A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
41. Bau


__ADS_3

"yaudah kalau gitu gw mau pulang" ucap Arga beranjak dari duduknya.


"tunggu Ga, aku juga mau pulang" Raven beranjak dari duduknya, kemudian Arga pulang dengan motornya, Raven menemui Safar di parkiran.


"Bye Rav" Arga melajukan motornya meninggalkan pekarangan sekolah. Raven membalas lambaian tangan Arga dan masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah dibuka oleh Safar.


"terimakasih, Pak" ucap Raven setelah masuk ke dalam mobil. Safar mengangguk.


"kita pulang sekarang?" tanya Safar.


"iya Pak, aku sudah gerah"


"baiklah" lalu mobil bergerak meninggalkan sekolah.


Di sisi lain..


Jam sudah menunjukkan pukul 13.15 pm, Aleta berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya sambil menggigiti jari jempolnya menunggu Raven sampai rumah. Ia merasa tidak tenang setelah Safar memberi kabar untuknya.


Tadi, waktu Raven keluar dari mobil, ponsel Safar berdering. Terdapat tulisan 'Non Aleta' sedang menelfonnya, lalu ia meraih ponsel dan mengangkatnya.


"hallo Non Aleta" ucap Safar setelah menjawab telefon.


"apa sekarang Pak Safar sedang bersama Raven?" tanya Aleta.


"tidak Non, Raven baru saja keluar dari mobil menemui teman-temannya di lapangan. Memangnya ada apa Non?"


"tidak, hanya saja...Apa Pak Safar mau awasi dia?"


"maksud Non Aleta?"


"Pak Safar harus memperhatikan apapun yang dia lakukan dan kalau terjadi sesuatu segera kasih tahu gw, mengerti?"


"baik Non Aleta"


"tapi jangan kasih tahu mama soal ini"


"siap Non Aleta" sambungan berakhir, lalu Safar keluar dari mobil dan melakukan yang diperintahkan Aleta padanya.


"sepertinya tidak terjadi sesuatu" ucap Safar terus memperhatikan yang dilakukan Raven. Beberapa jam kemudian mereka sudah selesai dan istirahat. Safar terus memperhatikan gerak-gerik Raven sampai tiba-tiba ada cewek yang menghampiri Raven dan temannya, lalu Safar diam-diam mengeluarkan ponsel dan mengarahkan kamera ke arah mereka dan merekamnya. Lalu Safar segera mengirim vidio itu ke Aleta.


ting! (pesan masuk di ponsel Aleta)


"itu pasti pesan dari Pak Safar" ucapnya kemudian membuka pesan itu.


"vidio? vidio apa ini?" lalu Aleta menonton vidio dari Safar.

__ADS_1


"siapa cewek ini? berani-beraninya dia deketin Raven"


"pakek kasih tissue segala lagi, dasar cewek ganjen, caper, tebar pesona" segala ungkapan ia lontarkan sambil menonton vidio itu dengan kesal.


"bikin mood gw BAD aja sih"


"tapi.. ngapain gw kesel? mungkin dia temennya, kan? atau temen dari temennya? tapi kenapa cuma Raven yang di kasih tissue? kenapa temennya enggak? ahh bodo amat gw nggak peduli, mau itu temennya kek, temen dari temennya atau apalah itu, huuuftt.." lalu ia meletakkan ponsel di meja dan merebahkan dirinya di kasur memejamkan mata. Tak lama setelah itu terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah, Aleta langsung membuka mata dan berlari ke arah jendela mengintip ke luar.


"akhirnya dia pulang" ucapnya lirih.


"terimakasih Pak, aku masuk dulu" Safar mengangguk sambil tersenyum lalu Raven masuk rumah. Sampai dalam ia tidak melihat tanda-tanda ada orang, lalu ia menaiki anak tangga dan masuk ke kamarnya. Namun sebelum meneruskan langkah ia berhenti di depan pintu kamar Aleta.


tok tok tok (Raven mengetuk pintu kamar Aleta)


"kak.." saat ia hendak mengetuk pintu lagi Aleta sudah lebih dulu membukanya, Aleta memasang raut sedikit kesal.


"kemana semua orang?" tanya Raven.


"pergi" Aleta menjawab dengan nada juteknya.


"kemana?"


"nggak tahu"


"kok kakak kek kesel gitu sih"


"aku bau ya?" tanyanya sambil mengendus dirinya sendiri.


"kalau tahu bau kenapa masih di sini? sana cepetan mandi"


"kakak hobi sih banget ngusir-ngusir aku"


"huuft.." Aleta menghembuskan nafas kesal dan memutar matanya malas lalu masuk ke kamar dan menutup pintu.


"kak?" panggilnya dari luar karena Aleta sudah menutup pintu kamarnya.


"udah sana cepetan mandi..." teriak Aleta dari dalam kamar.


"kakak marah ya sama aku?" Aleta tidak menjawab.


"kakak kenapa? aku minta maaf kalau aku ada salah"


"kak? jangan giniin aku dong, bicara sama aku kak"


"aku jangan didiemin, aku capek lho kak habis latihan" rengeknya seperti anak kecil.

__ADS_1


"kak?" teriaknya dari luar sambil menempelkan pipinya di pintu dan mengetuk pintu hanya menggunakan jari telunjuknya.


"apaan sih dia, padahal sekarang gw lagi kesel lho sama dia, tapi dengar dia bicara kek gitu gw malah gemes dan rasa kesel gw jadi hilang" Aleta membatin sambil senyum-senyum.


"kak?" Raven masih saja memanggilnya dari luar.


"berisik banget sih, udah 10 menit lho dia di luar" gerutu Aleta.


ceklek.. (Aleta tidak tahan lagi, ia membuka pintu dan melihat Raven masih berdiri di depan pintu kamarnya)


"astaga, lo ngapain masih berdiri di depan kamar gw, bukannya mandi" ucap Aleta syok.


"kakak nggak marah kan sama aku?"


"enggak, ngapain juga gw marah sama lo?"


"kenapa kakak diemin aku tadi?"


"yaa.. karena lo bau" ucapnya asal bicara, padahal bukan itu alasan dia kesal sama Raven.


"masa karena aku bau kakak jadi nggak mau bicara sama aku?"


"apaan sih udah sana mandi" Aleta mendorongnya pelan.


"yah kan tangan gw kena keringat lo" melihat telapak tangannya yang terkena keringat dari lengan Raven.


"udah sana mandi, ntar kalau udah mandi udah bersih lo boleh ngomong apapun sama gw"


"beneran ya kak? awas aja kalau kakak bohong" Raven menyeringai senang.


"iya, gw mau nonton tv" Aleta menjawab pasrah kemudian berjalan turun menuju ruang tv. Sedangkan Raven masuk ke kamar dan membersihkan dirinya.


"gw pasti udah gila" gumamnya sambil berjalan ke ruang tv. Tak butuh waktu lama Raven membersihkan dirinya, apalagi setelah mendengar kalau Aleta akan bicara padanya. Ia turun dengan rambutnya yang masih basah menemui Aleta ke ruang tv.


Haii.. aku up lagi😊


Makasih buat yang masih setia baca cerita ini


Jangan lupa untuk selalu Like Komen dan Vote


(satu lagi guys, Follow juga akun aku xixixi😁)


Mohon maaf kalau ada typošŸ˜„


Terimakasih♄

__ADS_1


Happy reading♄


__ADS_2