A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
89. Suami?


__ADS_3

Upayakan Like sebelum baca🙏😇


.


.


.


Mendapati kedua anaknya tak ada di kamar dan orang rumah masih terlelap, Mala memutuskan untuk mencari kedua anaknya itu. Mala menyuruh Safar mencari keduanya di tempat Safar dulu menjemput Raven dan Aleta.


Sesampainya mereka di sana, Safar keluar lebih dulu untuk membukakan pintu untuk majikannya.


Tanpa bertanya lagi, Mala bergegas masuk ke tempat itu dan mencari kamar yang mungkin ditempati kedua anaknya.


Dirasa sudah ketemu, Mala langsung mengetuk pintu tersebut dengan gusrak-gusruk.


Tok tok tok


"Aleta.. Raven... Apa kalian di dalam? Ini Mama!" teriak Mala dari luar. Dutemani Safar di belakangnya.


"Mama?" batin Aleta sambil menajamkan pendengarannya ke arah pintu.


Sedangkan Raven masih tertidur pulas dalam pelukannya.


"Aleta? Raven? Tolong buka pintunya" teriak Mala lagi karena tak mendapat sahutan.


"Mama? Kenapa Mama bisa kesini?" Aleta bergumam, mungkin ia sedikit terkejut saat ini.


"Aleta??.." panggil Mala lagi dan terus saja mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Rav, bangun.." Aleta berusaha membangunkan orang di sampingnya.


"Eugh.." cowok itu malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Bangun! Ada Mama!" bisik Aleta seraya melepas lengan cowok itu yang melingkar erat di pinggangnya.


"Mama, Raven masih ngantuk.." gumam cowok itu, masih memejamkan mata.


"Lah? Malah ngigo ni anak? Lepas dulu deh, gue mau buka pintu" Aleta masih berusaha menjauhkan tubuhnya dari cowok itu.


"Buka mata lo Raven!" pekiknya geram sambil membuka mata itu dengan paksa.


"Mau ngapain?" tanyanya gugup saat kedua tangannya digenggam Raven dan cowok itu berada di atasnya.


"Ap- eumhh..." Aleta tak menyelesaikan perkataannya saat cowok itu tiba-tiba menempelkan bibir mereka. Dil*m*tnya bibir Aleta sambil memejamkan kedua matanya.


Sedangkan teriakan dari luar semakin keras dibarengi ketukan pintu. "Aleta.. Raven..."


"Emhh.. Lepas ih!" Aleta mendorong paksa tubuh cowok itu.


Raven sadar, kamudian ia menarik selimut untuk menutupi wajahnya. "Ma-maaf, Kak. Aku.."


"Mama kesini." ucap Aleta.


"Mama? Mamaku?" tanya Raven memastikan, sedikit terkejut sebenarnya.

__ADS_1


"Mama gue! Udah ayo bangun, gue mau bukain pintu dulu" ucap Aleta sebelum beranjak.


Raven mengangguk, lalu Aleta berjalan ke arah pintu. "I-iya"


"Apa yang barusan aku lakukan, kenapa aku berani sekali?" batinnya sambil menggigit bibir bawahnya dengan selimut yang masih menutup hampir seluruh tubuhnya.


Ceklek


"Mama?" panggilnya saat membuka pintu langsung berhadapan dengan sang Ibu.


Senyum wanita itu langsung terbit dan meraih tangan Aleta.


"Astaga Al, sukurlah kamu ada di sini. Tadi Mama suruh Safar anterin Mama ke tempat penginapan yang kemarin Safar jemput kalian, siapa tahu kalian di sini dan ternyata benar."


Aleta mengangguk dan sekilas melirik pria yang berdiri di belakang Mamanya. "I-iya, Ma"


"T-tapi, sedang apa kalian datang kesini lagi?" tanya Mala.


"Eum.. Kami.." Aleta nampak berfikir.


"Ouh, itu nggak penting. Di mana Raven?" Mala bertanya kembali.


"Di-dia di dalam." jawabnya sambil mengarahkan telunjuknya ke arah belakangnya.


Tanpa berkata apapun lagi, Mala berlalu masuk melewati Aleta dan mendekati ranjang berada. Aleta menyusul di belakang mamanya, sedangkan Safar menunggu di luar.


"Raven?" panggilnya sesampainya di samping ranjang.


Terlihat Raven memejamkan mata, mungkin ia tidur lagi atau hanya pura-pura?


"Raven masih tidur?" tanya Mala kepada Aleta.


"Yaa seperti yang Mama lihat sekarang" ucap Aleta sedikit kikuk.


"Baguslah kalau kalian baik-baik aja. Sekarang ayo kita pulang. Kamu bangunkan suamimu dulu, mama tunggu di mobil" ucap Mala dengan perasaan lega.


Aleta mengangguk. "I-iya, Ma."


Kepergian Mala, Aleta berjalan mendekati Raven yang tertutup selimut dengan mata terpejam. Mungkin cowok itu tidur lagi atau hanya pura-pura tidur.


"Raven, bangun ayo pulang. Malah tidur lagi sih" Aleta menarik selimut yang menutup badan Raven.


Perlahan Raven membuka mata dan menatap Aleta. "Mama Mala udah keluar?" tanyanya memastikan dan diangguki oleh Aleta.


"Udah! Cepat bersihin diri lo, mama nungguin kita di mobil" titahnya diangguki cowok itu. "Heem"


Kemudian Raven turun dari kasur lalu berjalan masuk ke kamar mandi.


"Kalau udah selesai, gantian ya?" ucap Aleta.


Raven mengangguk sebelum masuk ke kamar mandi. "Iya, Kak Aleta"


"Ada-ada aja sih" gumam Aleta sambil terkekeh pelan.


Tak lama Raven keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di tepi kasur sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.


Lalu Aleta beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Lo susul mama di luar, gue mau cuci muka dulu" ucapnya sambil berjalan ke kamar mandi.


"Aku mau bareng sama Kak Aleta keluarnya" kata Raven membuat langkah Aleta terhenti dan membalik badan menghadap Raven.


"Yaudah, lo tunggu sini aja lagian gue nggak lama" ucapnya dan diangguki cowok itu. "Iya, Kak"


Aleta melangkah ke kamar mandi berada, namun langkahnya terhenti lagi, karena ada yang memeluknya dari belakang.


"Eh?" Aleta terkejut.


"Hiks.. Hiks.." isak cowok itu sambil menenggelamkan wajahnya di leher Aleta.


"Lo nangis lagi? Kenapa heii.." tanya Aleta yang merasakan tubuh orang itu bergetar di punggungnya.


"Maafin aku, hiks..." bisik Raven disela isakknya.


"Iya gue maafin, lagian kejadian semalam itu bukan salah lo. Yang harusnya minta maaf itu Riki, karena udah bikin lo minum sampai mabuk" ucap Aleta lirih, walaupun masih ada rasa tak terima dalam hati kecilnya.


"Tapi aku sudah minum itu, hiks.. Kalau mama tahu pasti mama akan memarahiku.." isakan cowok itu semakin keras dalam pendengarannya.


"Sudah-sudah, berhenti menangis. Masa suami gue cengeng sih?" ucap Aleta sambil terkekeh. Dan ia tersadar dengan ucapannya barusan.


"Apa? Su-suami?" sontak Raven melepas pelukannya dan menatap punggung cewek itu dengan bertanya-tanya.


"A-eum.. Gue masuk dulu, lo kalau mau nungguin gue terserah" setelah itu Aleta berlari masuk ke kamar mandi, kemudian menutup pintu itu.


"K-kak?!" panggil Raven nyaris tak bersuara sambil berusaha menahan senyumannya.


"Suami? Kak Aleta panggil aku suami?" Raven membatin sambil kesenangan. Mumpung tak ada Aleta, ia bisa bebas melompat-lompat saking bahagianya.


Sedangkan di dalam kamar mandi, sambil membasuh wajahnya, Aleta menghentakkan kakinya saking malunya. Bisa-bisanya tadi ia mengatakan itu.


"Bisa-bisanya tadi gue bilang suami di depan dia. Malu banget gue!"


.


.


.


Dorr!!


Maafin ya ges kalau part ini gaje, hehehee


Enaknya mereka di apain nih??


Aleta dan Raven diapain?


Riki diapain?


Bella diapain?


Mari sama-sama kita musnahkan orang jahat di cerita ini!!!


Jangan lupa Like!


.

__ADS_1


__ADS_2