kenapa mau?"


"ya karna dipaksa jadi gw terpaksa ikut"


"ouh.." Raven menatap kebawah sambil memainkan jemarinya.


"beneran nggak ada yang sakit" Raven menggeleng tanpa menatap Aleta.


"tapi kenapa lo bisa jatuh dari motor?" Raven diam.


"pasti lo nggak hati-hati ya bawa motornya?" Raven masih diam.


"Rav.." panggil Aleta tak mendapat respon.


"Rav, lo kenapa sih diem aja daritadi gw ngomong sendiri"


"kak Al tadi bilang kalau kakak nggak khawatir sama aku, terus kenapa kakak masih di sini? kenapa nggak pulang aja" ucapnya lirih tanpa menatap Aleta.


"lo ngusir gw?"


"enggak bukan gitu kak" kini ia menatap Aleta.


"terus apa namanya kalau bukan ngusir?"


"aku cuman nggak mau ngerepotin kakak, itu aja kok" "dan pasti kak Al punya kesibukan lain" lanjutnya.


"lo itu dijenguk bukannya ngehargain yang jenguk malah bikin kesel"


"maaf kak" Raven menunduk.


"dahlah, buang-buang waktu gw dateng kesini kalau ujung-ujungnya diusir"

__ADS_1


"kak.." pangilnya karena Aleta sudah berdiri membelakanginya.


"lo istirahat aja biar cepet sembuh, biar besok lo bisa masuk sekolah" ucapnya setelah membalikkan badan kembali menatap Raven.


"kak Al mau kemana?"


"bukannya tadi lo suruh gw pergi?"


"bukan itu maksud aku kak"


"aku sedih karena ternyata kak Al kesini karena terpaksa dan nggak khawatirin aku"


"asal lo tahu, gw kesini juga atas kemauan gw sendiri. Dan gw khawatir banget sama lo" batinnya.


"mendingan lo istirahat jangan banyak pikiran dulu, gw keluar mau kasih tahu mama kalau lo udah sadar" tanpa menunggu jawaban, Aleta berlalu keluar menemui kedua mamanya.


"gimana Al? apa Raven sudah sadar?" tanya Mala melihat putrinya sudah keluar.


"sudah ma, Raven sudah sadar" jawab Aleta, kedua ibu itu pun lega.


"ayo Mal kita lihat keadaan Raven" ajak Zanna sudah berdiri.


"iya Zan"


"Al, ayo" ajak Zanna diangguki Aleta, namun Aleta hanya diam saja sambil menatap kedua ibu itu memasuki kamar Raven.


"gimana keadaan kamu Rav?" tanya Mala langsung mendekati Raven.


"Raven baik-baik aja ma"


"gimana sayang? apa ada yang sakit? di mana yang sakit? kamu butuh apa biar mama ambilin" pertanyaan Zanna sama dengan Aleta.


"enggak ma"


"yaudah lebih baik sekarang kamu istirahat, jangan teralu banyak gerak dulu" titah Mala diangguki Raven.


"iya mamaku sayang.." ucapan sayang Raven untuk kedua mamanya sambil tersenyum.


"gw semakin percaya kalau lo memang orang baik, tapi kenapa gw pengin bikin lo ngejauhin gw" batin Aleta sedari tadi memperhatikan dari ambang pintu.


Oke gaiss.. aku semakin semangat nih buat nulis gatau kenapa hehehe


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa


Mohon maaf kalau ada typo


Terimakasih


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2