
Jam menunjukkan pukul 05.00 am, Raven merasa seperti sedang dipeluk. Perlahan ia membuka mata dan melihat, betapa terkejutnya dia ketika melihat Aleta sedang memeluknya.
"kak Aleta? kenapa dia...(menatap sekeliling ruangan) oh iya aku kan menginap di rumah kak Aleta, tapi kenapa aku bisa tidur di sini? kalau kak Aleta bangun dan melihat ini pasti aku akan di marahi" gumamnya dalam hati, kemudian perlahan ia memindahkan lengan Aleta yang memeluknya namun Aleta malah mempererat pelukannya.
"bagaimana aku bisa bangun kalau kak Aleta malah erat memeluk aku, apa aku bangunin? tapi kalau kak Aleta marah gimana?" batinnya mulai cemas. Ia hanya bisa diam saja dan kembali terlelap, tak lama setelah itu Aleta mulai menggeliat dan membuka matanya. Ia merasa sedang memeluk sesuatu yang hangat dan tangannya mulai meraba sampai atas dan memegang seperti rambut?
"rambut?" batinnya masih menutup mata sambil mengusap-usap yang dipikirnya rambut itu dan ia mulai membuka matanya, ia tak kalah terkejut melihat sosok yang tengah terbaring memejamkan mata dan tangannya sedang memegang rambutnya. Dengan cepat ia menjauhkan tubuhnya.
"Ra-Raven?" ucapnya terbata sambil menganya.
"di-dia ngapain ada di sini? apa jangan-jangan semalam dia tidur di sini?" batinnya. Lalu ia memeriksa bajunya, ternyata masih lengkap.
"kalau bener, semoga semalam dia nggak ngelakuin yang aneh-aneh ke gw"
"lagian kenapa dia nggak tidur di sofa aja sih, kenapa mesti tidur di sini?" gerutunya, dan melihat jam di dinding.
"lebih baik gw cuci muka" kemudian Aleta masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya. Tak lama ia keluar.
"dia belum bangun juga?" ucapnya baru keluar dari kamar mandi melihat Raven masih terlelap.
"mama udah bangun belum ya?" kemudian ia turun meninggalkan Raven di kamarnya.
"mama belum bangun?" ucapnya begitu sampai di tangga terakhir
"nonton tv aah.. jam segini biasanya ada kartun" lalu ia menyalakan tv dan menyetel film kartun, hingga tertidur di sofa.
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi, seperti biasa Mala mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan hari ini ia dibantu Zanna. Zanna membersihkan lantai sedangkan Mala membuang sampah di luar. Saat Zanna sedang membersihkan lantai ia mendengar suara tv, lalu ia berjalan mendekat ke arah tv.
"siapa yang nyalain tv" berjalan ke arah tv.
"Aleta? kenapa dia tidur di depan tv?" ucapnya begitu melihat Aleta tidur di sofa.
"Aleta?" menepuk pundak Aleta, Aleta menggeliat.
"bangun, kenapa kamu tidur di sini? nanti kamu bisa masuk angin" ucapnya membangunkan.
"ada apa Zan?" tanya Mala selesai membuang sampah.
__ADS_1
"Mal? ini Aleta tidur di sini nanti kalau dia masuk angin gimana?"
"Al? astaga, kenapa dia bisa tidur di sini" ucapnya begitu menghampiri Aleta.
"Al? bangun" Mala menggoyang tubuh Aleta.
"ada apa ma?" ucapnya masih memejamkan mata.
"bangun!"
"kamu ngapain tidur di sofa? kenapa nggak tidur di kamar?" tanya Mala setelah Aleta duduk.
"tadi Al nonton tv terus ketiduran"
"nggak biasanya kamu nonton tv pagi-pagi"
"em..tadi..em.."
"ada apa? bicara yang jelas"
"di kamar ada Raven" ucapnya lirih.
"a-ada Raven" ucapnya terbata.
"Raven? di mana?" sahut Zanna.
"iya.. di kamar Al ada Raven, di-dia tidur di kamar Al" ucapnya tidak berani menatap kedua wanita di hadapannya.
"APA?!" teriak kedua ibu bersamaan.
"hsuutt... kenapa kalian berteriak?" Aleta terkejut.
"gimana kita nggak teriak, orang kamu bilang kalau Raven tidur di kamar kamu" ucap Mala.
"apa benar kalau Raven tidur di kamar kamu, Al?" tanya Zanna. Aleta mengangguk pelan.
"ja-jadi semalam kalian tidur sekamar? seranjang?" tanya Mala.
__ADS_1
"bu-bukan begitu ma, jadi semalam itu Al nggak tahu kalau dia tidur sama Al"
"gimana-gimana? coba kamu ceritakan" ucap Zanna. Kemudian Mala dan Zanna duduk disamping Aleta.
"jadi semalam itu, sebenarnya Al juga nggak tahu ceritanya kenapa Raven bisa ikut seranjang sama Al"
"pokoknya Al nggak tahu, tadi pagi waktu Al bangun dia sudah di samping Al" lanjutnya, tanpa mengatakan kalau dia sempat memeluk Raven. Entah apa jadinya kalau ia mengatakan semuanya.
"tapi kalian nggak ngapa-ngapain kan?" tanya Mala memastikan.
"ya enggak lah ma, ngapain juga kita kayak gitu" Aleta sedikit tertawa.
"iya nggak tahu, mungkin pas kalian sedang tidur? nggak ada yang tahu, iya kan Zan?" Mala terkekeh.
"mama apaan sih, tapi serius deh kita nggak ngapa-ngapain. Kalau kalian nggak percaya tanya langsung sama Raven" kedua ibu saling pandang sambil tersenyum. Kemudian Aleta berlalu pergi.
"kita emang nggak ngapa-ngaain kok" gerutunya sambil berjalan ke teras dan menyiram tanaman. Mala dan Zanna melanjutkan aktivitasnya.
Di sisi lain...
"hoaam.." Raven menguap kemudian membuka mata menatap seisi ruangan.
"kok aku.." lalu ia mengingat kejadian semalam.
"astaga (duduk) semalam aku tidur di sini"
"kak Aleta?" melihat sekeliling mencari keberadaan Aleta.
"kok nggak ada? apa dia sudah bangun? tapi kok.. apa dia nggak marah?" ucapnya pada diri sendiri.
"aku harus ketemu sama kak Aleta" lalu ia beranjak dari ranjang kemudian turun.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
HAI GUYS AKU UP LAGI😃
MOHON MAAF KALAU ADA TYPO😄
__ADS_1
TERIMAKASIH♥
HAPPY READING♥