A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
95. ILY Too


__ADS_3

Selesai berganti pakaian dari seragam sekolah, kini Raven hanya memakai kaos hitam polos dengan celana pendek di atas lutut berwarna hitam. Outfit cowok itu siang ini serba hitam.


Raven berlari kecil menghampiri Aleta yang sedang menonton TV.


"Kak Aleta lagi nonton apa?" tanyanya setelah duduk di sofa samping Aleta.


"Lihat sendiri noh di TV" tunjuk Aleta menggunakan dagunya, tanpa menoleh ke si pe-nanya.


Lantas cowok itu mengikuti arah dagu cewek itu dan mulai merasa ada yang aneh dengan sikap istrinya siang ini.


"Eum, Kak Al.."


"Tadi Mama kesini" potong Aleta datar.


"Mama?" tanya Raven memastikan.


"Mama Mala" lanjut Aleta.


"Ouh, terus Mama pulang?" Aleta mengangguk tanpa memalingkan pandangannya dari televisi di depannya.


Raven mangguk-mangguk menanggapi, lalu ia memanggil istrinya lagi. "Kak.."


"Diem! Gue lagi marah sama lo!" sembur Aleta sedikit sewot dan membuat cowok itu mengernyit bingung.


"Marah kenapa?" tanya Raven polos.


"Fikir aja sendiri!" ucap Aleta lirih, namun penuh dengan penekanan.


Terlihat kening cowok itu berkerut seperti sedang mengingat sesuatu yang mungkin membuat Aleta marah padanya. Tak lama ia berfikir untuk mengingat, barulah ia menyadari kesalahannya dan mengucapkan empat huruf satu kata andalannya.


"Maaf.." cowok itu menunduk, seperti biasa.


"Tadi pagi bekalnya nggak aku makan. Waktu upacara aku pingsan dan dibawa ke UKS. Kata Arga, dia udah kasih tahu kakak soal kejadian tadi." jelasnya dengan lirih, ia sama sekali tak berani mengangkat wajahnya.


"Kenapa nggak dimakan?" tanya Aleta masih sedikit kesal, kini ia menatap cowok di sampingnya yang sedang menundukkan kepala.


"Ka-karena tadi udah keburu upacara. Maafin aku, jangan marah ya..ya..ya.." ucapnya setelah mengangkat wajahnya menatap Aleta sambil menarik-narik ujung kaos yang dipakai Aleta.


Sesaat kedua mata Aleta terpejam dan ia buka kembali setelah mengambil nafas panjang. Kemudian mengatakan,


"Gue itu nggak mau lihat lo kenapa-kenapa Raven! Gue maunya lo baik-baik aja! Dengan melihat lo pingsan kemarin karena dihukum aja udah bikin hati gue sakit. Melihat lo terbaring lemah aja itu udah bikin gue takut kehilangan lo!" ucap Aleta dengan mata berkaca-kaca.


Cowok itu terkejut dengan penuturan Aleta barusan, "Kak.."


"Gue nggak mau lihat lo kegitu, gue pengin lo selalu ada disamping gue!.." lanjut Aleta setelah memelankan nada bicaranya. Menatap dalam kedua netra di hadapannya yang menatapnya tak percaya.


Kemudian Raven tersadar, "I-iya aku tahu aku salah, aku minta maaf" ucapnya sekali lagi.


"Mau janji nggak sama gue?" ucap Aleta setelah menggenggam jemari cowok itu.


"Janji apa?"


Aleta menelan ludahnya dengan susah payah sebelum mengatakan janjinya, "Janji kalau lo akan selalu ada di samping gue dan selamanya seperti itu. Janji nggak akan bikin gue kecewa sama lo. Lo bisa kan janji sama gue?" pinta Aleta dengan serius.


Raven mengangguk patuh, "Aku janji! Aku janji akan selalu ada di samping kakak. Apapun yang terjadi" mendengar itu Aleta menampilkan senyum terbaiknya.


Sebelum senyum itu memudar saat teringat akan satu hal yang tiba-tiba terlintas dibenaknya.


"Tadi kata Arga, waktu dia ngambil HP ke kelas, dia ninggalin lo sama seseorang?" Aleta berusaha memancing agar cowok itu berkata jujur padanya, meski ia sudah tahu siapa yang ia maksud.


"Maksud kakak, Bella? Iya, waktu aku sadar Bella ada di samping aku terus nggak lama Arga balik ke UKS." jelas Raven dan Aleta mengangguk saja. Lalu melepas jemari cowok itu dan kembali menghadap ke TV.

__ADS_1


"Kakak nggak marah kan? Aku sama Bella nggak ada apa-apa, sudah aku bilang kan?" kata Raven mencoba menjelaskan sekali lagi.


Membuat Aleta kembali menatapnya.


"Iya, gue percaya kalau lo nggak ada hubungan apapun sama Bella. Tapi, apa lo bisa jaga jarak sama Bella? Karena yang gue lihat setiap kali ketemu lo di sekolah, Bella selalu ngikutin lo sama Arga. Kayanya Bella suka sama lo"


"Aku tahu kalau Bella suka sama aku. Karena dia sering kasih coklat ke aku tapi, dia ngasihnya diem-diem" jelasnya.


Aleta mengernyit tak mengerti, "Maksudnya diem-diem?"


"Yaa tahu-tahu udah ada coklat di laci meja aku." ucapnya.


"Terus lo tahu darimana kalau yang kasih coklat itu Bella?" tanya Aleta yang mulai penasaran.


"Pernah kemarin dia samperin aku sama Arga selesai latihan Volly, dia kasih aku minum tapi, aku tidak menerimanya. Sebelum mulai latihan Arga kasih aku sesuatu dan di dalamnya ada coklat yang sama seperti yang aku temuin di bawah mejaku. Terus Arga kasih tahu siapa yang kasih coklat itu, ternyata Bella orangnya." jelas Raven.


"Apa pas gue suruh Pak Safar mantau Raven kemarin?" batin Aleta sambil mengingat-ingat.


"Saat Arga nanya apa dia suka sama aku, dia kelihatan banget jawabnya gugup gitu. Awalnya aku nggak yakin dia suka sama aku tapi, seiring berjalannya waktu ternyata dia emang beneran suka sama aku" lanjutnya.


"Tapi, lo nggak suka kan sama dia?" tanya Aleta memastikan sambil memincingkan kedua matanya.


"Kak Al pertanyaannya kok gitu sih, ya nggak lah. Kan aku udah punya kakak, hehehee..." ujar Raven diakhiri kekehan kecil.


"Tapi, kalau seandainya Bella nyatain perasaannya ke lo gimana? Lo mau jawab apa?" tanya Aleta lagi.


"Memangnya Bella mau nyatain perasaannya?" tanyanya balik sambil mengernyit.


"Kan SEANDAINYA, Raven!" tekan Aleta geram. Ingin sekali ia menggigit bibir cowok itu yang tiap kali mengernyit selalu menampilkan bentuk bibir seperti squisy, menurutnya.


"Ouh, nggak mungkin Bella nyatain perasaannya" ucapnya acuh.


"Kakak nggak marah lagi kan?" tanyanya saat cewek itu kembali menatap ke TV.


Aleta bertanya balik tanpa memalingkan pandangan dari TV, "Emang siapa yang marah?"


"Kak Aleta?" ucap Raven polos.


"Siapa bilang?"


"Oh bukan ya? Berarti tadi itu yang marah istri aku..." ucap Raven nyaris bergumam dan bisa didengar oleh Aleta.


"Cih, istri." Aleta bergidik geli bila mendengar panggilan itu. Dan mungkin kedua pipinya merah sekarang.


"Emang bener kan, kamu itu istriku?" Raven bertanya memastikan.


"Iya-iya suami.." gumam Aleta lirih, sangat lirih, namun masih bisa masuk ke telinga cowok itu meski tak terdengar begitu jelas.


"Panggil apa tadi? Nggak kedengeran, coba ulang!" pinta Raven sambil menahan senyum bahagianya. Ditariknya pelan lengan cewek itu supaya menghadapnya.


"Udah sana ah gue mau nonton TV." Aleta menepis tangan suaminya pelan sambil memalingkan wajahnya yang sudah memerah saat ini.


"Kak.." panggilan kecil memecah keheningan sesaat.


Aleta menoleh ke sumber suara dan langsung melihat cowok itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"I Love You." itulah tiga kata yang berhasil diucapkan dari bibir cowok itu.


Aleta terkejut sebelum tersadar dari keterkejutannya.


"Kakak nggak perlu jawab sekarang, aku hanya-.." Raven sengaja menggantung ucapannya lalu kembali menunduk.

__ADS_1


"I Love You Too." terdengar samar-samar masuk ke telinganya, membuatnya mengangkat wajah menatap Aleta yang kembali menonton TV.


"A-ap-apa? Ulangi lagi" pintanya sambil berharap akan mendengar ungkapan itu sekali lagi.


"Tahu ah.." Aleta memalingkan wajahnya menghindari Raven sambil menahan senyumnya.


Tidak apa-apa bila tak mendengarnya sekali lagi, setidaknya ungkapan cintanya sudah dibalas walau tak terdengar dengan jelas.


Melihat cewek itu kini telah menjadi istrinya, tidak ada salahnya bila sekarang ia memeluk dan mencium cewek itu. Tidak apa-apa dan tak dosa juga, bahkan malah dapat pahala.


"Tetep sama aku ya?" ucapnya lirih setelah berhasil memeluk cewek itu dari samping, membenamkan wajahnya di pundak sang istri.


Aleta sempat terkejut, kemudian mengangguk sebagai jawaban.


"Iya." jawab Aleta singkat kemudian membalas pelukan suaminya.


SKIP


Hidung Bellang


'Apa maksud foto di story lo kemarin? Tadi gue lupa mau nanyain'


^^^'Foto apaan, Bell?"^^^


Hidung Bellang


'Foto lo sama Raven dan sama dua cewek'


^^^'Emangnya kenapa?'^^^


Hidung Bellang


'Langsung ke point aja deh, Ga! Itu foto apa?'


^^^'Kepo!'^^^


Hidung Bellang


'Awas aja, gue bakalan nyatain perasaan gue sama Raven! Setelah Raven nerima cinta gue, nggak ada yang bisa rebut dia dari gue!'


^^^'Jangan macam-macam lo, Bell!'^^^


Hidung Bellang


'Lihat aja nanti'


...-...


''Bener-bener si Bella nih ya! Gue harus kasih tahu Kak Aleta nih, eh jangan! Gue kasih tahu Raven aja tapi, jangan juga. Apa gue kasih tahu kak Fany? Kok kak Fany sih. Bodo amat lah"


Jadi, kemarin Arga memposting foto selfi mereka berempat di SW-nya. Tapi, seingatnya ia memprivat kontaknya dan hanya mereka bertigalah(Raven, Aleta, Arga) yang bisa melihat SW-nya, bagaimana bisa Bella melihat SW-nya? Apakah Arga lupa memprivat kontak cewek itu?


Kalau soal kontak Fany, tentu saja Arga belum punya.


.


.


.


Jangan lupa Like Komen dan Vote yaa😉

__ADS_1


__ADS_2