
Sampai di rumah...
"Aleta pulang.." ucap Aleta masuk ke dalam rumah.
"eh kamu sudah pulang?"
"tante? kok tante di sini?" Aleta kaget melihat Zanna di rumahnya kemudian ia mendekat dan mencium tangannya.
"halo kak" sapa Vania.
"hai cantik" ucapnya sambil mengelus pipi Vania.
"mama di mana tante?"
"ada apa sayang?" suara Mala dari belakangnya.
"ma?" kemudian Aleta mencium punggung tangan mamanya.
"em... Aleta ganti baju dulu ya ma, tante?" pamitnya dianggukkan oleh Zanna.
"iya sayang" ucap Mala. Kemudian Aleta menaiki anak tangga dan masuk ke kamar.
"kok tante Zanna kesini lagi? atau jangan-jangan..(membekap mulutnya dan melototkan matanya)" kemudian Aleta mengatur nafasnya seperti yang diperintahkan Raven padanya kemarin.
"kalau iya gw harus jawab apa?" gumamnya.
"nanti aja gw pikirin mending gw ganti baju dulu" kemudian ia mengganti bajunya.
Tak lama setelah Aleta mengganti baju, terdengar suara motor di halaman rumahnya ia segera melihat dari tirai jendela kamarnya. Betapa kagetnya ia mendapati sosok yang sangat ia kenal, siapa lagi kalau bukan Raven.
"Raven?" batinnya sambil mengerutkan alisnya.
Sebelumnya...
Mala menyuruh Safar untuk menjemput sahabatnya karena sudah rindu padahal baru kemarin mereka bertemu.
"hai Zanna, aku kangen banget sama kamu" ucap Mala langsung memeluk sahabatnya dan dibalas pelukan tak kalah erat oleh Zanna.
"kan kemarin kita sudah ketemu masa kamu sudah kangen" ucap Zanna tertawa.
"aku juga kangen sama kamu" lanjutnya.
"hai Vania, kamu kangen nggak sama mama Mala?" tanya Mala pada Vania yang ada di gendongan mamanya.
"enggak tante" ucap Vania sambil menggeleng itu membuat dua ibu didepannya tertawa lepas.
__ADS_1
"yaudah, ayo masuk" dianggukkan oleh Zanna.
Mereka berdua mengobrol, ada tawa kebahagiaan yang tersirat dalam wajah mereka. Mereka terlihat sangat dekat meski sudah lama berpisah.
"oh iya, bagaimana kalau kamu suruh Raven kesini? biar tambah rame" usul Mala dan disetujui Zanna.
"benar sekali, sebentar aku telfon dia"
tut tut tut (panggilan masuk)
Raven diparkiran sedang memakai helmnya merasa ponselnya berdering.
drutt drutt druut
"mama?" ucapnya setelah melihat nama si penelfon. Kemudian segera mengangkatnya.
"hallo ma?"
"hallo sayang, kamu sekarang masih di sekolah?"
"iya ma, ini Raven sudah mau pulang"
"em.. sekarang mama ada di rumah mama Mala, apa kamu mau kesini?"
"mama ada di rumahnya kak Aleta?" batinnya.
"kamu hati-hati ya"
"iya mama" panggilan berakhir kemudian Raven menaiki motornya ke arah rumah Aleta.
_______________________________
Raven sudah sampai di rumah Aleta segera memarkirkan motornya. Kedua ibu mendengar suara motor segera membukakan pintu.
"itu pasti anak kamu" ucap Mala begitu mendengar suara motor.
"biar aku saja yang buka" lanjutnya, dianggukkan oleh Zanna.
"ma?" melangkah ke arah pintu dan pintunya sudah dibuka oleh Mala, Raven meraih tangan Mala dan menciumnya.
"ayo masuk" dianggukkan oleh Raven.
Kemudian Raven masuk dan diajak ke ruang tengah.
"mama? adek?" sapa Raven kemudian mencium tangan mamanya.
__ADS_1
"duduk sayang" perintah Mala mempersilahkan duduk.
"iya ma"
"kakak..." begitu Raven duduk Vania langsung memeluknya.
"adek? ada apa dek?" ucap Raven beralih memangku adiknya.
"aku tadi dikasih boneka sama mama Mala, kak" ucapnya sambil menunjukkan boneka yang ia pegang ke arah kakaknya.
"waaahh bagus banget boneka nya"
"iya dong kak"
"tadi udah bilang terimakasih belum? sama mama Mala?"
"sudah dong kak"
"pinter" sambil mencubit hidung Vania.
"waah ternyata Raven sangat menyayangi adiknya" ucap Mala.
"iya Mal, aku seneng kalau mereka selalu seperti itu"
"mama harap kamu juga menyayangi anak mama seperti itu" ucap Mala penuh harap.
"iya ma, Raven pasti akan menyayangi dan mencintai kak Aleta" ucapnya malu-malu dan para ibu tersenyum bahagia.
Semua orang di ruang tengah asik mengobrol, tidak tahu ada sepasang mata dari atas menyunggingkan senyumnya melihat kedekatan kakak beradik dan orangtuanya.
"oh iya Mal, kok Aleta belum turun?" tanya Zanna kepada Mala. Raven mendongak melihat ke lantai atas dan melihat Aleta sedang berdiri melihat ke bawah namun Aleta menyadari bahwa Raven menatap ke arahnya langsung kelabakan dan lari ke kamarnya.
"iya juga ya? kok lama banget Aleta ganti baju doang"
"kak Aleta ngapain lari-lari?" batinnya.
HALLO GUYS😀🙌
AKU UP LAGI NIHH, TERIMAKASIH BAGI YANG MASIH SETIA NUNGGUIN UP DARI AKU😁
TINGGALKAN JEJAK KALIAN BERUPA
LIKE KOMEN DAN VOTE JUGA YAA
MOHON MAAF JIKA ADA TYPO😂
__ADS_1
TERIMAKASIH♥
HAPPY READING♥