
Di perjalanan...
"iih mama ini ada-ada saja" gumam Aleta sambil meletakkan paper bag disampingnya.
"lagian ngapain dia beli susu bayi?" ucapnya lirih dan di dengar oleh Safar.
"maksut non Aleta, Raven?" tanya Safar.
"iya" jawabnya datar.
"setahu saya itu milik adiknya,non"
"ooh.. jadi dia punya adik" ucapnya dalam hati sambil mengangguk-angguk an kepalanya.
"ada apa non?"
"tidak"
"pak? nanti kalau sudah sampai di sekolah bangunin aku ya"
"baik" kemudian Aleta bersandar dan memejamkan matanya, tak lama kemudian terlelap.
Di sisi lain, Raven sedang mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, ia tidak melihat di jalan yang ia lewati terdapat beberapa paku dan ban motornya menindas paku tajam itu.
dos dos dos (anggep aja itu suara ban yang menindas paku)
"eh eh eh kenapa ini? eh.." motornya kehilangan keseimbangan dan perlahan menepikan motornya, ia segera turun dan melihat apa yang terjadi.
"ini motor kenapa sih?" gumamnya.
"oh ya Tuhan! kok bisa ada paku nancep di ban segala. Kalau kaya gini aku bisa telat sampai di sekolah, mana bengkel masih jauh di depan sana" ucapnya pada diri sendiri.
"dan, kenapa jalan di sini sepi sekali. Daripada aku nunggu kendaraan lewat mending aku dorong aja sampai bengkel"lanjutnya. Dan Raven mendorong motornya ke bengkel, melihat jam yang dipakainya sudah menunjukkan pukul 06:35 dan masuk sekolah pukul 07:00.
tin! tin! tin! (suara klakson mobil dari belakang membuat Raven kaget dan menghentikan langkahnya).
"Raven? ada apa dengan motor kamu?" tanya Safar keluar menghampiri Raven.
"emm.. Pak Safar? ooh ini , tadi nggak sengaja dijalan ban motor saya nindas paku. Jadi sekarang saya mau bawa ke bengkel"
"bagaimana kalau kamu ikut saya?" ajak Safar, sedangkan Aleta masih terlelap.
"tidak usah Pak, terimakasih. Nanti merepotkan"
__ADS_1
"tidak apa-apa Raven, cepat masuklah" ucap Safar sembari membukakan pintu untuk Raven.
"tapi bagaimana dengan motor saya?"
"kamu jangan khawatir, kamu taruh saja motor kamu di sini nanti saya akan menghubungi tukang bengkelnya untuk datang kesini dan mengantarkannya ke sekolah" jelas Safar.
"yasudah kalau begitu, terimakasih banyak Pak" ucap Raven dibalas senyuman Safar, kemudian masuk dan duduk di samping Aleta.
Kemudian mobil bergerak menuju sekolah, di dalam mobil Raven melihat Aleta sedang tertidur pulas. Wajahnya tertutup beberapa anak rambutnya, Raven berinisiatif untuk menyingkirkan anak rambut di wajah Aleta. Namun pada saat tangan Raven hampir menyentuh rambut Aleta, Safar yang melihat dari kaca spion melihat dan Raven tidak jadi menyentuh Aleta.
"maaf ya Raven, non Aleta setiap berangkat ke sekolah memang selalu tidur" kekeh Safar.
"benarkah?" ucapnya dalam hati. Hanya keheningan yang ada di sepanjang perjalanan, sesekali Raven melirik sekilas Aleta yang masih tidur dengan pulas dan menjaganya supaya tidak terjatuh saat mobil melewati jalan yang berlubang. Safar yang melihat dari kaca spion hanya bisa tersenyum kecil. Tak lama kemudian mobil berhenti di depan gerbang sekolah.
"sudah sampai, kalau begitu saya masuk ke kelas dulu ya Pak, sekali lagi saya ucapkan terimakasih" ucap Raven.
"iya Raven, dengan senang hati"
"oiya, kak Aleta bagaimana?" tanya Raven.
"tenang saja Raven, biar saya yang urus"
"non? non Aleta, bangun non kita sudah sampai" ucap Safar membangunkan Aleta.
"aduh.." rintih Raven sambil memegang puncuk kepalanya membuat Aleta spontan membuka matanya lebar-lebar dan menoleh ke sumber suara.
"o oh maaf maaf" ucap Aleta sambil mengelus kepala Raven, tidak sadar membuat jantung Raven berdetak dua kali lebih cepat.
"gw nggak sengaja" lanjutnya.
"ti-tidak aku tidak apa-apa" ucap Raven sedikit terbata.
"lo? Raven, kan?" tanya Aleta bingung.
"iya kak" jawabnya sambil tersenyum.
"kenapa lo bisa ada di mobil gw?"
"ta-tadi aku.." belum selesai ucapannya dipotong Safar.
"tadi saya melihatnya dipinggir jalan sedang mendorong motornya terus saya berhenti dan menawarkannya untuk bareng, non"
"memangnya motor lo kenapa?"
__ADS_1
"tadi di jalan motor aku gasengaja nindas paku, kak"
"ooh gitu.. yaudah"
"kalau gitu Aleta masuk kelas dulu ya Pak" ucapnya ke Safar.
"baik non" kemudian Aleta keluar dan di ikuti Raven.
"sekali lagi terimakasih ya Pak" ucap Raven mendekati Safar.
"iya, sama-sama" kemudian Safar masuk dan menggerakkan mobil meninggalkan sekolah.
"terimakasih nya ke Pak Safar doang nih?" ledek Aleta.
"eh kak? terimakasih banyak kak" ucap Raven dan dibalas senyuman oleh Aleta, kemudian mereka berjalan menuju kelasnya masing-masing. Sampai di depan kelas, Aleta dipanggil seseorang dari belakang dan ternyata itu Fany, sahabatnya.
"QWEEN!!" teriak Fany.
"gw disini ngapain teriak-teriak?" kekeh Aleta.
"hehe nggak apa-apa, ayo masuk" mereka masuk kelas dan duduk dibangku.
"itu apa Al?" tanya Fany penasaran melihat paper bag yang dipegang Aleta.
"ooh ini.. ya Tuhan!" Aleta melihat paper bag itu dan ternyata dia lupa memberikannya pada Raven.
"ada apa Al?" tanya Fany bingung.
"gw lupa!" ucapnya sambil menepuk jidat.
"lupa? maksut lo?" tanya Fany semakin bingung dengan tingkah sahabatnya itu.
HALLO TEMAN-TEMAN...š
AKU UP LAGI NIIHHH... JANGAN BOSEN-BOSEN UNTUK SELALU MENUNGGU UP TERBARU DARI AKU YAAA..
MOHON MAAF JIKA ADA TYPOš
DAANN TINGGALKAN JEJAK KALIAN BERUPA
LIKE, KOMEN DAN VOTE JUGAAAš
TERIMAKASIHā„
__ADS_1
HAPPY READINGā„