
Sedangkan Aleta setelah keluar dari UKS berjalan ke kelas tak henti-henti dia memukul jidatnya.
"ada apa sama diri gw? ada yang nggak beres nih, terus apaan tadi gw puji-puji dia" gerutunya dalam hati.
"Aleta mana sih lama banget ke toilet doang?" tanyanya pada diri sendiri mencari Aleta lewat jendela kelas.
"Aleta belum balik, Fan?" tanya Linda.
"belum, Lin"
"lah itu dia" mengarahkan jari telunjuk ke arah pintu dan Fany mengikuti arah telunjuknya.
"Al, lo tadi kemana? kok lo ninggalin kita di kantin" tanyanya begitu Aleta duduk di kursi sebelahnya.
"gw...gw ke toilet"
"tuhkan bener apa kata gw" sahut Linda.
"ke toilet doang lama banget lo" Aleta menyeringai.
"yaudah mana tadi pesenan gw"
"gw taruh di laci meja lo"
"thank you Fan, tapi gw udah kenyang"
"lo makan di mana? bukannya bekal lo masih utuh" tanya Fany heran.
"tunggu-tunggu (mengendus-endus Aleta) kok lo bau minyak kayu putih?"
"minyak?" dan Aleta mengendus dirinya.
"sebenernya tadi gw dari UKS" ucapnya lirih.
"lo lagi nggak enak badan?" tanya Fany khawatir.
"enggak bukan gw, nanti gw cerita" ucapnya karena guru sudah memasuki kelas.
Bel sudah berbunyi, tanda semua pelajaran telah selesai dan seluruh siswa meninggalkan kelasnya masing-masing.
"Fan? ke rumah gw yuk kita belajar bareng, empat hari lagi kita udah ulangan kenaikan kelas" ajak Aleta.
"gimana ya gw jawabnya? sebenarnya gw pengin banget belajar bareng sama Al, tapi kan nenek lagi sakit dan gw mesti kerja buat beli obat dan periksa ke dokter" Fany membatin.
"jadi gimana? lo nggak bisa ya? gw belajar sendiri lagi dong?" ucap Aleta memanyunkan bibirnya.
"sorry Al gw nggak bisa, sekali lagi sorry.. banget, ya" ucap Fany tidak enak.
"yaah.. nggak apa-apa pasti lo sibuk kan? tapi gw pesen sama lo, lo jangan maksain buat kerja. Kalau lo capek, istirahat jangan dipaksa, ya"
"iya Al. Terimakasih lo udah perhatian sama gw" ucap Fany dengan mata berkaca-kaca.
"iya sama-sama, Fan" kemudian mereka keluar kelas dan berjalan menuju parkiran.
"gw balik duluan ya" pamit Fany.
"lo nggak bareng gw aja?"
"nggak perlu Al, gw balik sendiri aja. Dan yah, tadi katanya lo mau cerita, apa?"
"emm.. ntar malem gw telfon lo dan cerita"
"keysip, Al. Yaudah kalau gitu gw balik duluan ya, sekali lagi sorry banget gw nggak bisa belajar bareng sama lo"
__ADS_1
"iya Fan, nggak apa-apa"
"dada Qwen..." Fany berlalu pergi meninggalkan Aleta di samping mobilnya.
"hati-hati Fan" ucap Aleta kemudian masuk ke dalam mobil, sudah ada Safar di kursi kemudi.
"temannya tadi nggak bareng, non?" tanya Safar.
"enggak Pak" jawabnya singkat, dan mobil bergerak meninggalkan sekolah.
Disisi lain, Raven mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah masing-masing.
Rumah Aleta,
"Aleta pulang..." masuk ke dalam rumah langsung menuju ke kamar ganti pakaian, selesai berganti ia turun menemui mamanya.
"ma.." teriaknya masih berdiri di tangga terakhir.
"mama di sini sayang" sahut Mala duduk di sofa menonton tv. Aleta menghampiri ikut duduk dan memeluk mamanya.
"ada apa sayang?" tanya Mala bingung tiba-tiba dipeluk.
"nggak apa-apa ma hehehe" kekehnya seraya melepas pelukan.
"ma.." panggil Aleta sedangkan mamanya masih fokus menonton tv.
"apa sayang?"
"kan empat hari lagi Aleta udah ulangan kenaikan kelas (mamanya mendengarkan) dan Aleta ajak Fany belajar bareng dia nggak bisa padahal Aleta pengin banget bisa belajar bareng" ucapnya menatap mamanya.
"tapi nggak apa-apa, mungkin dia sibuk" lanjutnya.
"mungkin dia memang sedang tidak bisa (mengelus rambut Aleta)"
"apa kamu ajak Raven buat belajar bareng, pasti ulangannya juga di hari yang sama 'kan?" ucap Mala penuh semangat.
"daripada nanti kamu kesepian, lagian mama juga udah kangen sama sahabat mama"
"baru beberapa hari nggak ketemu udah kangen lagi?" Mala mengangguk.
"tapi kasihan juga mama, masa kangen sama sahabatnya nggak ketemu, tapi.. nanti gw jadi belajar bareng sama Raven dong? gimana nih" gerutunya dalam hati.
"mama telfon tante Zanna sekarang ya?" mengambil ponsel di sebelahnya. Aleta hanya diam.
tut tut tut (dering ponsel)
"hallo? Mala? bagaimana kabar kamu?" ucap dari seberang sana.
"kabar aku baik, kabar kalian bagaimana?"
"kami juga baik, oiya ada apa kamu telfon?"
"jadi gini (melirik Aleta sebentar lalu menatap kedepan) beberapa hari ini kita jarang bertemu dan aku kangeen banget sama kamu, Zan"
"aku juga kangen sama kamu, Mal"
"gimana kalau kamu kesini? ajak Vania dan Raven juga"
"bisa Mal, nanti aku kesana ini masih nunggu Raven. ooh? itu dia baru sampai"
"nggak apa-apa nanti biar aku suruh Safar buat jemput"
"Raven pulang..." suara lirih dari telefon dan bisa di dengar oleh Aleta.
__ADS_1
"Raven baru sampai? baguslah kalau gitu, kalian bersiaplah dan nanti kalian dijemput Safar.
"oke Mal, aku tunggu"
"oiya, besok kan tanggal merah jadi apa kamu mau menginap?"
"ma.." Aleta ingin membantah namun Mala tak menggubris.
"menginap? gimana ya Mal, nanti ngerepotin kamu"
"tidak, aku malah seneng banget kalau kamu menginap di sini"
"i-yaudah nanti aku menginap di rumah kamu"
"yeay thank you Zan, aku tunggu" panggilan berakhir.
"nanti mereka kesini, kalau gitu mama panggil Safar dulu ya Al" kemudian Mala berlalu pergi menemui Safar.
"mama ini ada-ada saja, tunggu.. tadi katanya mereka bakal menginap? berarti nanti Raven juga ikut dong" gerutunya dalam hati.
"tapi.. gimana keadaan dia sekarang? apa dia baik-baik aja? aakhh ngapain juga gw khawatir sama dia"
"Al.. sini sayang" panggil Mala dari dapur.
"ada apa ma?" tanya Aleta sesampainya di dapur setelah menyuruh Safar menjemput Zanna.
"bantu mama masak untuk tamu spesial kita nanti malam"
"oiya, bekal kamu tadi mana? kok nggak kamu bawa turun"
"aduh gimana nih? bekal gw kan masih utuh, nanti kalau mama lihat bekalnya belum habis bisa kena omel" gumamnya dalam hati.
"emm.. nanti Al ambil selesai bantu mama masak"
"baiklah" dua wanita tengah sibuk menyiapkan makan malam untuk tamu spesialnya.
Disisi lain, setelah Zanna mengakhiri panggilan telfon dengan Mala.
"Rav, bersiaplah nanti kita akan ke rumah Aleta" teriak Zanna dari depan pintu putranya.
"ke rumah kak Aleta (senyum sumringah)" ucapnya lirih dari dalam kamar.
"i-iya ma" lanjutnya sambil teriak.
"kamu bawa buku juga, tadi kata mama Mala kalian mau belajar bareng"
"iya ma.."
"oiya kamu juga bawa baju ganti karena nanti kita akan menginap di sana"
"MENGINAP?" batinnya.
"ayo sayang kita siap-siap" Zanna menggendong Vania ke kamar untuk bersiap.
"aku akan menginap di rumah kak Aleta? dan aku juga akan belajar bareng? berdua?" ucapnya sambil cengengesan. Kemudian ia berkemas, tak lama setelah itu terdengar suara mobil dari luar, Safar datang menjemput kemudian mereka masuk ke dalam mobil. Mobil bergerak meninggalkan halaman rumahnya menuju rumah Aleta.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hallo guys...😊
Aku up lagi, semoga kalian suka dengan ceritanya
Mohon maaf kalau ada typo😄
__ADS_1
Terimakasih♥
Happy reading♥