A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
47. Dasar Aneh


__ADS_3

tok tok tok


"kak.." Raven mengetuk pintu kamar Aleta.


"apa lagi?" teriak Aleta dari dalam.


"a-aku cuma mau bicara sebentar sama kak Aleta"


"nggak bisa, gw sibuk"


"sebentar doang kak"


"gw bilang nggak bisa!" nada Aleta mulai kesal.


"please... sebentar aja kak, ya?" Tak ada jawaban.


"5 menit?" tetap tak ada jawaban.


"2 menit?"


"1 menit?" tetap tak ada jawaban.


"terakhir, 10 detik?" lalu Aleta membuka pintu.


"oke, 10 detik. Cepet lo mau ngomong apa?"


"oke, jadi gini.."


"1.." Aleta mulai menghitung.


"aku.."


"2.."


"3.."


"4.." Raven menghentikan ucapannya karena bingung ingin mengatakan apa, sedangkan Aleta terus menghitung.


"aku.."


"5.."


"kak Aleta.."


"6.."


"kak Aleta aku ingin.."


"7.."


"aku ingin minta.."


"8.."


"kak jangan cepet-cepet dong ngitungnya, aku jadi bingung..."


"9.." Aleta tak peduli ia terus menghitung dengan jarinya.


"aku minta maaf soal.."

__ADS_1


"10.. waktu habis" tanpa mendengar ucapan Raven, setelah hitungan ke sepuluh ia langsung menutup pintunya lagi. Namun pintu berhasil di tahan Raven.


"tunggu kak, aku belum selesai bicara"


"lepasin, waktu lo udah habis" Aleta berusaha menutup pintu namun Raven masih menahannya.


"aku tidak akan lepasin sebelum aku bicara sama kak Aleta"


"waktu lo ngomong cuman 10 detik dan udah habis, sekarang lepasin pintunya"


"enggak mau!" Raven mendorong pintu dan masuk ke dalam kamar Aleta.


"kenapa lo malah masuk?"


"aku mau bicara sama kak Aleta"


"lo mau bicara apa lagi?"


"please dengerin aku dulu"


"enggak mau, sekarang lo keluar dari kamar gw" Aleta membuka pintu dan mendorong tubuh Raven, namun Raven menahannya.


"kak Aleta? aku cuman mau minta maaf soal kejadian tadi" Aleta membalik badan dan berjalan ke arah meja.


"dan tadi aku udah bilang sama papa kakak" langkahnya terhenti setelah mendengar pernyataan Raven dan kembali menghadap ke arahnya.


"apa lo bilang? lo ngomong apa sama papa?"


"semuanya"


"dasar pengadu, gw kira lo cowok baik. Ternyata semua cowok sama aja, di depan gw aja baik giliran dibelakang ternyata kek gitu" Aleta memutar bola matanya malas.


"udah sana pergi"


"aku nggak akan pergi sebelum kakak mau maafin aku"


"lo nggak lihat apa kalau gw lagi sibuk?"


"aku tahu"


"terus kenapa masih ganggu?"


"aku nggak ganggu, aku kesini mau minta maaf"


"kuping gw sampek bosen tahu nggak dengerin kata-kata lo yang cuma bilang 'maaf kak' berulang kali tapi masih ngelakuin kesalahan habis itu minta maaf lagi"


"satu lagi, lo tahu? setelah gw kasih kesempatan ke orang tapi orang itu malah manfaatin kesempatan itu buat nyakitin gw"


"s-siapa kak? apa aku boleh tahu siapa yang berani nyakitin kak Al?"


"lo nggak perlu tahu"


"aku janji, setelah kak Aleta mau maafin aku. Aku tidak akan melakukan kesalahan lagi, kak"


"gw udah muak tahu nggak denger kata 'janji' yang cuma di mulut doang"


"aku serius kak"


"terus daritadi omongan gw nggak serius, gitu?"

__ADS_1


"i-iya serius, maksud aku, aku serius minta maaf sama kak Aleta"


"sudahlah, gw nggak mau debat. Mending sekarang lo ke kamar lo sendiri, gw mau belajar"


"kalau gitu aku mau ambil buku aku dulu, kak"


"untuk apa?"


"bawa kesini biar bisa belajar bareng lagi"


"enggak boleh, nanti yang ada lo tidur bareng gw lagi"


"soal itu, aku minta maaf. Aku tidak sadar kalau aku ada di kamar kakak"


"udah sana keluar"


"ba-baiklah, selamat belajarnya kak"


"iya" lalu Raven berjalan keluar dan menutup pintu dari luar.


"haahh.. gimana gw mau fokus belajar kalau adaa aja pengganggu" Aleta menyandarkan punggungnya di kursi.


Aleta dan Raven belajar di kamarnya masing-masing, saat jam menunjukkan pukul 23.07 Aleta baru selesai belajar dan merasa haus. Lalu ia keluar ingin ke dapur, namun ia melihat pintu kamar Raven terbuka sedikit dan lampu masih menyala. Ia berjalan mendekat ke arah kamar Raven dan memberanikan diri untuk mengintip.


Aleta menelusuri seluruh ruangan, pandangannya terhenti di meja belajar. Seperti biasa, sepertinya Raven ketiduran di meja belajar dengan posisi duduk dengan lengannya dijadikan bantal.


"kebiasaan banget sih ketiduran di kursi" gumamnya lirih masih mengintip.


"ah bodo amat lah gw nggak peduli (saat ingin berbalik hati kecilnya merasa kasihan lalu kembali berbalik mengintip lagi) tapi gw kasihan besok kalau bangun badannya pegal, gimana?"


"apa gw bangunin aja? tapi nanti dia ke ge er an lagi, aha! gw tahu" lalu Aleta masuk ke kamarnya lagi dan mengambil buku tulisnya lalu kembali ke depan kamar Raven.


"semoga lo bangun" lalu Aleta mulai melakukan rencananya. Ia menyobek selembar kertas lalu ia remas sampai berbentuk menjadi bola kecil, setelah itu ia lempar ke arah Raven. Lemparan pertama tidak berhasil membuatnya bangun, lalu Aleta menyobek beberapa lembar kertas lagi dan ia remas sampai berbentuk menjadi bola besar, sebesar dua kali kepalan tangannya lalu ia lemparkan lagi dan mengenai punggung Raven. Merasa punggungnya seperti dilempari sesuatu, Raven perlahan membuka mata dan menoleh ke belakang. Dengan cepat Aleta berlari ke kamarnya dan menutup pintu, sedangkan Raven masih bingung. Kemudian Raven berjalan ke kasur merebahkan dirinya dan kembali terlelap, tak lupa dia selalu melepas baju yang ia kenakan.


Di sisi lain, Aleta di dalam kamar sedang cemas bertanya-tanya apakah Raven sudah bangun dan tidur di kasur? atau malah tidur lagi di meja belajar? Tanpa pikir panjang ia keluar dan kembali mengintip ke seluruh ruang kamar Raven, ia tidak melihat tanda-tanda Raven di meja belajar. Ia bernafas lega, namun ia ingin masuk.


"kenapa kamar ini menjadi wangi? padahal sudah lama nggak gw tempatin" ucapnya lirih sambil berjalan masuk, langkahnya terhenti di meja belajar. Ia melihat beberapa buku terbuka di meja itu, dan ada satu buku yang menarik perhatiannya. Yaitu buku tulis milik Raven, karena penasaran ia meraih dan membacanya.


"tadi aku ingin meminta maaf sama kak Aleta dan kak Aleta memberiku waktu bicara hanya 10 detik, tapi aku belum selesai mengatakan semuanya karena waktuku habis"


"bagaimana aku bisa meminta maaf?"


"kalau kak Aleta maafin aku, aku janji tidak akan melakukan kesalahan lagi"


"dan, siapapun cowok yang udah nyakitin kak Aleta kalau aku ketemu sama cowok itu aku akan memarahinya" (itulah yang tertulis di buku Raven)


"apa ini? untuk apa dia menulisnya di buku? dasar aneh" batin Aleta melirik Raven sambil menggeleng kepala. Setelah itu Aleta ke dapur mengambil minum lalu kembali ke kamar dan tidur.


Hallo Hallo🙌


Masih semangat nggak nih bacanya? semoga masih yaa😁


Berikan kritik dan saran buat cerita ini😉


Dan janga lupa Like Komen dan Vote juga


Mohon maaf kalau ada typo😄


Terimakasih♥

__ADS_1


Happy reading♥


__ADS_2