
Jam sudah menunjukkan pukul 11:00, Raven dan Zanna sudah menyelesaikan dua kue ulang tahun.
"Rav?" panggil Zanna.
"iya ma?" Jawab Raven baru keluar dari kamar Vania. Setelah mandi Vania langsung tertidur.
"adek kamu sudah tidur?"
"sudah ma"
"tuhkan apa mama bilang, adek kamu itu kalau udah dimandiin jam segini pasti langsung pules" kekeh Zanna.
"iya mama bener, tadi aja pas pakai baju udah merem-merem. Terus waktu Raven gendong dia langsung pules heheh"
"yasudah kalau begitu kamu beli kotak kue gih"
"di tempat biasa kan ma?"
"iya, terus nanti kamu mampir ke minimarket tolong belikan susu buat adek, susu nya tinggal dikit"
"siap ma"
"ini uangnya" menyodorkan uang.
"hati-hati bawa motornya, jangan ngebut-ngebut"
"iya mama sayang" Kemudian Raven mencium punggung tangan mamanya dan keluar.
15 menit kemudian...
Setelah membeli kotak kue, Raven menuju minimarket.
"emm..tadi kata mama disuruh beli susu buat adek, tapi susunya yang mana ya? kok aku lupa nanya ke mama sih dan aku juga lupa nama susunya apa lagi" sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Kemudian Raven masuk ke dalam minimarket.
"yaudah aku telfon mama aja" Raven merogoh ponselnya dari kantong jaket yang ia kenakan kemudian menelfon mamanya, menanyakan nama susu adeknya. Panggilan selesai, Raven berjalan mundur sambil mencari susu yang ia cari, dan BRUKK.. ia tak sengaja menabrak seorang wanita paruh baya hingga ponselnya terjatuh ke lantai. Untung saja wanita itu tidak terjatuh karena tangannya ditahan oleh Raven. Wanita itu adalah Nirmala, mamanya Aleta.
"saya minta maaf tante" Raven melepas tangannya kemudian membungkuk mengambil ponselnya.
"iya, saya tidak apa-apa" sambil membenarkan keranjang belanjaanya.
"saya benar-benar minta maaf tante,saya tidak sengaja. Tadi saya tidak memperhatikan jalan, sekali lagi saya minta maaf"
"iya, saya sudah memaafkan kamu, kamu tidak perlu sampai seperti itu" namun Raven terus saja mengatakan maaf.
"oiya kamu belanja sendiri?" tanya Mala sambil melihat ke belakang Raven.
"iya tante, tadi saya habis telfon mama saya. Saya disuruh beli susu buat adik saya tapi saya lupa nama susunya apa"
"ooh gitu, terus kamu udah menemukannya?"
__ADS_1
"sudah tante, ini.." ucapnya sambil menunjukkan susu di tangannya.
"kamu kok manis banget sih"
"maksut tante?"
"senyum kamu manis bangeett"
"tante bisa aja, tante juga cantik kok" ucapnya malu-malu.
"iihh kamu bisa aja"
"emang tante cantik kok heheh" ucap Raven sambil terkekeh.
"tuhkan iiihh..kamu itu manis banget rasanya pengen tante bawa pulang"
"bawa pulang? untuk apa tante?" tanya nya bingung.
"emm.. buat apa ya? kalau kamu mau tante mau kasih ke anak tante" goda Mala membuat Raven semakin malu.
"sudah tante jangan seoerti ini , saya jadi malu"
"kamu jangan senyum"
"ke-kenapa tan?
"ja-jangan tante, nanti aku di cariin mama aku"
"HAHHHAHAHAHAHAAHA, enggak sayang tante cuma bercanda kok. Lagian kamu gemesin banget"
"o-oh aku kira beneran"
"oiya, nama kamu siapa?"
"nama aku Raven tante" mendengar nama itu Mala seolah tak percaya, Mala menatap wajah Raven dengan seksama. Ternyata yang ia temui itu adalah calon menantunya.
"ka-ka-kamu beneran Raven?" tanya nya memastikan kemudian meletakkan keranjang belanjaannya dan memegang kedua tangan Raven.
"iy-iya tante"
"ada apa ya tante?"
"apa nama orang tua kamu Eko dan Zanna?"
"iya? kok tante bisa tahu?"
"ikut tante!" tanpa aba-aba Mala menarik tangan Raven untuk ikut dengannya. Mala menyuruh Raven menunggunya di luar sedangkan ia membayar belanjaan miliknya dan juga milik Raven. Tak lama setelah itu, Mala keluar membawa tiga tas belanjaan dan menyerahkan ke Pak Safar.
"tante? kenapa tante.." belum menyelesaikan ucapannya, Mala memotongnya.
__ADS_1
"sudah tidak apa-apa"
"tapi tante? ini tidak boleh"
"siapa yang tidak boleh?"
"maksud aku tante tidak perlu membayar belanjaan aku"
"tante tidak membayar belanjaan kamu" ucapnya santai.
"oh maaf, kalau begitu ini(merogoh kantong celananya mengambil uang)"
"tidak perlu" bantah Mala.
"maksud tante?"
"kamu tidak perlu membayar dengan uang"
"lalu??"
"kamu ikut saya"
"kemana tante?"
"sudah ikut saja"
"tapi tan.."
"sudah ayo masuk" tanpa aba-aba Mala menarik tangan Raven masuk ke dalam mobil miliknya.
Raven masuk ke dalam mobil bersama Mala, di mobil itu sudah ada Safar sedang memasukkan belanjaan mereka. Raven melihat ke arah jendela sedangkan Mala duduk menghadap ke depan. Tak lama setelah itu mobil bergerak menuju ke sebuah cafe. Dalam perjalanan Safar melihat spion yang mengarah ke belakang, ia melihat majikannya duduk bersama seorang laki-laki. Kemudain ia bertanya pada majikannya.
"maaf bu, saya mau tanya" tanya Safar masih fokus menyetir dengan kecepatan sedang.
"ada apa Safar?"
"Safar" ucap Raven dalam hati, karena merasa tidak asing mendengar nama itu.
Hallo guys.. gimana kabar kalian? semoga selalu diberikan kesehatan dan selalu dalam lindunganNya..
Terimakasih buat yang masih setia membaca Suami Berondong😁
Mohon maaf jika ada typo😊
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa Like, Komen dan Vote
Karena 1 dukungan dari kalian sangat berarti buat aku😂
Happy Reading♥
__ADS_1