
Disisi lain, Raven berangkat ke sekolah di antar Safar. Tak lama mobil memasuki pekarangan sekolah.
"sampai sini aja Pak" ucap Raven pada Safar untuk memberhentikan mobil.
"baik Raven, saya akan menunggu di parkiran" ucap Safar.
"tidak perlu Pak, biar aku.." belum selesai bicara Safar memotongnya.
"ini perintah dari Bu Mala, jadi saya harus menjalankannya"
"b-baiklah, kalau gitu aku ke sana ya Pak" Safar mengangguk kemudian Raven berlari ke arah lapangan yang sudah ada beberapa temannya yang datang.
"hai semua..(berjalan menghampiri Arga dan teman-teman yang lain sambil melambaikan tangan)"
"Raven, lo tadi di atar ke sini sama siapa?" tanya Arga merangkul pundak Raven.
"ooh tadi? emm.."
"pasti supir pacar lo, ya?"
"kalau taxi nggak mungkin nganterin sampai masuk gerbang sekolah"
"bukan siapa-siapa, ayo kita latihan" ajak Raven mengalihkan pembicaraan.
"ohiya, tadi ada titipan buat lo" mengambil tote bag mini di sampingnya dan diberikan ke Raven.
"titipan? dari siapa?" menerima tote bag mini dari Arga, lalu Raven membukanya.
"dari Bella"
"Bella? kenapa dia kasih ke aku?" Arga mengangkat kedua pundaknya tidak tahu.
"coba lihat apa isinya?"
"coklat? dan botol minum?" ucap Arga begitu melihat isi dari tote bag mini yang (katanya) pemberian dari Bella, teman sekelasnya.
"coklat?" ucap Raven lirih sambil mengingat-ingat kalau dia pernah menerima coklat dari seseorang tanpa nama pengirimnya.
"nggak lo makan kan? sini biar gw yang makan" Arga mengambil coklat dan langsung melahapnya, sedangkan Raven masih melamun memikirkan sesuatu.
1 minggu yang lalu...
Raven masuk ke kelas, saat ia ingin memasukkan tasnya ke laci meja ia menemukan sebuah coklat dan mengambilnya.
__ADS_1
"coklat punya siapa ini? kenapa bisa ada di laci meja aku?" tanyanya dalam hati sambil menoleh ke seluruh kelas. Lalu ia memasukkan coklat itu ke dalam lacinya lagi dan membuka buku, belajar.
Dan, 3 hari yang lalu Raven menemukan sebuah coklat di tempat yang sama namun ia sama sekali tidak memakannya, ia membiarkan coklat itu di laci mejanya.
"ngapain lo ngelamun? (Arga menepuk pundak Raven) ayo mulai latihannya" Raven terkejut dan lamunannya buyar.
"udah mulai, ya?" tanya Raven.
"udah ayok" lalu mereka latihan volly. Ada sepasang mata tengah memperhatikan dari jauh, menatap sambil tersenyum. Beberapa jam kemudian, mereka sudah selesai latihan dan sekarang istirahat di pinggiran kelas.
"yang dari Bella nggak lo minum, Rav?" tanya Arga melihat Raven mengambil dan meminum air dari dalam tasnya sendiri.
"aku bawa minum sendiri"
"buat gw aja ya? sayang kalau nggak di minum"
"terserah kamu" lalu Arga meminumnya sampai habis. Tiba-tiba ada cewek yang menghampiri mereka berdua.
"hai kalian" sapa Bella dari belakang lalu mereka menoleh ke sumber suara.
"Bella?" ucap Arga dan Bella tersenyum ramah.
"ngapain lo masih di sini? ohiya tadi lo yang kasih coklat ke Raven?" Bella mengangguk malu-malu.
"Bella?" Raven memanggil Bella lalu Bella menatapnya sambil tersenyum.
"apa itu?" tanya Raven bingung.
"buat lap keringat lo" Raven mengerutkan dahi semakin bingung.
"maksud kamu?"
"udah ambil" Bella meraih telapak tangan Raven dan meletakkan tissue itu di tangannya.
"apa kamu juga yang kasih aku coklat selama ini?" Bella mengangguk pelan.
"kenapa?"
"hah? karena..karena.." Bella gugup.
"jangan-jangan lo suka ya sama Raven?" ucap Arga tiba-tiba, Raven langsung menoleh ke arahnya bingung.
"hah?"
__ADS_1
"soalnya kemarin aja waktu gw lagi ngebahas soal Raven udah punya pacar tiba-tiba lo mukul meja"
"apa itu benar, Bell?" tanya Raven.
"ti-tidak, bukan seperti itu" ucap Bella terbata.
"lalu apa?"
"gw..gw cuma.."
"ngomong aja nggak apa-apa"
"sebenarnya gw udah lama suka sama lo, Rav" pernyataan Bella sukses bikin dua pria dihadapannya itu kompak melototkan mata sambil menganga.
"lo? suka sama Raven? sejak kapan?" tanya Arga.
"gw nggak tahu"
"Bella, kenapa bisa suka sama aku? apa yang kamu suka dari aku?" Bella menggeleng pelan.
"eh lo jangan macem-macem ya Bell, asal lo tahu Raven ini udah punya pacar, cantik lagi pacarnya" ucap Arga mendapat tatapan tajam dari Raven.
"kenapa? emang bener kan kalau lo udah punya pacar, kan lo sendiri kemarin yang bilang"
"udah kamu diem dulu" ucap Raven lirih menyuruh Arga diam.
"apa bener lo udah punya pacar? siapa?"
"nggak usah kepo, udah mending lo lupain Raven dia udah ada yang punya" lalu Bella meninggalkan mereka dengan wajah kesal.
"kamu apaan sih, Ga. Kasihan tahu Bella, aku belum ucapin terimakasih dia udah pergi"
"ngapain lo ucapin terimakasih sama dia? lo jangan terlalu baik sama orang, kadang orang yang lo baikin nggak pernah ngebales kebaikan lo"
"tapi dia itu teman kita, Ga"
"udah deh Rav, nggak usah diladenin paling dia cuma bercanda"
"masa sih bercanda? tapi aku lihat dia tadi ngomong jujur" Raven bergumam dalam hati.
Jangan lupa Like Komen dan Vote...
Mohon maaf kalau ada typo
__ADS_1
Terimakasih♥
Happy reading♥