A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
91. Rumah Baru


__ADS_3

Setelah kelulusan pastinya diberikan libur dua minggu bagi siswa sekolah. Satu minggu setelah kelulusan Aleta, mereka resmi menjadi pasangan suami-istri. Satu minggu lagi Raven masuk sekolah dan hari ini mereka sedang berkemas untuk pindah ke rumah baru mereka.


Tidak terlalu jauh dari rumah sebelumnya, hanya saja rumah yang sekarang menjadi lebih dekat dengan sekolah Raven.


Kini, Mala tengah membujuk putrinya agar mau pindah rumah.


"Mama, Al nggak mau pisah sama Mama dan Papa.." Aleta terus saja menolak untuk pergi dari rumah itu.


"Tenang sayang, kami akan sering berkunjung" ucap Mala dengan sabar. Putrinya terus saja bergelayut di lengannya.


"Tapi Al nggak mau jauh-jauh sama Mama, nanti kalau Al kangen masakan Mama gimana? Al di sini aja ya?" pintanya dengan memohon.


"Terus biarin Raven yang nempatin rumah itu sendiri, iya?" tanya Mala.


"Nggak perlu pindah-pindah, di sini aja.." rengeknya lagi.


"Sayang, Papa itu belikan kamu rumah baru supaya kamu bisa mandiri. Supaya nggak melulu bergantung sama Mama. Kamu nggak lupa kan apa yang dikatakan Papa dulu sama kamu?" jelas Mala memberikan pengertian kepada putri semata wayangnya.


"Jangan jadi anak manja" Aleta bergumam saat mengatakan itu.


"Nah, itu kamu ingat. Kamu juga harus ingat, sekarang kamu itu udah jadi seorang istri dan tugas seorang istri itu harus nurut sama perkataan suami. Harus ikut kemanapun suami kamu pergi. Kamu mengerti?" kata Mala dan diangguki oleh Aleta.


"Heem. Tapi, Mama.." Aleta menggantung ucapannya.


Mala memberikan senyum terbaiknya untuk meyakinkan sang putri.


Sedangkan di kamar lain. Tepatnya di kamar Zanna.


"Nanti kalau sudah sampai kabarin Mama, ya? Harus jaga diri baik-baik di sana, jangan lupa makan teratur, tidur yang cukup dan belajar yang rajin. Satu lagi, sholatnya jangan sampai bolong. Mengerti anak Mama?" remember dari Zanna untuk putranya.


Raven mengangguk patuh. "Mengerti Mama, Raven akan melakukan perintah Mama"


"Dan kamu harus ingat kalau sekarang kamu punya istri. Jadi, kamu harus bisa bertanggungjawab atas istri kamu. Jangan bikin Aleta sedih dan harus bikin dia ketawa, bahagia. Buat Aleta nyaman tinggal sama kamu. Karena dia masih sulit untuk berpisah dengan Mamanya. Kamu bisa kan bantu Aleta supaya mau pindah rumah?" ucap Zanna panjang lebar kali tinggi. (wkwk)


"Baik, Ma. Raven akan berusaha membujuk Kak Aleta" jawabnya sambil mengangguk.


"Yaudah."


"Nanti kalau Vania kangen, Vania akan telfon kakak. Nanti Vania sampelin kakak dan Kak Aleta. Tapi, kakak juga halus sampelin Vania kesini." ucap anak kecil yang sedaritadi mendengarkan di pangkuan sang ibu.


"Siap! Kakak akan sering temuin Vania. Siapa sih yang nggak kangen sama adik kakak yang paling gemes ini?.." kekeh Raven seraya menggelitik perut adiknya dengan gemas.


Membuat tawa anak kecil itu menggema di setiap penjuru ruang kamar itu.


"Geli, Kak! Haha hahaha.."


"Habisnya kamu gemesin banget sih.." Raven terus menggelitik perut sang adik sambil ikut tertawa.


"Geli.. Mama tolong!" ah ternyata anak kecil itu tak sekuat yang Raven fikir. Akhirnya Vania meminta pertolongan Mamanya.


"Sudah Rav, jangan gelitikin adik kamu terus. Kasihan dia, lihatlah wajahnya sampai merah" tegur Zanna dan Raven menghentikan aktivitasnya.


"Maafin kakak ya, Dek." ucapnya dan langsung mendapat tatapan tajam dari adiknya. Tapi, tak seram sama sekali, malah gemas menurutnya.


"Kakak nakal!" ketusnya kemudian turun dari pangkuan Zanna dan berlalu keluar dari kamar.


"Eh? Malah pergi"

__ADS_1


"Mama susul adik kamu. Oiya, kamu temuin Aleta gih. Bujuk dia" titah Zanna kemudian beranjak dan berlalu menyusul Vania yang pergi entah kemana.


"Iya, Ma."


SKIP


"Mobilnya sudah siap, Bu. Mana kopernya, biar saya bantu masukkan" ucap Safar yang berdiri di depan pintu kamar Aleta.


"Iya, kopernya di sana. Tolong segera kamu masukkan ya, saya masih bujuk Aleta. Daritadi dia nggak mau lepas" tunjuknya ke arah koper yang berjejer di samping lemari.


"Baik, Bu" setelah itu Safar berjalan mendekati koper itu.


"Pak Safar jangan berani sentuh koper gue!" sentak Aleta saat supir itu akan menyentuh gagang koper miliknya, hingga Safar harus berdiri tegap lagi.


"Sudah, bawa saja" Mala mengode supir itu lewat bisikan. Dan Safar segera menyeret koper-koper itu keluar.


"Pak Safar!! Mama, Al nggak mau pergi.." rengeknya lagi saat kopernya dibawa pergi.


"Ayo sayang, Mama antar kamu turun" Ajaknya setelah beranjak dan menuntun Aleta keluar.


"Tapi Al nggak mau, Mama.." Aleta tetap keukeuh menolak, namun Mala tetap menariknya ke pintu.


"Udah ayo!" sesampainya di depan pintu, mereka langsung berhadapan dengan Raven yang sepertinya akan masuk.


"Kak Aleta?" panggilnya heran saat sampai di sana Mamanya menyeret Aleta.


"Raven? Rav, gue nggak mau pindah. Gue nggak mau jauh-jauh sama Mama. Bantuin gue, ya?" pinta Aleta pada Raven dengan tatapan memohon.


"Tapi.." Raven menggantung ucapannya kemudian melirik Mala bermaksud meminta bantuan.


"Mamaa..." Aleta berteriak memanggil sang ibu saat ditinggal.


"Ayo, Kak" kemudian Raven mengajak Aleta turun. Tapi, Aleta menggelang. "Gue nggak mau!"


"Pak Safar sudah menunggu, sama Mama juga kasihan kalau kelamaan nunggu" ucap Raven yang masih sabar.


"Tapi, gue nggak mau pindah rumah, Raven!" ucapnya lirih, namun penuh penekanan.


Kemudian Raven sedikit membungkuk membelakangi Aleta, lalu membawa Aleta ke gendongannya. "Ayo, Kak!"


"Eh! Eh! Turunin gue!" ronta Aleta sambil menepuk punggung orang yang menggendongnya.


"Nanti aku turunin kalau udah sampai di bawah" ucap Raven.


"Turunin gue! Gue nggak mau..." Aleta terus saja menolak tak ingin pindah.


Raven menuruni anak tangga dengan hati-hati. Sesampainya di depan pintu, sudah ada kedua ibu di sana yang menatapnya dengan bingung.


"Astaga? Kalian ngapain gendong-gendongan?" Zanna syok menyaksikan aksi kedua anaknya.


"Aleta, kamu ini nyusahin suami kamu aja. Minta gendong segala" ucap Mala sambil terkekeh.


"Turunin gue! Ishh.." lalu Aleta turun dengan paksa.


"Tadi Kak Aleta nggak mau jalan sendiri, jadinya aku gendong aja" ucap Raven menjelaskan.


Aleta terbelalak, bagaimana bisa cowok itu mengatakan yang lain, "Apa? Nggak kaya gitu, gue bisa jalan sendiri kok!" pekiknya kesal.

__ADS_1


"Kakak gendong Kak Al, lucuu.. Vania juga mauu" pinta anak kecil itu yang juga ikut menyaksikan.


"Sini, Kakak gendong" ucap Raven yang akan meraih adiknya, namun ditolak oleh Mamanya.


"Kakak mau berangkat, nanti kita berkunjung ke rumah kakak ya?" ucap Zanna pada putri kecilnya, Vania mengangguk patuh.


"Yaudah, kalian masuk gih." titah Mala kepada keduanya untuk segera masuk ke mobil.


"Ayo, Kak" ajak Raven dan Aleta menggeleng tanda tak mau.


"Ayo, Al.." titah Mala, dan lagi-lagi Aleta menggeleng.


"Mau masuk sendiri apa aku gendong lagi?" Raven berbisik tepat di telinganya.


"Apaan sih! Gue bisa jalan sendiri!" sewot Aleta seraya mendorong tubuh Raven darinya.


"Yaudah, masuk!"


"Tapi, Mama janji ya? Nanti Mama ke rumah baru Al sama bawain makanan kesukaannya Al?" tanya Aleta kepada sang ibu.


Wanita itu mengangguk, "Iya, Mama janji"


"Yaudah, Al masuk" ucapnya kemudian masuk mobil.


"Kami berangkat dulu, ya? Assalamu'alaikum.." ucap Raven setelah duduk di dalam mobil.


"Waalaikumsallam" jawab kedua ibu bersamaan.


Kemudian mobil melesat pergi meninggalkan rumah itu. Menuju ke rumah baru..


.


Di perjalanan ke rumah baru.


"Saya do'a kan semoga kalian betah di rumah baru kalian." ucap Safar terdengat tulus.


"Aamiin, semoga ya Pak." Raven yang menjawab karena cewek itu sepertinya masih kesal.


.


.


.


Yeaayyy!!


Kasih kritik dan saran kalian dong guyss


Author lagi nggak enak badan, jadi update nya pelan-pelan ya? Doa in semoga Authornya cepet sembuh dan kembali sehat. Aamiin.


**Tenang aja, tabungan di draft masih buanyak. Di draft udah sampai episode 100, kalian masih semangat dong pastinya buat nungguin update an cerita ini?


Setiap hari aku nulis, dan bisa tembus dua sampai tiga episode perharinya. Kalau kalian semangat baca dan kasih like, aku bakalan lebih semangat lagi nulisnya. Dan bisa double up pastinya, hhehee**


Jangan lupa Like!


.

__ADS_1


__ADS_2