A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
61. Granat


__ADS_3

Pagi nya, karena motor Raven masih di bengkel dan nggak ada kendaraan ke sekolah. Mala menyuruh Safar untuk menjemput Raven di rumahnya. Sebenarnya Raven dan mamanya sudah menolak dijemput dan ingin naik taxi saja, namun Mala tetap kekeh supaya bareng saja dengan Aleta.


Akhirnya, Raven dan Zanna menerima untuk dijemput. Kini Raven sudah berada di dalam mobil dan duduk di samping Aleta menuju ke sekolah.


"kok lo masuk? udah sembuh emang?" tanya Aleta menatapnya, Raven mengangguk pelan tanpa menoleh ia menyandarkan kepalanya di kaca mobil sambil menutup mata.


Aleta mengamati seluruh badan Raven termasuk lukanya. Ia tersenyum miris melihat luka-luka itu, walaupun lukanya tidak terlalu serius tapi tentu saja itu sakit.


"syukur deh kalau lo udah sembuh" ucap Aleta lalu kembali menatap kedepan. Sedari tadi Safar fokus mengemudi dan tidak bertanya apa-apa.


Tak lama mobil sampai depan gerbang sekolah, Safar keluar dari mobil dan segera membukakan pintu untuk Aleta. Sedangkan sepanjang perjalanan Raven masih bersandar dan mungkin dia tidur.


Saat hendak turun, Aleta berbalik dan membangunkan Raven dengan menepuk pahanya pelan.


"Rav.. kita sudah sampai" ucap Aleta lembut, perlahan Raven membuka mata dan langsung mengucek kedua matanya.


"udah sampai?" Aleta mengangguk lalu turun diikuti Raven di belakangnya.


"makasih Pak" ucap Aleta diangguki Safar dan masuk ke halaman sekolah. Raven berjalan sedikit gontai dengan memegang sebelah lengannya. Aleta melangkahkan kakinya pelan dari belakang. Mengikuti takut kalau tiba-tiba Raven pingsan atau kenapa-napa. Sebenarnya ia ingin sekali merangkul dan membantunya saat ini, namun ia tidak bisa. Ia masih terlalu takut untuk memulainya, entah kapan rasa takutnya itu hilang ia tak tahu. Saat ia hendak menyusul Raven, ia menghentikan langkahnya karena ada seseorang yang berlari melewatinya dan langsung merangkul Raven. Siapa lagi kalau bukan Arga.


"sini gw bantu jalan" ucap Arga.


"apaan sih, aku bisa jalan sendiri" Raven menolak sembari melepas rangkulan Arga.


"kayanya lo masih sakit deh Rav" ucap Arga memperhatikan wajah Raven.


"aku sehat gini, sekali lagi kamu bilang aku sakit aku granat kamu nanti" ancam Raven, terdengar seram namun malah mendapat tawa dari Arga.


"sok-sok an mau granat gw, mainan lo aja My Talking Angela" ucap Arga menahan tawa mengingat kejadian kemarin.


"emang apa salahnya sih mainin itu"

__ADS_1


"iya enggak salah sih emang, tapi ayolah bro itu mainan anak cewek masa lo yang cowok ikut-ikutan" Arga tertawa tanpa sadar ia menabok lengan Raven yang membuatnya mengaduh sambil memegangi lengannya.


"aauw.. Arga kamu kenapa tabok pas yang sakit?" rintih Raven.


"sorry sorry gw gasengaja" sedari tadi Aleta memperhatikan dan melihat Raven sedang kesakitan langsung berlari dan berdiri ditengah-tengah mereka sampai Arga memundurkan posisinya.


"lo nggak apa-apa? mana yang sakit?" tanya Aleta seperti orang panik sambil meraba lengan Raven.


"kak Al? aku nggak apa-apa" ucap Raven terbata dan bingung dengan keberadaan Aleta di sana, nggak usah tanya Arga tentu saja ia lebih bingung. Di dalam kepalanya ada banyak pertanyaan diantaranya, siapa cewek ini? kenapa peduli banget sama Raven? dan kayanya gw pernah ketemu tapi dimana? dan masih banyak pertanyaan lainnya.


"lo! kenapa lo tabok dia sih udah tahu lengannya sakit" kini Aleta memarahi Arga yang berdiri di belakangnya. Arga diam seribu bahasa lalu ia mulai ingat kalau ia memang pernah bertemu Aleta sebelumnya.


"lo beneran nggak apa-apa?" tanyanya sekali lagi dengan nada lembut, tidak dengan ucapannya tadi ke Arga yang sedikit judes.


"i-iya kak, aku nggak apa-apa kok" ucap Raven dengan senyuman.


"serius?" Raven mengangguk.


"Rav, Raven" Arga berbisik memberi kode kalau ia bertanya padanya. Raven menatap Arga dan mengerutkan dahinya bingung setelah itu menaikkan kedua alisnya merasa tidak faham. Arga hanya menghembuskan nafasnya lalu menunjuk-nunjuk punggung Aleta. Dan sepertinya saat ini Raven sudah mulai mengerti kode yang diberikan Arga.


"tapi lo serius nggak apa-apa? bisa pegang pensil nggak? takutnya nanti lo kesusahan ngerjain soal ujian" cerocos Aleta.


"kakak, tangan aku ini nggak kenapa-napa dan lagian cuman luka ringan aja kok. Aku pasti bisa pegang pensil" ucap Raven memberi pengertian, ia juga bingung tentang sikap Aleta yang tiba-tiba perhatian seperti ini.


"yaudah, gw juga mau masuk kelas" ucap Aleta kembali dengan nada seperti biasanya dan langsung berlalu meninggalkan Raven dan Arga di belakangnya.


"eh Rav" Arga mendekat ke Raven.


"apa?" Raven menjawab tanpa menoleh ke Arga dan masih memperhatikan punggung Aleta di tempatnya.


"tadi itu cewek yang kita ketemu di kantin kemarin bukan sih?" Raven mengangguk.

__ADS_1


"ternyata kelasnya deket sama kelas kita" Raven mengangguk.


"yang lo bilang pacar lo" Raven mengangguk masih menatap punggung Aleta hingga menghilang baru menatap Arga.


"lo daritadi ngangguk-ngangguk mulu, denger gw ngomong nggak sih?"


"apa? kamu tadi bilang apa?" dengan wajah tak berdosa Raven bertanya, ingin sekali Arga menonjok temannya itu tapi melihat kondisinya sekarang ia mengurungkan niatnya.


"dahlah, gw mau masuk kelas" Arga berlalu pergi mendahului Raven.


"tunggu aku, Ga" Raven sedikit berlari menyusul Arga yang hampir sampai kelas.


Jam istirahat, selesai mengerjakan soal Aleta melamunkan sesuatu.


"Al, nggak ke kantin?" tanya Fany membuyarkan lamunanya.


"kenapa Fan?"


"nggak ke kantin?" tanyanya sekali lagi.


"yuk" Aleta berdiri dan berjalan keluar kelas menuju kantin. Saat berjalan ke kantin, ia melewati kelas X IPA 1 dan sedikit menoleh ke arah jendela yang menampakkan seseorang tengah duduk sambil membaca bukunya. Aleta menyunggingkan senyumnya dan melanjutkan berjalan.


Oke gais gimana episode hari ini? silahkan tulis unek-unek kalian di kolom komentar😂


Udah berapa abad nih author kagak up? wkwkw


Maaf ya😊


Jangan lupa Like dan Vote juga yaah


Mohon maaf kalau ada typo

__ADS_1


Terimakasih


Happy reading


__ADS_2