A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
22. Bayangan


__ADS_3

Setelah Safar mengantar Zanna dan kedua anaknya sampai di rumah dengan selamat, Safar berpamitan dan kembali ke rumah Mala. Sesampainya di rumah Vania sudah tidur, karena waktu juga sudah menunjukkan pukul 21.35 pm Raven memutuskan untuk masuk ke kamarnya. Ia masih berfikir tentang perkataan orangtuanya.


"kok jadi gini sih?" ucapnya lirih duduk di tengah ranjang.


"masa gw bakal nikah sama... aakhh" ucapnya frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.


"ini beneran nggak sih? atau ini semua cuma mimpi?"


"Fany? iya, apa gw telfon Fany aja ya? Tapi kan sekarang dia lagi kerja, yaudah ah besok aja di sekolah" kemudian Aleta merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata, tak lama kemudian ia terlelap.


Disisi lain...


Raven masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya, hanya memakai celana pendek dan bertelanjang dada, karena ia tidak bisa tidur dengan memakai baju. Kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang kemudian memejamkan mata. Saat ia memejamkan mata, tiba-tiba bayangan Aleta muncul dalam fikirannya. Bayangan saat berulang kali ia menatap mata Aleta terus saja muncul sampai ia berguling ke kanan dan ke kiri untuk menghilangkan bayangan itu.


Tiba-tiba satu pertanyaan muncul dalam fikirannya.


"apa kak Aleta bakal nerima perjodohan ini?"


Pertanyaan itu terus menerus muncul di fikirannya, ia mengusap wajahnya kasar kemudian memejamkan mata mencoba untuk tidur. Setelah berhasil menghilangkan bayangan itu ia pun terlelap.


Pagi...


Seperti biasa, Aleta susah sekali dibangunkan tetapi Mala selalu mengerjai putrinya itu setiap pagi dengan berpura-pura memanggil papanya, dan beruntungnya Mala selalu berhasil mengerjai putrinya itu.


"mama itu selalu ngerjain Aleta tiap pagi" kesal Aleta sedang mengunyah roti sarapannya.


"mama itu nggak ngerjain kamu, sayang. Mama cuman pengin kalau kamu bangun pagi, itu aja kok" ucap Mala lembut.


"ya tapi kenapa mama selalu panggil-panggil papa suruh bangunin Aleta? mama seneng ya kalau Aleta dikunci di kamar mandi kayak dulu?"


"bukan itu maksud mama, mama pengin kamu bisa terbiasa bangun pagi supaya kamu nggak ngerepotin suami kamu nantinya"


"uhuuk...uhukkk.." Aleta sedang mengunyah tersedak mendengar mamanya mengucapkan kata 'suami'.


"kamu nggak apa-apa sayang?" tanya Mala sembari menepuk-nepuk punggung putrinya.


"suami?" ucap Aleta dalam hati sambil minum.


"sudah ma, Aleta nggak apa-apa. Aleta sudah selesai sarapannya, kalau begitu Aleta berangkat ke sekolah dulu ya ma" pamit Aleta mencium punggung tangan mamanya kemudian menggendong tasnya.


"sebentar sayang"


"apa lagi ma?"

__ADS_1


"ini tolong nanti kamu berikan pada Raven, ya" ucap Mala memberikan kotak makan berisi roti yang sudah diolesi selai coklat dan strowberry ke dalam tas Aleta.


"mama apa-apaan sih pakek ngasih bekal buat Raven segala" gerutunya dalam hati, tidak ingin mamanya mengomel ia hanya mengangguk kemudian berangkat ke sekolah.


Begitupun dengan Raven, ia berangkat ke sekolah sambil mengendarai motor matic miliknya tidak lupa memakai helm.


Di sekolah...


Aleta sampai di sekolah dan ternyata belum ramai siswa yang datang, karena masih menunjukkan pukul 06.35 am berarti masih kurang 25 menit lagi masuk kelas.


Begitupun dengan Raven, setelah ia sampai diparkiran ia melepas helmnya dan berjalan menuju kelas. Dan ternyata kelas X MIA 1 dan XI MIA 1 jaraknya sangat dekat hanya terhalang kamar mandi saja. Raven sampai di depan kelasnya kemudian masuk meletakkan tas, ternyata Arga belum datang dan ia memilih untuk duduk di teras kelas sambil memainkan ponselnya.


"uwaahh.. ini sih rekor terbesar gw, gw sampai di sekolah anak-anak baru sedikit yang dateng" gumamnya sembari berjalan masuk ke halaman sekolah. Karena ini memang pertama kali ia dateng ke sekolah masih pagi, biasanya kalau sampai sekolah nggak pukul tujuh kurang 5 menit ya telat.


"itu? bukannya Raven?" tanyanya pada diri sendiri, melihat ada sosok yang ia kenal sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


"ngapain dia duduk sendirian di situ?" gumamnya mulai penasaran, kemudian Aleta berjalan mendekati Raven.


"ngapain lo?" tanya Aleta tiba-tiba sudah berdiri di depannya membuatnya mendongak.


"ka-kak Aleta?"


"kok kak Aleta di sini?"


"gw baru tahu ternyata kelas lo ada di sini" ucap Aleta sedikit terkekeh.


"o-oh, terus? kenapa kak Aleta kesini?"


"nih (menyodorkan kotak makan) buat lo"


"kakak ngasih aku makanan?" ucapnya tersenyum girang sambil meraih kotak makan dari tangan Aleta.


"terimakasih kakak" ucapnya sekali lagi sambil menunjukkan senyum lebarnya kemudian membuka kotak yang ia pegang.


"seseneng itu ya lo nerimanya?" Raven mengangguk antusias sambil melahap roti ditangannya.


"eh.. pelan-pelan makannya" Raven menyantapnya dengan rakus seperti belum makan tiga hari sampai wajahnya belepotan terkena selai.


"emang tante Zanna nggak ngasih lo makan apa gimana sih" tanyanya namun tidak di gubris. Raven tengah sibuk menyantap rotinya.


"eh itu lo makannya sampai belepotan kemana-mana"


"kek anak kecil tau nggak" lanjutnya sambil menahan tawa. Kemudian Aleta merogoh tasnya mengambil tissue dan mengulurkan ke depan Raven, namun Raven sama sekali nggak menggubrisnya karena sibuk menghabiskan selai roti yang ada di kotaknya.

__ADS_1


"nih bersihin tu comot lo" perintah Aleta namun sepertinya yang disuruh tidak mendengarnya.


"madep sini" karena geram Aleta meraih dagu Raven untuk menghadapnya kemudian membersihkan comotan yang ada di pipi, bibir dan hidung Raven. Raven menerima setiap usapan yang diberikan oleh Aleta hingga Aleta selesai membersihkannya.


"udah" ucap Aleta sambil membuang tissue ke tempat sampah. Tapi Raven tersenyum licik kemudian mengotori hidung dan bibirnya lagi dengan selai yang ada di tangannya.


"masih ada kak" ucapnya sambil memanyunkan bibirnya, itu membuat Aleta tambah geram kemudian Aleta merogoh tissue lagi dari dalam tas nya dan memberikannya kepada Raven supaya ia membersihkannya sendiri.


"huufftt.. nih lo bersihin sendiri" Aleta membuang nafas kasar kemudian memberikan tissue kepada Rave dan masuk ke kelasnya meninggalkan Raven dengan kecomotannya itu.


"baru aja tadi aku bisa deket-deket sama kak Aleta, lah dia udah pergi aja" ucapnya putus asa.


Di sisi lain, Aleta sampai di dalam kelasnya dan duduk di bangku.


"ada apa dengan diri gw? makin hari gw makin aneh setiap deket-deket sama Raven" ucapnya dalam hati sembari memegang dadanya.


"tapi, Fany di mana ya? nggak biasanya dia belum berangkat?" gumamnya.


"eh guys.." panggil Aleta kepada teman sekelasnya.


"lo tau Fany kemana nggak? kok dia belum berangkat, nggak biasanya soalnya dia dateng telat"


"terus ditelfon juga nggak diangkat" lanjutnya.


"nggak tahu gw, Al" jawab Linda.


"gw juga nggak tau" jawab temannya yang lain.


"Fany kemana, ya?" batinnya.


HALLO GUYSS...🙌😁


AKU UP LAGI NIHHH😀


GIMANA CERITANYA? SERU NGGAK? KALAU KALIAN SUKA TINGGALKAN JEJAK KALIAN BERUPA


LIKE KOMEN DAN VOTE


MOHON MAAF BILA ADA TYPO😂


TERIMAKASIH♥


HAPPY READING♥

__ADS_1


__ADS_2