A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
97. Tidur Siang


__ADS_3

Kak Aleta


'Nanti pulang sekolah gue jemput, langsung ke rumah Mama'


''Ga, nanti pulangnya kamu nggak usah anterin aku.'' ucapnya kepada Arga setelah membaca chat dari istrinya yang nanti akan menjemputnya sepulang sekolah.


"Kenapa?" tanya Arga sambil mengernyit.


"Katanya nanti Kak Al yang jemput" jawabnya.


Arga mengangguk, "Oalah, oke!"


"Kak Al, siapa sih? Dari kemarin Raven panggil orang itu terus. Penasaran'' batin Bella dari bangku di belakang mereka, yang sepertinya sudah kepo tingkat akut.


Tadi pagi, Arga menjemput Raven dan mengajak Raven ikut bersamanya. Dengan segala rengekan yang agak alay itu akhirnya mau tidak mau Raven menurut untuk berangkat bareng.


Saat Raven sepertinya sedang membalas chat dari sang istri, Arga berinisiatif mengecek orang di bangku belakangnya.


"Woe! Ngelamun, kenapa lo?" tanya Arga mengeraskan suaranya dan membuat cewek itu kaget dengan aksinya.


"Apasih, ikut campur aja sama urusan orang!" sewot Bella yang tingkat kekesalannya mungkin sudah meninggi setiap kali berhadapan dengan cowok bernama Arga itu.


"Nggak usah ngegas anying!" sembur Arga tak terima.


"Bodo!"


"Kalian berdua bisa nggak sih kalau ketemu nggak berantem? Akur gitu bisa nggak?" tanya Raven yang sepertinya sudah lelah setiap hari menyaksikan pertengkaran sahabatnya dengan satu teman sekelasnya itu.


"NGGAK!!" jawab keduanya serempak.


SKIP


"Ga, gue pulang duluan ya, Kak Al udah di depan" ucap Raven seraya memakai tas ransel miliknya.


"Iya, sampaikan salam gue buat Ibu Negara!" sahut Arga.


Raven mengernyit tak mengerti, "Ibu Negara?"


"Lupain aja, udah sana pulang gue juga mau pulang"


"Kamu hati-hati" ucapnya sebelum pergi.


"Lo juga."


Kemudian Raven berlalu pergi dan disusul Arga di belakang.


"Raven pulang dijemput siapa?" tanya seseorang yang tiba-tiba berada di sampingnya saat berjalan ke parkiran.


"Kepo deh!" ketus Arga tak menghiraukan dan semakin melebarkan langkah kakinya sehingga membuat langkah cewek itu tertinggal jauh.


"Ishh.. Ngeselin banget sih!" decak Bella setelah menghentikan langkahnya.


Tubuh Arga berbalik dan mengeluarkan lidahnya ke arah Bella yang sudah tak membuntutinya, "Wlee!"


"Gue harus cari tahu soal kakak yang dimaksud Raven itu. Setahu gue Raven nggak punya kakak deh, kalau adik sih dia emang punya karena hampir tiap hari mereka berdua selalu omongin di kelas" gumamnya sambil berjalan perlahan.


Di dalam mobil.


Aleta menjemput Raven bersama Safar.


"Tumben dia nggak ngintil di belakang lo sama Arga." ucap Aleta tiba-tiba dan membuat Raven menatapnya bertanya-tanya. "Dia, siapa?"


"Bella? Katanya tadi dia ke perpus dulu mau balikin buku" jelas Raven dan diangguki oleh Aleta.


"Sana ih!" Aleta mendorong tubuh cowok itu yang sepertinya akan menjadikan pahanya sebagai bantal.


"Kenapa?" tanyanya setelah kembali duduk menatap penuh tanya ke arah istrinya. Aleta menggeleng sebagai jawaban.


"Masa tiduran doang nggak boleh?" tanyanya.


"Ada Pak Safar emang nggak malu?" tanya Aleta dan kepala cowok itu menoleh ke kursi kemudi.


"Pak Safar nggak apa-apa kan kalau aku tiduran di paha Kak Aleta?" tanya Raven kepada supir itu. Sontak kedua mata Aleta melotot, sedikit terkejut bahwa cowok itu bertanya akan hal itu kepada supirnya.


"Sama sekali tidak, silahkan saja" jawab supir itu sambil berusaha menahan tawa.


"Tuhkann.." ujarnya setelah kembali menghadap Aleta.

__ADS_1


"Duduk aja, lo bisa tiduran ntar sampai di rumah" ucap Aleta masih berusaha menolak. Sedangkan cowok itu meraih ujung switter yang ia kenakan dan sesekali menarik-narik kecil ujung switter itu.


"Ada apa sih? Aneh banget" gumam Aleta jengah.


"Mau tiduran di sini" rengek cowok itu dengan tatapan memohon.


"Gue bilang ntar aja di rumah!" tekan Aleta geram seraya menarik switternya hingga terlepas dari genggaman Raven.


"Pokoknya mau sekarang!" rengek cowok itu lagi sambil mencebikkan bibirnya dan langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Aleta begitu saja.


Aleta terkejut dan mengangkat kedua tangannya ke udara saat kepala cowok itu berada di kedua pahanya, "Eh? Gue bilang na-.." akan melayangkan protes, tangannya ditarik dan mendarat di kepala cowok itu.


"Sambil dielus gini" ucap Raven sambil menggerakkan tangan Aleta di kepalanya.


"Iya nih udah, tidur gih kalau emang capek" akhirnya Aleta menurut dan mengelus kepala suaminya dengan sayang.


Raven mengangguk setelah melepas cekalannya dari tangan Aleta dan berpindah ke perutnya, kemudian menutup mata.


SKIP


"Sayang..." wanita paruh baya berlari keluar mendengar ada yang datang. Wanita tersebut langsung menghampiri putrinya yang masih di dalam mobil.


"Mama, Al kangen banget tahu nggak sama kalian" ucap Aleta sesampainya mamanya di sana.


"Mana suami kamu?" tanya wanita itu yang belum menyadari keberadaan Raven yang tertidur pulas di pangkuan Aleta.


"Nih, tidur. Udah Al bangunin dari sebelum nyampe tapi, nggak mau bangun juga" tunjuknya kepada sang ibu.


"Rav, bangun dong. Udah sampai di rumah" Aleta mencoba membangunkan suaminya lagi.


"Eugh.. Udah sampai ya? Eh, mama?" begitu ia bangun, ia melihat mamanya di sana. Ia bangkit dan mencium punggung tangan mamanya.


"Ya ampun kelihatannya kamu capek banget. Pasti lapar kan habis sekolah? Masuk yuk, mama udah masakin makanan kesukaan kalian" ucap Mala kepada keduanya.


Raven mengangguk patuh, "Heem."


"Yuk!" Aleta keluar lebih dulu dan disusul Raven setelahnya mengikuti Mala masuk ke rumah.


Sesampainya di dalam, terlihat anak kecil berlari ke arah mereka dengan senyum merekah.


"Adek! Kakak kangen banget sama kamu" gemas Raven setelah mengangkat anak kecil itu ke gendongannya.


"Vania juga kangen!" anak kecil itu memeluk erat sang kakak.


"Vania nggak mau main ke rumah kakak sihh.." ucap Raven sambil mencubit pelan hidung Vania dengan gemas.


"Hehehee.." kekeh Vania seperti anak kecil pada umumnya.


"Al mau ganti baju dulu" pamit Aleta dan Raven menurunkan adiknya dari gendongannya.


"Aku ikut, kak!" pekiknya kemudian berlari kecil mengikuti Aleta yang sudah berjalan lebih dulu.


"Lihat anak-anak kita udah pada besar. Aku masih nggak nyangka kalau kita benar-benar menjadi besan." ucap Mala kepada Zanna di sampingnya.


"Benar. Semoga rumah tangga mereka selalu bahagia tanpa ada orang ketiga" sahut Zanna.


"Aamiin."


"Vania mau susu" anak kecil itu merengek kepada sang ibu.


Zanna sedikit membungkuk untuk mensejajarkan tingginya dengan sang anak, "Yaudah, kita bikin yuk!" Vania mengangguk cepat.


"Aku tunggu di meja makan ya?" ucap Mala dan diangguki Zanna.


.


"Baju gue masih ada nggak ya?" Aleta mencari pakaiannya di dalam kemari.


"Ayo kak, aku udah selesai ganti" terdengar suara dari luar kamarnya.


"Bentar, gue masih nyari baju" ucapnya seraya mengambil baju di lemarinya.


"Aku tunggu di sini" ucap Raven yang sepertinya memilih menunggu di luar.


"Masuk aja daripada di luar" ucap Aleta dan membuat cowok itu sedikit terkejut.


"Nanti kalau mama lihat dikira kita lagi berantem" sambungnya.

__ADS_1


"Nggak ap-.." ingin membantah, buru-buru dipotong oleh Aleta.


"Nurut bisa nggak?!"


"I-iya, aku masuk" tanpa basa-basi lagi cowok itu masuk ke kamar.


"Tutup pintunya" titah Aleta kemudian Raven menutup pintu.


"Lo tunggu di situ, gue mau ganti" ucap Aleta seraya berjalan ke kamar mandi. Dan Raven duduk di tepi kasur menunggu sang istri berganti pakaian.


Belum lama ia duduk, rasa kantuk menyerangnya. Entah kenapa hari ini ia merasa begitu ngantuk.


"Aku rebahan dulu deh bentar sambil nunggu kak Aleta ganti baju" gumamnya seraya merebahkan tubuhnya di kasur belakangnya.


"Kenapa setiap gue ngomong sama dia tuh bawaannya pengin ngomel mulu. Kasihan juga Raven nggak ada salah gue omelin" gerutu Aleta sambil memakai bajunya.


Tak lama ia keluar dari kamar mandi dan mendapati suaminya terbaring di ranjangnya.


"Raven tidur? Kebo banget jadi orang" gumamnya sambil terkekeh. Kemudian ia berjalan menghampiri Raven.


"Lo beneran suami gue, Rav? Gemes banget tiap lihat lo lagi tidur gini bawaannya pengin cubit" gumamnya. Masih nggak nyangka kalau dirinya sudah menikah dan cowok di hadapannya ini adalah suaminya.


"Bangunin nggak ya? Tapi kasihan pasti dia capek, kalau nggak dibangunin dia belum makan siang." batinnya nampak berfikir.


"Rav, bangun" gumamnya pelan seraya menepuk pelan, sangat pelan pundak cowok itu.


"Nggak bangun juga sih. Gue juga nggak mau makan kalau dia belum makan. Gue tungguin dia bangun aja deh, sambil rebahan." ucapnya finnall.


Aleta meraih selimut dan memakaikan selimut itu di tubuh Raven.


"Pakai selimutnya, gue temenin di dekat lo" bisiknya, setelah itu ia ikut merebahkan tubuhnya di samping Raven. Dan tertidur.


Sedangkan di sisi lain, kedua ibu sudah menunggu di meja makan. Tapi, yang ditunggu tak kunjung datang.


"Kok mereka belum kesini?" tanya Mala kepada Zanna.


"Iya juga ya, coba kamu susul mereka" ucap Zanna.


"Iya, bentar aku tinggal dulu" Zanna mengangguk.


Tok tok tok


"Al.. Turun yuk, makan siang. Ajak suami kamu juga" teriak Mala dari luar.


Tak mendapat sahutan, kemudian Mala membuka pintu kamar putrinya.


"Ale-.. Ternyata mereka tidur? Nggak usah dibangunkan, pasti mereka capek" ucapnya setelah membuka pintu mendapati kedua anaknya tertidur pulas.


Lalu Mala kembali turun menghampiri Zanna di meja makan.


"Bagaimana?" tanya Zanna memastikan.


"Mereka tidur. Kita makan siang duluan aja" ucap Mala setelah mendudukkan bokongnya di kursi.


"Sepertinya Aleta sudah bisa menerima keberadaan Raven. Buktinya sekarang mereka bisa kompak gitu tidurnya" kekeh Zanna.


"Bener kata kamu, Zan. Semoga secepatnya mereka memberikan kita cucu" ucap Mala setuju.


"Eh, kamu ini sudah ngomongin cucu. Raven aja masih sekolah kelas sebelas kok" bantah Zanna sambil terkekeh pelan.


"Tidak masalah soal itu. Aku ingin segera mendengar mereka memberikan kabar itu, secepatnya!"


"Aku sih terserah mereka aja, Mal. Kalau memang mereka masih belum siap menjadi orangtua, kita bisa apa"


"Yang penting nanti kita akan punya cucu"


"Terserah kamu aja lah, Mal" Zanna menggeleng acuh menyaksikan kegirangan sahabatnya sekaligus besannya.


.


.


.


Jangan lupa Like Komen dan Vote✨


.

__ADS_1


__ADS_2