
"Aleta!?" tanya Mala memecah keheningan.
"siapa yang sudah punya anak?" tanya Aleta sambil berjalan menuju ke arah orangtuanya.
"tidak, bukan siapa-siapa sayang" jawab Mala.
"itu apa yang mama pegang?" menunjuk ke arah susu ditangan mamanya.
"oh ini? ini susu sayang"
"susu? bukankah itu susu bayi?" tanya Aleta bingung.
"iya benar ini susu bayi"
"kalau begitu papa kembali ke sana ya ma, Al" pamit Evano diangguki Mala dan Aleta.
"untuk apa mama membeli susu bayi?"
"bukan punya mama"
"lalu? punya siapa?"
"punya Raven" jawabnya santai.
"Raven? kenapa bisa ada sama mama?"
"iya, tadi mama gak sengaja ketemu sama dia di dalam minimarket, terus sekalian aja mama bayarin belanjaannya"
"ooh gitu" saat Aleta akan ke kamar mandi Mala menghentikan langkahnya.
"sayang?" panggil Mala.
"iya ma?" membalik badan ke arah mamanya.
"maukah kamu membawanya besok ke sekolah?"
"maksut mama?"
"mama minta tolong besok kamu bawa susu ini ke sekolah dan berikan padanya"
"berikan pada Raven?"
"iya, kamu mau kan sayang?"
"kenapa Aleta harus membawanya?"
"lho? apa kamu lupa kalau kalian satu sekolah?"
"iy-iya juga sih, tapi kan.." ucapan Aleta di potong mamanya.
"oleh karena itu mama suruh kamu bawa ini besok dan kembalikan pada Raven" jelas Mala.
"tapi ma.."
__ADS_1
"kamu beneran gamau?" ucap Mala pura-pura melas.
"aah iya udah deh iyaa, Aleta mau" jawabnya sedikit terpaksa.
"terimakasih ya sayang" kemudian Aleta berlalu ke kamar mandi.
Setelah Raven diantar kembali ke minimarket oleh Mala.
"terimakasih tante" ucap Raven sambil mencium punggung tangan Mala, kemudian keluar dari mobil Mala.
"iya sama-sama, tante pergi dulu ya. kamu hati-hati" dijawab anggukan oleh Raven, kemudian mobil Mala bergerak meninggalkan Raven di samping motornya.
"oke, sekarang pulang" ucapnya pada diri sendiri sambil memakai helm.
"oh, ya Tuhan! susu adek?" saat ia hendak naik ke motornya, ia baru ingat.
"aduh gimana ini? kok aku bisa lupa, kan tadi dimasukkin ke dalam mobil tante Mala, mana mobilnya udah jauh lagi" ucapnya sambil memperhatikan jalan yang mobil Mala lewati tadi.
"apa aku beli lagi ya? kan tadi yang bayar tante Mala, ah yaudah deh aku beli lagi aja" kemudian Raven melepas helm yang sudah ia kenakan dan masuk lagi ke dalam minimarket untuk membeli susu lagi.
Senin!
Seperti biasa, Aleta susah sekali dibangunkan padahal hari ini sekolah dan Mala yang selalu sabar membangunkan putrinya setiap hari sekolah. Sebenarnya Aleta sudah memasang alarm di ponselnya, namun saat alarmnya berbunyi ia memang bangun namun hanya bangun untuk mematikan alarmnya dan kembali tidur lagi. Jadi, apa gunanya memasang alarm jika sudah berbunyi terus dimatikan? (hayoo siapa di sini yang seperti Aleta?, pasang alarm banyak-banyak tapi ujung-unjungnya bangun telat juga wkwkwk) jangan ditiru ya teman-teman heheh😂
Tok tok tok(suara ketukan pintu dari luar kamar Aleta)
"emm.."mendengar ketukan pintu Aleta hanya mengolet.
"Aleta!?" teriak Mala dari luar kamarnya.
"Aleta! ayo bangun hari ini sekolah nanti telat" ucapnya, namun Aleta tidak menggubris dan tetap terlelap dalam tidurnya.
"pa.. papa.. Aleta gamau bangun pa! cepat kesini pa, lihatlah" Mala pura-pura memanggil Evano padahal Evano sudah berangkat ke kantor dari pagi. Mendengar mamanya memanggil papanya Aleta langsung membuka matanya lebar-lebar namun masih berbaring.
"papa? aduh gimana nih, aku harus cepet-cepet ke kamar mandi" ucapnya pada diri sendiri. (panik ga?panik ga? paniklah masa engga wkwkkw)
"iya maa..tunggu sebentar!" teriak Aleta kemudian masuk ke kamar mandi.
"baguslah, sekarang aku tidak perlu repot-repot masuk. Dengan menyebut papanya saja dia sudah kelabakan" kekeh Mala menahan tawanya kemudian turun.
"mama nih ada-ada saja, pakek manggil-manggil papa segala" gerutu Aleta di dalam kamar mandi.
15 menit kemudian...
Aleta menuruni anak tangga dan menuju meja makan.
"lho, papa mana ma?" tanya Aleta bingung melihat papanya tidak ada di meja makan.
"sudah berangkat" jawab Mala santai.
"apa! ja-jadi tadi mama.."
"iya, soalnya kamu susah banget dibangunin" ucap Mala santai namun masih menahan tawa.
__ADS_1
"waah..mama jahat banget, tadi aku sampai takut lho"
"HAHAHA.. sudah cepat makan" tawa Mala pecah kemudian sambil menunggu anaknya sarapan ia membuatkan bekal.
"sudah ma, Aleta berangkat dulu ya" pamit Aleta kemudian mencium punggung tangan mamanya.
"iya sayang, ini bekalnya. Jangan lupa dihabisin" sambil memasukkan bekal ke dalam tas Aleta
"iya mama ku sayang... daa maa" kemudian Aleta masuk ke dalam mobil yang sudah di buka kan oleh Safar. Namun, belum masuk mamanya memanggil.
"Aleta! tunggu.." teriak Mala dari dalam rumah sambil membawa paper bag berwarna coklat.
"ada apa ma? kenapa mama lari-lari?"
"ini, mama lupa" menyodorkan paper bag ke depan Aleta.
"apa ini?" tanya Aleta bingung.
"bawa dan berikan padanya"
"siapa? susu?" tanya Aleta setelah melihat isi paper bag yang ia pegang.
"berikan pada Raven"
"mama beneran? kirain kemarin mama cuma bercanda"
"sudah berikan saja, cepat kamu berangkat keburu telat"
"i-iyaudah deh, Aleta berangkat, daa maa..."
"hati-hati ya Safar" ucap Mala kepada Safar, kemudian mobil bergerak menuju ke sekolah.
Di sisi lain, Raven sedang bersiap mengemas buku-bukunya untuk dimasukkan ke dalam tas sekolah miliknya, selesai mengemas ia keluar menemui mamanya.
"ma?" Panggil Raven.
"kamu sudah mau berangkat?" tanya Zanna sambil memasukkan bekal ke dalam tas putranya.
"iya ma, Raven berangkat ke sekolah dulu ya ma" setelah mencium punggung tangan Zanna ia segera menaiki motornya dan berangkat ke sekolah.
"hati-hati ya sayang" dibalas anggukan oleh Raven sambil melambaikan tangannya dan berangkat.
HALLO GUYS😇, AKU UP LAGI NIH..
MOHON MAAF BARU BISA UP, DIKARENAKAN KEMARIN KONDISI AKU KURANG FIT DAN SEKARANG ALHAMDHULILLAH SUDAH MENDINGAN😊
AKU NGGAK AKAN BOSAN LHO UNTUK MEMINTA DUKUNGAN DARI KALIAN HEHEH
TOLONG BANTU KARYA INI DENGAN CARA
LIKE, KOMEN DAN VOTE YAA
DAN DAN DAANNNN SATU LAGI, MOHON MAAF JIKA ADA TYPO YAAA😂
__ADS_1
TERIMAKASIH♥
HAPPY READING♥