A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
43. Flashback


__ADS_3

Kejadian itu 2 tahun yang lalu, saat ia masih menjadi murid baru di SMA. Aleta jatuh cinta pada pandangan pertama kepada kakak kelas dari kelas 12 yang terkenal playboy, namun Aleta tidak peduli dengan hal itu ia masih terus menyukainya. Hingga suatu hari ia bertemu di luar sekolah dan bicara empat mata dengannya di sebuah cafe. Pria itu mengaku sudah menyukainya dari lama, Aleta mendengar hal itu senangnya bukan main kalau ternyata orang yang ia suka juga menyukainya.


Beberapa minggu bertemu akhirnya mereka menjadi dekat dan pria itu menyatakan cinta padanya, lalu mereka resmi berpacaran. Namun, playboy tetaplah playboy kalau nggak punya cewek lain. Hubungan mereka berjalan lancar selama 2 bulan terakhir, namun Aleta merasa ada yang tidak beres dengan hubungannya, semakin hari pria itu seperti menjauh. Padahal waktu hubungan mereka masih baik, Aleta melakukan apapun untuk pria itu. Bahkan jalan-jalan kemanapun Aleta juga yang membiayai perjalanan mereka, tapi Aleta sama sekali tidak keberatan karena ia sangat mencintai pria itu. Dan pria itu sempat ingin menciumnya namun Aleta masih berfikir jernih dan mendorong tubuh pria itu.


Hingga suatu malam, saat ia hendak pergi ke toko tidak sengaja ia melihat motor pacarnya sedang membonceng seorang wanita. Mereka terlihat sangat dekat bahkan wanita itu memeluk erat pinggangnya. Tanpa fikir panjang ia langsung menyuruh supirnya untuk mengikuti kemana motor itu pergi. Tak lama motor itu berhenti di sebuah hotel, walaupun tidak terlalu mewah.


Aleta mengerutkan dahinya bingung, fikiran aneh mulai bermunculan di kepalanya. Lalu ia nekat keluar dari mobil dan menyuruh supir untuk tidak mengikutinya masuk ke dalam. Waktu ia masuk, betapa terkejutnya dia melihat pacarnya menggandeng mesra wanita di sampingnya. Lalu ia menghampiri mereka.


"Riki, dia siapa?" tanya Aleta pada pria bernama Riki itu.


"sayang, cewek ini siapa?" tanya wanita disamping Riki.


"aku nggak tahu sayang, nggak kenal"


"apa? nggak kenal?" Aleta mulai emosi, banyak mata menyaksikan mereka.


"em.. maaf ya dek, adek siapa ya? saya nggak kenal sama kamu"


"adek? lo bilang apa tadi? kita itu udah pacaran 2 bulan dan sekarang lo berlagak seolah lo nggak kenal" ucap Aleta meninggikan suaranya.


"sebenarnya dia siapa sayang?" tanya wanita itu lagi.


"eh mbak, asal mbak tahu ya dia itu pacar saya"

__ADS_1


"pacar? maaf ya dek tapi saya calon tunangannya" ucapan wanita itu membuat Aleta tidak bisa berkata apa-apa.


"ca-calon tu-tunangan?" ucapnya terbata.


"Riki! apa itu benar?"


"iya benar, dia calon tunangan gw" Riki ikut meninggikan suaranya, dan banyak pasang mata melihat sambil berbisik.


"l-lo jahat Rik, lo tega sama gw. Oke, ternyata bener kata temen-temen kalau lo itu memang playboy, gw nyesel pernah suka sama lo"


"gw juga" ucap Riki tanpa ada rasa bersalah.


"oke, dan buat lo mbak. Pikirin lagi kalau mau tunangan sama dia, jangan sampai ntar mbaknya nyesel kayak gw"


"lihat deh wanita itu, masa dia ngaku-ngaku pacaran sama calon tunangan orang lain" bisik orang di dekat mereka.


"iya bener, nggak tahu malu banget"


"kalau gw ada diposisi dia sekarang, pasti gw bakal malu bahkan saking malunya sampai nggak berani keluar rumah"


"apa tadi dia bilang? 2 bulan? HAHAHA.. bahkan pacarnya saja tidak mengakuinya" bisik orang yang lainnya, dan masih banyak bisikan yang menyakitkan.


"udahlah sayang, kamu nggak usah perduliin dia. Paling dia cuma salah satu fans aku di sekolah yang nekat" ucap Riki menenangkan (yang katanya) calon tunangannya itu.

__ADS_1


"iya sayang, aku percaya kok sama kamu. Lagian selama kita berhubungan aku belum pernah lihat kamu jalan sama cewek lain"


"makasih ya sayang" ucap Riki sekilas mencium kening wanita itu.


"ternyata memang benar wanita itu calon tunangannya, dan wanita itu sepertinya hanya mengaku-ngaku jadi pacarnya" bisik salah satu orang yang berkerumun.


"udah sana pergi aja kalau nggak mau jadi pelakor dek" ucap orang yang lain.


"masih kecil udah jadi pelakor, gimana gede nya nanti" begitu banyak bisikan menyakitkan dari orang-orang seisi hotel, Aleta tak tahan lagi berada di sana. Kemudian ia berlari keluar sambil menahan tangisnya, tak ingin supir melihatnya menangis karena bisa ribet kalau sampai orangtuanya tahu, ia pergi ke toilet dan meluapkan semua di sana.


"lo jahat Rik, hiks..hiks.."


"gw nggak akan berurusan sama cowok lagi, apalagi sampai pacaran" tangis Aleta di dalam kamar mandi. Setelah kurang lebih 15 menit berada di sana, supir menelfon lalu ia segera mencuci muka dan keluar menuju ke mobil dan pulang. Dan buktinya, setelah hubungannya dengan Riki benar-benar berakhir selama kurang lebih 2 tahun ini ia belum pacaran.


Hai guys aku up lagi😁


Jangan lupa tinggalkan Like Komen dan Vote


Kalau ada typo mohon maaf😄


Terimakasih♥


Happy reading♥

__ADS_1


__ADS_2