
"Al? sudah apa belum ganti bajunya?" teriak Mala dari bawah.
"em, ma?" Raven memanggil Mala.
"boleh Raven ke atas? ma-maksut aku biar Raven yang ngajak kak Aleta turun" lanjutnya sambil terbata. Mala menatap Zanna sambil tersenyum kemudian mengangguk menyiyakan perkataan Raven.
"hah huh hah huh..." nafas Aleta terengah-engah setelah berlari dan menutup pintu kamarnya sambil memegangi dadanya.
"untung aja gw cepet-cepet lari masuk kamar, semoga tadi dia nggak sempet lihat gw" gumamnya masih ngos-ngos an duduk di tepi ranjang.
tok tok tok (ketukan pintu dari luar kamar Aleta)
"kak?" teriak Raven dari balik pintu namun tak kunjung mendapat jawaban, ia sedikit mendorong pintu dan ternyata tidak dikunci.
"nggak dikunci?" ucapnya lirih kemudian membuka perlahan hingga terlihat sosok yang tengah duduk di tepi ranjang.
"kak Aleta?" panggilnya, itu membuat Aleta membulatkan matanya dan perlahan menoleh ke arah suara.
"tadi aku lihat kakak dari luar terus tiba-tiba lari ke kamar" ucap Raven dengan kejujuran dan kepolosannya.
"tadi.. tadi gw..gw kebelet" Aleta sedikit menjeda ucapannya sambil mencari alasan.
"terus kakak sudah ke kamar mandi?"
"iya sudah" ucapnya manggut-manggut.
"kalau begitu ayo kita turun" ajak Raven.
"oke"
"eh bentar-bentar" langkahnya terhenti dan berbalik ke arah Aleta.
"gw ke kamar mandi dulu, lo tunggu sini" ucapnya sambil memegang perutnya.
"tadi katanya sudah?" tanya Raven bingung karena tadi Aleta bilang sudah dari kamar mandi namun Aleta bohong dan sekarang ia benar-benar kebelet.
"tadi dia bilang habis dari kamar mandi kok masuk lagi?" gumamnya, sedangkan Aleta sudah masuk ke kamar mandi.
"em.. ini kamar kak Aleta? lumayan rapi" ucapnya melangkahkan kakinya masuk ke kamar Aleta sembari melihat sekeliling kamar.
"oh? ini foto kak Aleta waktu kecil?" sambil berjalan ia melihat sebuah figura berisi foto anak kecil yang sangat menggemaskan. Ia menyunggingkan senyumnya.
"menggemaskan" masih memperhatikan sebuah foto yang ia pegang. Dan masih menyunggingkan senyumnya.
ceklek (pintu kamar mandi)
"lo ngapain?" Aleta keluar dari kamar mandi mendapati Raven tengah berdiri membelakanginya seperti sedang fokus dengan sesuatu, lalu ia melihat ke meja tempat ia meletakkan foto nya dan ia menyadari mungkin Raven sedang menatap foto kecilnya. Kemudian berjalan mendekat.
"ekhem.." Aleta berdehem membuat Raven berbalik.
"lo ngapain?" lanjutnya setelah Raven menghadapnya. Raven menyembunyikan figura yang ia pegang di belakang badannya.
"hm?" tanyanya melihat ke sembarang arah.
__ADS_1
"huft..(membuang nafas kasar) lo ngapain?" tanyanya sekali lagi.
"eng-gak, tadi aku cuma melihat-lihat kamar kakak" ucapnya tanpa berani menatap wanita di depannya, sedangkan Aleta sedikit menoleh berusaha melihat apa yang sedang disembunyikan di belakang Raven.
"ooohh cuma lihat-lihat, ya?" ucapnya sambil ngangguk-ngangguk sedangkan kedua tangannya di silangkan ke dada. Raven mengangguk antusias.
"terus itu apa?" menunjuk ke arah Raven menggunakan dagunya.
"bu-bukan apa-apa"
"nggak usah bohong, gw udah tahu yang lo sembunyiin. Figura kan?" merasa dirinya ketahuan ia menunduk sambil mengangguk pelan.
"sini" ucap Aleta sambil mengulurkan telapak tangannya meminta.
"sebentar kak aku masih mau lihat" ucapnya kemudian perlahan menarik tangannya untuk dipindah ke depan.
"apaansi, sini balikin" berusaha merebutnya dari Raven namun kalah cepat.
"tunggu dulu" Raven semakin dekat menatap figura berisi foto Aleta kecil sambil tersenyum, sedangkan Aleta besar sudah emosi sekarang.
"balikin gak?!" sekarang sedikit teriak.
"kalau nggak? kakak mau apa?" ucapnya dengan ekspresi jahilnya.
"iiihh kalau disuruh balikin ya balikin sekarang figuranya" ucap Aleta berusaha merebutnya dari Raven namun masih kalah cepat dengannya.
"yaudah ini aku balikin figuranya sama kakak" menyodorkan figuranya saja sedangkan fotonya sudah dilepas, itupun semakin membuat Aleta murka.
"lo bener-bener"
"udah, gw gamau ribut ya sekarang balikin fotonya, sini balikin" ucapnya setelah beberapa kali menarik nafas panjang kemudian mengulurkan telapak tangannya meminta.
"nggak akan wlee" Raven mengeluarkan lidahnya kemudian seolah berlari.
"lo? kesini nggak?" kemudian Aleta mengejar Raven.
"kejar aku kalau berani"
"oke gw bakal kejar dan tangkap lo, awas aja kalo lo sampe ketangkep bakalan gw uyel-uyel tu muka ganteng lu" tanpa sadar Aleta mengatakan muka ganteng itupun membuat Raven menahan tawanya dan semakin cepat ia berlari.
"aku emang ganteng kak" ucapan Raven membuatnya sadar dengan ucapannya tadi kemudian menghentikan langkahnya.
di sisi lain..
"itu kenapa di atas rame banget, mereka ngapain sih teriak-teriak?" tanya Mala merasa terganggu dengan suara dari lantai atas.
"aku juga nggak tahu, Mal. Atau jangan-jangan mereka berantem?" ucap Zanna mulai khawatir.
"mungkin juga, ayo kita lihat ke atas" ajak Mala disetujui Zanna, kemudian Zanna mengangkat tubuh mungil Vania kegendongannya dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Aleta.
di kamar...
Aleta tiba-tiba menghentikan langkahnya sedangkan Raven masih berlari tanpa memperhatikan jalan dan ia tidak melihat Aleta berdiri tegap di depannya.
__ADS_1
"ayo tangkap aku kak...BRUK..." Raven menabrak punggung Aleta, yang ditabrak hampir terjatuh untung Raven segera menangkap tubuhnya dan lagi-lagi mereka berpelukan karena hampir terjatuh.
"kalian sedang apa?" tanya Mala begitu sampai di depan pintu melihat kedua anaknya sedang berpelukan membelakanginya, karena pintu kamar tidak tertutup rapat. Mendengar ada yang memanggil keduanya cepat-cepat melepaskan pelukan mereka dan salah tingkah.
"ma-mama?" ucap mereka bersamaan.
"apa-apaan kalian ini? belum halal udah main peluk-pelukan" ucap Zanna sambil menatap ke arah Mala menahan ketawanya.
"kita nggak berpelukan" ucap mereka bersamaan, lagi. Mereka saling tatap merasa dari tadi mengucapkan kata bersamaan. Sedangkan kedua ibu itu menyilangkan kedua tangan di dada sambil menahan tawa.
"terus? kalian ngapain?" tanya Mala.
"tadi aku mau lihat foto kecil kak Aleta tapi kak Aleta nggak boleh"
"iyalah gw nggak boleh, itu kan privasi namanya"
"yakan aku cuman mau lihat sebentar doang tadi, kak"
"tapi kan gw nggak boleh, tadi mana fotonya, sini" mencoba merebutnya dari genggaman Raven.
"nggak mau, aku belum lihat"
"kan tadi lo udah lihat masa belum puas juga" menggeleng sambil menunjukkan senyum pepsodent nya.
"apa maksud senyum kek gitu?"
"enggak" menggeleng.
"udah deh lebih baik balikin foto gw se-ka-rang" sedikit menekankan kata sekarang.
"eng-gak ma-u" Raven pun tidak mau kalah.
"elo itu ya bener-bener iiiihh" mencubit perut Raven dengan kedua jarinya.
"a a auu ah sakit kak" Raven merintih kesakitan sambil mengusap perutnya yang Aleta cubit.
"rasain tuh kekuatan capit kepiting gw"
"udah udah kalian ini apa-apaan sih" lerai Mala.
"dan Aleta, kamu nggak kasihan apa sama Raven kamu cubit, lihat itu wajahnya kelihatan sakit banget" sebenarnya tidak terlalu sakit sih hanya saja Raven berekspresi seolah rasa sakitnya luar biasa.
"a au ah sakit ma" rengeknya pada Mala dan Zanna, itupun sukses bikin Aleta tambah kesal, padahal Aleta tidak mencubit dengan keras.
"cih, dasar caper" gumamnya, kemudian duduk di tepi ranjang menyilangkan kedua tangannya di dada.
"sudah, kalian cepat baikan" titah Zanna pada kedua anaknya itu. Dengan terpaksa Aleta mengulurkan tangannya ke arah Raven tanpa menatapnya, kemudian Raven perlahan meraih tangan Aleta setelah itu tangan mereka berjabatan tapi dengan cepat Aleta segera melepaskannya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YAA
MOHON MAAF JIKA ADA TYPO😁
TERIMAKASIH♥
__ADS_1
HAPPY READING♥