
"ada apa ya, kenapa tante Zanna bertanya seperti itu" gumamnya dalam hati, kemudian melanjutkan mencuci piring.
Di sisi lain, Raven dan Evano sedang mengobrol di ruang tamu.
"Raven" Evano memanggil Raven serius.
"iya om"
"kamu pasti sudah tahu soal perjodohan ini"
"i-iya, Raven sudah tahu" ucapnya terbata.
"kamu tidak usah khawatir, om akan bantu kamu supaya Aleta menyetujuinya" Evano memegang pundak Raven.
"apa kamu mencintai anak saya?" pertanyaan Evano menggetarkan jantungnya, dia memang memiliki perasaan kepada Aleta namun dia sendiri belum yakin apakah itu rasa cinta, suka atau rasa apa.
"sejujurnya aku juga tidak tahu dengan perasaan aku terhadap kak Aleta, om"
"om yakin, suatu saat nanti kalian akan saling mencintai"
"tapi apa itu mungkin, om. Sedangkan kak Aleta terlihat seperti tidak tertarik dengan Raven?" Raven menunduk.
"kamu jangan berfikir seperti itu, kamu harus berusaha. Kamu harus bisa mendapatkan hati Aleta, om percaya sama kamu"
"Raven akan berusaha, om"
"bagus, om senang mendengarnya"
Kegiatan bersih-bersih sudah selesai sekarang semua orang berkumpul di ruang tengah, untuk membicarakan hubungan Raven dan Aleta.
"papa ngapain suruh semua orang kumpul di sini?" tanya Aleta dalam hati.
"semua orang sudah berkumpul, mari kita mulai" Evano memulai pembicaraan.
"sebenarnya ini ada apa? kenapa kalian terlihat sangat serius" tanya Aleta pada semua orang, karena ia memperhatikan semua orang nampak begitu serius.
"jadi begini sayang" ucap Mala.
"mama, papa dan tante Zanna itu bersahabat baik" lanjutnya.
"ma-maksud mama?"
"tante akan jelaskan sama kamu" ucap Zanna dan Aleta mendengarkan setiap kata yang diucapkannya. Antara senang karena pada akhirnya ketiga sahabat dipertemukan, sedih karena mendengar kalau ternyata papanya Raven sudah meninggal, dan bingung karena mamanya nggak pernah cerita soal ini. Dan ia kaget begitu mendengar kata-kata terakhir yang diucapkan Zanna.
"APA?!" teriaknya dalam hati, sedangkan mulutnya menganga tidak percaya.
"apa maksud dari semua ini?" tanya Aleta begitu Zanna selesai bicara.
"pa? ma?" lanjutnya, menatap kedua orangtuanya bergantian. Sedangkan Raven sedari tadi menunduk sekilas melirik Aleta, ia takut kalau Aleta tidak menyetujuinya.
"kamu tenang dulu sayang" ucap Mala pada putrinya.
"huuuft..(Aleta membuang nafas kasar) apa maksud dari semua ini?" tanyanya sekali lagi.
"perjodohan?" ucapnya dalam hati. Kemudian menatap Raven.
"lo udah tahu kan soal ini?" Aleta bertanya pada Raven, dan Raven mendongak.
"ma-maaf kak" jawabnya terbata.
"lo.. apa nggak ada kata lain yang keluar dari mulut lo selain kata itu?" tanya Aleta penuh penekanan, mendengar Raven selalu mengucapkan kata maaf padanya. Raven hanya diam sambil menunduk.
"sudah sayang, kamu jangan seperti itu padanya" ucap Mala melerai sembari menggenggam lengan Aleta.
"ma.."
"Aleta cukup!" Evano bicara menatap putrinya tajam. Aleta langsung luluh dan duduk disamping mamanya.
__ADS_1
"cepat kamu meminta maaf pada Raven" perintah Evano, Aleta diam.
"Aleta!" teriak Evano tersulut emosi. Aleta takut dengan papanya langsung memeluk mamanya erat.
"pa.."ucap Mala menenangkan suaminya.
"maafkan sikap Aleta yang tadi ya, Raven" ucap Mala pada Raven.
"iya ma, Raven mengerti. Mungkin kak Aleta tidak akan menyetujuinya, jadi Raven tidak akan memaksanya untuk menerima perjodohan ini"
"gw nggak akan pernah menerima perjodohan ini" ucap Aleta sekilas melirik tajam Raven.
"Aleta! papa bilang cukup!" ucap Evano sekali lagi.
"Aleta... Aleta sudah punya pacar" ucapnya berbohong, dan semua orang menatapnya termasuk Raven.
"siapa? siapa pacar kamu? sampai membuat kamu membangkang sama perintah orangtua kamu" tanya Evano.
"a-ada" jawabnya terbata tanpa menatap papanya.
"mampus gw (memegang hidungnya)" ucapnya dalam hati.
"Aleta?" panggil Mala dan Aleta menoleh.
"mama tahu kalau kamu belum punya pacar"
"A-Aleta udah punya kok ma" ucapnya lagi sambil memegang hidungnya.
"mama yakin sangat yakin kalau kamu sedang berbohong"
"Aleta nggak bohong ma" ia memegang hidungnya lagi.
"Aleta, kamu ini anak mama"
"mama tahu kalau kamu bicara bohong kamu akan memegang hidung kamu" sadar tangannya sedang memegang hidungnya ia langsung menurunkan tangannya.
"ya karena kamu anak mama, mama tahu semua hal tentang kamu sayang"
"kalau mama tahu semua hal tentang Aleta, kenapa mama nggak pernah cerita soal ini?"
"ya, karena mama fikir belum saatnya kamu tahu, sayang"
"terus kapan waktunya Aleta tahu?"
"ya, mama juga nggak tahu sayang. Dan kamu lihat sekarang, kamu sudah tahu semuanya, sekarang sudah tidak ada rahasia lagi yang mama sembunyikan dari kamu" menggenggam kedua tangan putrinya.
"tapi nggak gini ma"
"mama pasti tahu, kalau semua ini terlalu..." ucapannya dipotong Mala.
"mama tahu, semua ini terlalu mendadak untuk kamu. Tapi tolonglah, sekali ini saja kamu mau ya menerima perjodohan ini?"
"tapi ma.."
"tidak apa-apa Mala, biarkan dia berfikir dulu" ucap Zanna.
"tidak apa-apa kak, awalnya aku juga kaget mendengar semua ini, tapi setelah aku fikirkan perlahan aku mulai mendapatkan jawabannya" ucap Raven sedikit gugup.
"dan aku yakin, kakak pasti akan mengerti seiring dengan berjalannya waktu" lanjutnya.
"diam kamu, kamu tahu apa soal semua ini? Kamu hanya anak kecil"
"sudah cukup Aleta!, kamu sudah kelewatan" ucap Evano.
"pa..."
"sudah sayang, pa sudah jangan terlalu memaksa Aleta. Biarkan Aleta berfikir dulu" Mala melerai.
__ADS_1
"iishhh" kesal Aleta, kemudian berlari menaiki anak tangga masuk ke kamarnya dan menguncinya dari dalam.
"apa-apaan semua ini?" ucapnya setelah merebahkan tubuhnya tengkurap di ranjang sambil menangis.
"kenapa gw harus dijodohin, emangnya gw terlihat seperti nggak bisa cari jodoh sendiri? hiks hiks" isaknya dibalik bantal.
"tapi...(beralih berbaring menghadap langit-langit kamarnya) apa sikap gw tadi kelewatan sama Raven? aakhh.. kenapa jadi gini siihh"
tok tok tok (suara ketukan pintu dari luar kamar Aleta)
"Aleta pengin sendiri" teriaknya dari dalam kamar.
"kak Aleta?" panggil Raven dari balik pintu, ia kira mamanya yang mengetuk pintu ternyata bukan. Aleta bangun dan berdiri di depan pintu.
"lo ngapain kesini?"
"maaf kak, aku.."
"kalo lo kesini cuman mau minta maaf mending lo nggak usah dateng kesini lagi"
"aku tahu kakak pasti sedang marah dan kecewa sekarang ini, tapi kakak coba mengertilah bagaimana perasaan orangtua kita"
"dulu mereka bersahabat dengan baik seolah tidak ada yang bisa memisahkan mereka, tapi dulu mereka terpaksa berpisah karena suatu hal dan itu sangat menyulitkan kehidupan mereka"
"dan pada akhirnya mereka dipertemukan lagi, yaa walaupun mereka harus kehilangan satu sahabatnya. Coba kakak bayangkan bagaimana perasaan mereka? rasa sakit itu tidak sebanding dengan rasa marah dan kekecewaan kakak sekarang" Aleta mendengarkan setiap kata yang diucapkan Raven dan itu sedikit membuatnya sadar dengan perbuatannya.
"gw tahu" ucapnya lirih dan mungkin Raven tidak mendengarnya.
"tapi gw nggak mau dijodohkan dengan cara seperti ini, semua ini tidak masuk akal" ucap Aleta.
"gw memang nggak pernah ngertiin perasaan mama, gw memang nggak pernah bantu-bantu pekerjaan mama hiks.. dan mungkin gw menjadi beban buat mama hiks hiks"
"gw selalu pengin dingertiin dan gw.. hiks hiks.. gw merasa kalo gw bukan anak yang baik hiks hiks"
"kak Aleta jangan nangis" ucap Raven lembut dari balik pintu. Para orangtua memperhatikan dari belakang dengan senyum haru, mungkin Raven mampu membuat Aleta menjadi lebih baik.
"terus gw harus gimana?"
"coba kakak menjernihkan fikiran kakak dulu, jangan tersulut emosi. Kakak berfikirlah dengan kepala dingin" ucap Raven menenangkan.
"coba kakak tarik nafas dari hidung" Aleta mengikuti perintah Raven.
"tahan selama 3 detik"
"1..2..3... hembuskan pelan-pelan lewat mulut" dan Aleta berhasil melakukannya.
"apa kakak sudah lebih tenang sekarang?" tanya Raven lembut.
"sedikit" jawabnya singkat.
"apa kakak sudah membuat keputusan?" pertanyaan Raven membuatnya berfikir lagi.
"gw heran sekaligus kagum sama lo" ucap Aleta tiba-tiba.
"maksud kakak?"
HALLO GUYSS...🙌😁
AKU UP LAGI NIHHH😀
GIMANA CERITANYA? SERU NGGAK? KALAU KALIAN SUKA TINGGALKAN JEJAK KALIAN BERUPA
LIKE KOMEN DAN VOTE
MOHON MAAF BILA ADA TYPO😂
TERIMAKASIH♥
__ADS_1
HAPPY READING♥