
Tidur Aleta terusik karena mendengar rintihan kecil dari mulut orang di sampingnya. Sontak ia terbangun dan menatap suaminya yang sedang meracau seperti orang ketakutan, bahkan seluruh wajahnya dibanjiri keringat.
"Jangan sakiti kak Aleta! Lepaskan kak Aleta! Jangan bawa dia pergi dariku!"
"Raven, lo kenapa?" tanya Aleta khawatir sambil berusaha membangunkan sang suami.
"Jangan sakiti kak Aleta! Hiks.. Jangan bawa dia!" air mata sudah lolos dari sudut matanya.
"Hei, ada apa? Gue di sini" karena Raven tak kunjung membuka mata, Aleta membawa tubuh suaminya ke dalam pelukannya.
"Kak! Jangan bawa-.."
"Bangun hei.." setelah itu Raven membuka mata dan menatap Aleta sambil menangis.
"Kakak? Tadi ada yang mau bawa kakak pergi, hiks.." lirihnya sambil memeluk pinggang istrinya erat, menenggelamkan wajahnya di perut Aleta.
"Nggak ada. Udah, jangan nangis, itu cuma mimpi buruk" ucap Aleta sambil mengelus pucuk kepala Raven yang masih memeluknya sambil menangis.
"Tapi, mimpinya serem, aku nggak suka!" ucap Raven setelah mengangkat wajahnya menatap Aleta.
"Udah ya, pasti tadi mau tidur nggak baca do'a, iya kan?" tanya Aleta dan diangguki oleh suaminya.
"Lupa"
"Makanya mimpi buruk. Eh, pukul berapa sekarang?" ucapnya kemudian melirik jam yang menempel di dinding kamarnya.
"Hah? Udah jam tiga sore?" pekik Aleta terkejut.
"Makan siangnya?" beo Raven.
"Udah kelewat! Kok nggak ada yang bangunin kita sih, mama juga nggak bangunin" gerutu Aleta kesal.
"Maaf, tadi aku ketiduran" lirih Raven merasa tak enak hati.
"Gue juga ketiduran, karena lihat lo tadi tidurnya pules banget jadinya gue ngantuk"
"Terus gimana? Makan sekarang?" tanya Raven.
"Iya. Pasti lo laper kan?" Aleta bertanya balik dan diangguki cepat oleh Raven.
"Laper.."
"Yaudah yuk!"
Kemudian mereka berdua bergegas turun dan menuju meja makan.
Sesampainya di tangga terakhir, mereka berpapasan dengan Mala.
"Kalian udah bangun?" tanya wanita itu kepada keduanya.
__ADS_1
"Kok nggak ada yang bangunin kita sih, mama?" tanya Aleta kepada mamanya sambil merengek.
"Yaa habisnya kalian tidurnya pules gitu kan jadinya mama nggak tega buat bangunin" jawab Mala sambil terkekeh pelan.
"Tadi aku ketiduran dan kak Aleta ikut tidur katanya, hehehe.." sahut Raven menjelaskan.
"Yaudah, kalian makan gih!" ucap Mala dan diangguki keduanya.
"Iya ma"
"Al, kamu ambilkan makanan buat suami kamu" titah Mala dan diangguki oleh Aleta.
"Oiya, mama Zanna di mana sama Vania?" Raven bertanya sebelum melanjutkan jalannya.
"Mama kamu keluar sebentar sama Vania ke supermarket beli bahan kue, diantar Safar tadi baru aja" ucap Mala, Raven mengangguk saja.
"Oh, yaudah kami makan dulu ma" pamit keduanya.
"Iya sayang"
SKIP
"Pelan-pelan dong, perih nih!" ringis seorang cowok yang masih mengenakan seragam SMA sedang diobati lukanya oleh salah satu karyawan cafe.
"Rasain! Siapa suruh berantem?" omel cewek tersebut yang dengan telaten memberikan obat merah pada luka cowok itu.
"Tadi itu nggak sengaja doang kok" elaknya.
"Enak aja disamain sama cangcorang! Gini-gini gue jago bela diri" timpal cowok itu tak mau kalah.
"Gini-gini gii jigi bili diri. Omong doang lo!" tiru cewek itu dengan julid.
Cowok SMA itu adalah Arga, dan karyawan cafe tersebut adalah Fany. Tak sengaja tadi Fany melihat ada perkelahian di tempat kerjanya dan ia mengenali si korban dari perkelahian tersebut. Buru-buru Fany membantu melerai dan menjelaskan kepada keduanya, akhirnya perkelahian berakhir dan Fany membawa Arga pergi dari cafe tersebut dengan keadaan yang sudah babak belur.
"Tadi itu gue nggak tahu kalau tuh cewek ternyata udah punya pacar, makanya gue coba deketin. Nggak tahunya cowoknya dateng dan langsung hajar gue sampai bonyok kegini" ucap Arga mencoba menjelaskan, meskipun hal ini juga termasuk kesalahannya.
"Siapa suruh hah? Udah dibilangin sekolah aja yang bener, masih aja bandel" omel Fany setelah menempelkan plaster di luka Arga dengan kasar membuat ringisan terdengar dari mulut cowok itu.
"Gue itu pengin punya ayang, biar sama kaya sohib gue yang udah nikah" lirih Arga dan didengar oleh Fany.
"Karena itu lo sampai nekat kegini? Nggak waras!" ucap Fany tak habis fikir dengan jalan fikiran seorang Arga.
"Enak aja dibilang nggak waras" protes Arga.
"Masih ngejawab?!" sentak Fany dan membuat cowok itu bungkam.
"Gue mau ranya, boleh?" tanya Arga saat Fany sibuk memasukkan obat-obatan ke kotak P3K.
"Apa?" jawab Fany singkat tanpa menatap ke si pe-nanya.
__ADS_1
"Kak Fany udah punya pacar apa belum?" lanjut Arga, dan membuat cewek itu menatapnya penuh tanya. "Kenapa emangnya?"
"Ya nggak apa-apa, nanya doang" Arga menghendik acuh.
"Yaudah" singkat Fany.
"Jadi?" Arga menunggu kelanjutan perkataan Fany.
"Nggak!" jawab Fany tegas, hal itu sukses membuat kedua mata Arga membulat tak percaya.
"Serius?" tanya Arga memastikan dan diangguki oleh Fany.
"Jadi pacar gue, mau? Akhh sakit!" pertanyaannya langsung dijawab dengan tekanan tepat di lukanya, hingga membuatnya meringis kesakitan.
"Biar tahu rasa! Itu mulut kalau ngomong dijaga!" pekik Fany geram.
"Jangan ditekan juga kali lukanya, sakit" ringis cowok itu dengan nada merengek. Sambil memegang pipinya yang lebam.
"Maaf, nggak sengaja. Udah nih obatin sendiri, gue mau lanjut kerja. Kalau izinnya kelamaan nanti bisa dipotong gaji gue" ucap Fany sambil memberikan kotak obat kepada Arga.
Arga menerima kotak obat tersebut, "Makasih, tadi udah nolongin gue. Makasih juga udah obatin luka gue" ucap Arga terdengar tulus.
"Sama-sama, lain kali jangan diulangin lagi" ucap Fany memoeringati.
"Nggak janji" lirih cowok itu dengan santainya, sebelum teriakan mengejutkannya.
"Arga!" pekik Fany agak keras.
"Iya-iya"
"Gitu dong nurut, kan gantengnya kelihatan" ucap Fany kemudian pergi meninggalkan Arga.
"Ap-apa? Kak Fany bilang gue ganteng?" gumamnya tak percaya, mungkin kedua pipinya memerah sekarang.
.
.
.
Kalian tim Arny atau Arbell?? Jawab di komen yaa..
Bisa dilihat perbedaan Arga saat bersama Fany dan Bella?
Dari cara berbicara, mereka sama-sama suka debat kalau ketemu. Kalau dari kesukaan, kayanya Arga lebih tertarik dengan Fany daripada dengan Bella.
Gimana nih? Kalian ada di tim siapa???
Setuju, kawal novel A&R sampai punya anak?
__ADS_1
Jangab lupa Like Komen dan Vote✨
.