
Sesampainya Aleta di rumah...
"Aleta pulang.." masuk ke dalam rumah sembari mencari keberadaan mamannya dan menemukan mamanya sedang sibuk memasak di dapur.
"mama..." panggilnya sambil berlari-lari kecil menghampiri mamanya.
"owaaaww.. mama masak banyak banget" sesampainya di dapur.
"iya dongg sayang, nanti malam kan kita akan kedatangan tamu" kemudian Aleta mengingat Raven akan datang makan malam ke rumahnya.
"jadi dia beneran dateng?" ucapnya lirih.
"kamu ngomong apa?" tanya Mala mendengar anaknya seperti bicara.
"tidak, bukan apa-apa kok ma"
"memangnya siapa yang akan datang?" lanjutnya.
"kamu lihat saja nanti" ucap Mala sambil tersenyum.
"iiih mama"
"sudah, kamu cepat ganti baju terus bantu mama masak"
"tidak boleh ada penolakan" saat Aleta baru akan membuka mulutnya, Mala bicara penuh penekanan karena tahu pasti Aleta akan menolaknya.
"mama juga sudah telfon papa untuk pulang cepet biar bisa ikut makan malam sama kita" lanjutnya.
"iyaaa, Aleta ganti baju dulu" Mala terkekeh kemudian Aleta berlalu pergi ke kamarnya.
"memangnya ada apa sih, pakek acara makan malam segala. Terus kenapa kayaknya mama sama papa kek kenal banget gitu sama Raven" gumamnya sampai di kamar.
"ck" decak Aleta sedikit kesal.
Di sisi lain...
Setelah memberi tahu mamanya kalau ia di undang makan malam di rumah sahabat lamanya, Zanna merasa sangat senang akhirnya ia akan bertemu dengan sahabat yang sudah lama tidak ia temui. Zanna sudah bersiap dan kini sedang memakaikan baju untuk Vania. Sedangkan Raven masih bingung dengan baju yang akan ia kenakan.
"aduhh, aku pakai baju apa ya?" ucapnya pada diri sendiri sembari menempelkan baju di badannya.
"semua sudah pernah aku pakai"
"kenapa aku jadi bingung gini sih, kan aku cuma mau datang untuk makan malam saja"
"huuufft..." Raven merebahkan badannya ke atas ranjang sambil menghembuskan nafas kasar dan menutup mata. Ia bahkan masih mengenakan handuk yang menutupi bagian bawahnya dan bertelanjang dada.
"ya ampunn, kamu cantik banget siii(mencubit pipi gembul Vania) anak siapa si ini, hmm?" ucap Zanna selesai memakaikan jepitan di rambut Vania.
"anak mama dongg"
"terus adik siapa, hmm?"
__ADS_1
"adiknya kakak dong maa"
"anak pintarr" mencium pipi Vania.
"yaudah kalau begitu kita temui kakak ya" dibalas anggukan Vania.
tok tok tok(ketukan pintu dari luar kamar Raven)
"Rav? mama sama adek sudah siap" panggil Zanna sambil menggendong Vania.
"kakak?" tidak dapat jawaban Vania ikut memanggil.
"kok kakak nggak jawab ya?" Zanna bertanya kepada Vania.
"mungkin kakak tidul, ma"
"masa sih kakak tidur?"
ceklek (suara pintu dibuka)
"astaga Ravenn!" Zanna masuk dan mendapati anaknya yang tidur diatas tumpukan baju, hanya menggelengkan kepala dan segera mendekatinya.
"sebentar ya, Vania turun dulu biar mama bangunin kakak" kemudian Zanna menurunkan Vania dari gendongannya.
"Raven" ucap Zanna sembari menepuk-nepuk lengan putranya.
"hmm" Raven mengerjabkan mata dan melihat mamanya ia langsung bangun dan berdiri sambil memegang handuk yang melingkar diperutnya.
"maaf ma" kekeh Raven sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"terus ini kenapa ini baju kamu ada diluar semua?" menunjuk baju yang berserakan di kasur dan di lantai.
"tadi Raven bingung milih baju dan ketiduran heheh" kekehnya lagi.
"sudah cepat bersiap"
"terus kamu bereskan baju baju kamu dan masukkan lagi ke dalam lemari" lanjutnya, kemudian Zanna menggendong Vania keluar dari kamar Raven.
"(melihat sekeliling kamarnya yang bajunya berantakan) aduuhh kenapa kamar aku jadi seperti kapal pecah gini sih" ucapnya sambil mengusap wajahnya.
"sudahlah aku pakai yang ini saja" kemudian Raven memakai switter berwarna mustard dan celana jeans.
Kira-kira seperti ini tampilanya
Sambil menunggu jemputan Safar, Zanna, Vania dan Raven bercanda di ruang tamu. Tak lama setelah itu mobil Safar datang.
tin tin...
begitu mendengar suara klakson mobil, mereka bertiga segera membuka pintu dan mendapati Safar yang tengah berdiri di samping mobil.
__ADS_1
"selamat malam Bu Zanna dan Raven" ucap Safar ramah sembari membungkukkan badannya.
"iya, selamat malam" jawab Zanna dan Raven menjawab dengan senyum ramah.
"silahkan masuk Bu Zanna" sembari membukakan pintu.
"terimakasih"
"ayo masuk sayang" meraih Vania dari gendongan Raven, kemudian Raven ikut masuk dan duduk disebelah mamanya.
"maaf sudah menunggu lama" ucap Safar tidak enak hati.
"tidak lama kok, Pak. Kami juga baru selesai bersiap" jawab Raven.
"maaf ya Pak, sudah merepotkan anda malam-malam begini" ucap Zanna.
"tidak apa-apa Bu, ini sudah menjadi tugas saya"
"panggil saja saya 'Safar' Bu, karena saya belum menikah" kekeh Safar sembari melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"ooh pantesan wajah kamu terlihat masih muda"
"masih ganteng ya, Bu?"kekeh Safar.
"emm lumayan" Safar dan Zanna tertawa, sedangkan Raven hanya menyunggingkan senyumnya kemudian mengobrol bersama adeknya.
Di sisi lain...
"ayo cepat sayang, taruh semua makanan di meja. Sebentar lagi tamunya datang" ucap Mala bolak balik meja dapur ke ruang makan sambil membawa nampan berisi makanan. Ada ayam panggang bumbu pedas kesukaan Aleta, tumis kangkung kesukaan Evano, tumis pare yang dibuat khusus untuk tamu istimewa, siapa lagi kalau bukan sahabat lamannya, Zanna Kirana. Dan beberapa menu lezat lainnya.
Setelah dirasa semua sudah tersaji di meja makan, kini Aleta ke kamarnya untuk bersiap-siap sedangkan Mala di depan pintu menunggu kedatangan tamu istimewanya.
"emm.. tadi mama kasih gw baju suruh pakai, gw taruh mana ya tadi" setelah sampai kamar, Aleta mencari kotak yang mamanya berikan tadi.
"oh ini, semoga saja bajunya gw suka" kemudian Aleta membuka kotak itu dan tentu saja ia sangat menyukai baju yang mamanya berikan, kemudian ia memakainya dan merias wajahnya.
Kira-kira seperti ini tampilan Aleta
HALLO GUYSS...šš
AKU UP LAGI NIH, GIMANA CERITANYA? SERU NGGAK? KALAU KALIAN SUKA JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALAIN BERUPA
LIKE KOMEN DAN VOTEā¤
MOHON MAAF KALAU ADA TYPOš
TERIMAKASIHā„
HAPPY READINGā„
__ADS_1