
Pukul 1 siang, Aleta sudah siap tinggal menunggu jemputan Riki. Tak lama terdengar suara mobil di halaman rumahnya, memang Riki tahu alamat rumah Aleta karena dulu setiap pulang sekolah Riki selalu mengantar Aleta pulang dengan mengikuti di belakang, padahal Aleta sudah dijemput supir tapi Riki masih mengantarnya pulang.
Melihat penjemput sudah datang, ia turun dan membuka pintu utama.
"hai Al" sapa Riki setelah keluar dari mobil.
"hai Rik" sapa Aleta balik.
"langsung berangkat?"
"iya" tanpa pamit kepada Safar, Aleta masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh Riki.
Diperjalanan, hanya keheningan. Hingga Riki memecah keheningan itu.
"gimana ujian lo kemarin?"
"alhamdulillah lancar" jawab Aleta singkat tanpa menoleh ke Riki.
"gw doain semoga lo naik kelas dengan nilai bagus"
"pasti" suasana kembali hening hingga mereka sampai di tempat tujuan.
"lo masih ingat nggak sama tempat ini?" tanya Arga, mobil Riki berhenti di sebuah tempat semacam tempat bermain yang dulu mereka sering kunjungi setiap hari minggu. Aleta melihat tempat itu dan ingatannya kembali ke masalalu, saat ia masih pacaran dengan Riki.
"mana mungkin gw lupa sama tempat ini" batin Aleta.
"yaudah ayo kita masuk" ajak Riki sudah membukakan pintu untuknya.
"harus di sini ya? emang nggak ada tempat lain?"
"kenapa?"
"enggak, ayo masuk" Aleta keluar dan berjalan mendahului Riki. Riki berjalan di belakang Aleta sambil menyunggingkan senyumnya, melihat Aleta begitu bahagia menikmati suasana tempat ini.
"suasananya masih sama, kenangannya masih terasa namun keadannya yang berbeda" batin Aleta.
Kini Aleta menghentikan langkahnya dan memandangi salah satu wahana yang sangat ia ingin naiki dari dulu, yaitu roller coaster. Riki ikut berhenti di sampingnya.
"kenapa berhenti?" tanya Riki.
"gw pengin naik wahana itu" ucap Aleta tanpa memalingkan pandangannya.
"apa? lo serius mau naik itu? gw aja kagak berani, mau dibayar berapapun gw kagak bakal mau naik wahana itu" ucap Riki bergidik ngeri melihat orang-orang yang berteriak saat menaiki wahana itu.
"gw mau naik wahana itu" kini Aleta memasang ekspresi imutnya kepada Riki, tentu saja itu membuat Riki merasa gemas sekaligus tidak tega.
"t-tapi gw kagak berani Al, nggak usah ya itu bahaya"
"yaudah kalau lo nggak mau biar gw sendiri aja yang naik"
"jangan gitu dong, ntar kalau terjadi sesuatu sama lo gimana"
"mangkanya lo juga ikut kalau gamau gw kenapa-napa"
"gw takut naik wahana itu, kita naik wahana yang lain aja yang nggak terlalu tinggi. Misalnya kita naik kuda-kudaan terus masih banyak lagi kok selain itu" ucap Riki mencoba merubah keinginan Aleta.
"lo aja sana yang naik kuda-kudaan, gw mau naik wahana itu" Aleta tetep kekeh mau naik wahana keinginannya, tanpa menunggu jawaban Riki, Aleta pergi ke tempat pendaftaran dan segara mendaftarkan dirinya.
__ADS_1
"Al tunggu lo mau kemana?"
"gw mau daftar buat naik itu"
"lo seriusan? jangan yang itu, kan masih banyak yang lain, yang aman"
"apaan sih, terserah gw lah, kalau lo emang nggak mau yaudah sana cari wahana lain"
"g-gw ikut lo"
"hah?" Riki juga mendaftarkan dirinya.
"tadi lo bilang kagak mau?"
"karena lo mau naik, gw juga mau naik. Kan gw udah bilang kalau gw bakal selalu jagain lo"
"yaudahlah terserah" tak lama serang giliran mereka yang naik.
"asiik, akhirnya gw bisa naik wahani ini" dengan semangat Aleta memasang sabuk pengaman di perutnya dan disusul Riki berjalan perlahan seperti ragu jadi naik atau tidak.
"cepetan Rik, lo lama amat"
"i-iya" lalu Riki segera duduk dan memasang sabuk pengamannya. Setelah itu roller coaster perlahan bergerak semakin lama semakin cepat, Riki teriak histeris sedangkan Aleta sangat menikmati dan terlihat sangat bahagia.
"seru banget gilaa" ucap Aleta setelah turun.
"seru apanya, rasanya gw pengin muntah"
"dasar cowok lemah, baru naik gitu aja udah mau tumbang. Nggak malu sama cewek kayak gw" ledek Aleta.
"eh Rik, lo nggak apa-apa?" Aleta sedikit panik sembari memegangi punggung Riki.
"howek howek.. "
"bentar gw beliin minum" Aleta berlalu membeli minum. Riki duduk di kursi yang ada di dekatnya sambil mengatur nafasnya. Tak lama Aleta kembali dengan sebotol air mineral.
"nih minum dulu" Riki segera meminumnya.
"lagian udah tau nggak berani malah paksain naik"
"gw udah janji kalau gw bakal jagain lo" Aleta terdiam dan berfikir.
"sikap lo belum berubah dari dulu Rik, gw bingung harus percaya lagi sama lo apa enggak. Gw masih terlalu kecewa buat nerima lo lagi" batin Aleta.
"yaudah kita pulang aja" ajak Aleta.
"kan kita belum naik wahana lain"
"lo lupa sama syaratnya?"
"gw inget, tapi kan-"
"udah ayo pulang, gw ada acara"
"acara apa?"
"lo nggak perlu tau" Riki terdiam.
__ADS_1
"yaudah ayok" lalu mereka kembali ke parkiran dan Riki membukakan pintu untuk Aleta. Lalu mengantar Aleta pulang. Dalam perjalanan pulang, Aleta menyuruh Riki berhendi di depan toko mainan.
"berhenti di sini, gw mau beli sesuatu"
"oke, gw anter-"
"enggak usah, biar gw sendiri aja" setelah itu Aleta masuk ke dalam toko mainan itu, Riki menunggu di dalam mobil.
"ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya salah satu karyawan toko.
"iya, saya mau beli mainan buat adik saya. Kira-kira apa yang disukain sama anak-anak?"
"baiklah, silahkan ikut saya" karyawan itu mengarahkan Aleta ke tempat boneka dan menunjukkan beberapa macam bentuk boneka yang ada di sana.
"silahkan anda pilih mbak mau pilih boneka yang mana?" tanya karyawan itu sambil menujuk ke semua boneka.
"emm.. kayanya boneka yang itu deh mbak, yang bentuknya dino"
"ada lagi mbak?" tanya karyawan itu, Aleta sempat berfikir untuk membeli satu boneka lagi.
"em... satu lagi mbak, boneka dino nya"
"baiklah, silahkan mbak tunggu di kasir biar saya ambil bonekanya dulu" Aleta mengangguk dan berjalan ke kasir, tak lama karyawan tadi datang dengan membawa dua boneka dino di tangannya.
"totalnya jadi 150 ribu mbak" Aleta membayar dan karyawan itu memberikan plastik besar padanya.
"terimakasih mbak"
"terimakasih, silahkan belanja kembali" Aleta mengangguk lalu keluar.
"sorry lama" ucap Aleta masuk ke dalam mobil.
"iya gapapa, eh lo kenapa beli boneka banyak banget?"
"oh ini, ada lah lo nggak perlu tahu" Riki mengangguk mengerti lalu menggerakkan mobilnya ke rumah Aleta.
"yaudah gw masuk" Aleta turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu.
"terimakasih Al buat hari ini, ya walaupun sebentar tapi gw seneng bisa jalan sama lo" ucap Arga dari belakangnya, Aleta menghentikan langkahnya dan berbalik.
"gw juga makasih" ucap Aleta diakhiri senyuman.
"lo jaga diri lo baik-baik ya, jangan sampai terluka" Aleta terdiam.
"kalau gitu gw balik, daa Al" setelah itu Riki masuk mobil dan pergi meninggalkan kediaman Aleta.
"gatau lagi gw harus berbuat apa, di sisi lain gw masih kecewa sama lo, tapi dengan sikap lo yang kaya gini bikin gw flashback lagi" gumam Aleta, setelah itu masuk.
Hai gais..
Selalu tinggalkan jejak kalian berupa Like dan Komen
Mohon maaf kalau ada typo
Terimakasih
Happy reading
__ADS_1