A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
86. Para Saksi, Sah?


__ADS_3

Tiba saat yang ditunggu-tunggu. Tepat seminggu setelah kelulusan Aleta dan kenaikan kelas Raven, hari ini mereka akan menyelenggarakan pernikahan.


Yaa karena mereka menikah muda dan sang mempelai pria masih sekolah, jadi acara ini dilakukan secara sederhana dan hanya dihadiri keluarga saja.


Mempelai pria sudah siap dengan pakaian yang begitu pas di tubuh tingginya. Begitupula dengan mempelai wanitanya, mengenakan dress putih dan hiasan kepala yang begitu cantik dan anggun dipakainya.


Pernikahan mereka memang dilaksanakan dengan sederhana, namun pernikahan itu terlihat sangat mewah.


Kini tiba waktunya kedua mempelai memasuki pelaminan. Sudah ada Pak penghulu di sana, beserta Evano selaku Ayah dari Aleta. Raven tiba lebih dulu, kini mereka menunggu Aleta keluar.


Tak lama Aleta keluar bersama Mala dan Zanna disampingnya. Kedua wanita itu juga tak kalah cantik dengan pakaian yang begitu indah. Vania berada digendongan sang ibu.


"Buset cakep banget Kak Aleta!?" heboh Arga yang duduk di samping Fany.


"Yes bener banget! Siapa dulu dong, Queen gue!" seru Fany dengan bangganya.


"Dia benar-benar ratu hari ini." batin Raven sambil mengukir senyum tipisnya.


"Duduk sini sayang" ucap Evano menepuk tempat di samping Raven.


"Mama.. Mama.. Kak Aleta cantik banget! Kayak Pinces!" seru Vania kepada mamanya.


"Vania juga cantik banget, kayak Barbie" Aleta membalas memuji keimutan balita di belakangnya yang dipangku oleh Zanna.


"Kamu cantik hari ini." lirih Raven nyaris berbisik dan membuat Aleta menyunggingkan senyumannya.


"Baik. Kedua mempelai sudah di sini. Mari kita mulai acaranya" ucap penghulu.


Semuanya mendengarkan dengan kidmat. Setelah mempelai pria menjawab barulah penghulu tersebut meminta jawaban dari para saksi.


"..."


Para saksi, sah?


SAH! -jawaban serentak.


Alhamdhulillahirrobbil'alamin..


"Ayo segera pasang cincin" titah Mala pada piutrinya.


Kedua cincin sukses menelusup ke jari manis kedua mempelai.


"Cium tangan suami kamu" titah Mala lagi. Aleta menurut.


"Raven, cium kening istri kamu" titah Zanna.


Raven menatap Aleta sebelum ia mendekatkan wajahnya.


"Maaf, Kak" ucapnya lirih bermaksud meminta izin kemudian ia segera mendaratkan kecupan di dahi mulus itu.


_


"Selamat ya, Al. Hari ini lo udah resmi jadi seorang istri!" ucapan selamat dari Fany Gayatri.


"Selamat Kak Aleta dan sohib gue. Gue tunggu kabar kehamilannya!" pekik Arga dengan bangganya.


"Arga!" tegur Raven, tapi sama sekali tak membuat cowok itu bungkam.


"Do'a-kan saja yang terbaik untuk kami berdua" ucap Aleta tulus.


"Semoga langgeng sampai kakek-nenek!" kata Fany sebelum memeluk sahabatnya itu.


"Aamiin. Makasih" Aleta membalas pelukan itu tak kalah erat.

__ADS_1


"Kurang afdol kalau kita belum foto!" ucapan Arga membuat pelukan kedua cewek itu terlepas.


"Yuk! Selfi aja" pekik Fany setuju.


Kemudiam mereka berjejer dan berfoto lewat ponsel Arga.


CEKREK!


CEKREK!


CEKREK!


"Cakep nih." gumamnya saat melihat hasil selfi mereka.


SKIP


Untuk sementara yang menjadi kamar pengantin merupakan kamar Aleta. Secarakan kamarnya lebih luas dari kamar yang lain. Dan rencananya, Evano akan membelikan rumah baru untuk kedua anaknya.


Di dalam kamar.


Aleta duduk di depan kaca seraya melepas pernak-pernik dan riasan di wajahnya. Sedangkan Raven di dalam kamar mandi.


"Kak!.." pekikkan dari dalam kamar mandi.


"Ada apa?"


"Aku lupa bawa handuk!" pekiknya lagi.


"Iya tunggu bentar!" jawabnya kemudian beranjak mengambilkan handuk yang ternyata tertinggal di kasur, kemudian ia berikan kepada si pemilik handuk tersebut.


"Nih!"


"Terimakasih, Kak Al" ucapnya setelah menerima handuk itu.


Dan Aleta kembali duduk di kursi riasnya. Melanjutkan ritual membersihkan make upnya, sambil menunggu Raven selesai membersihkan diri.


Ting!


'Di rumah lo rame, ada acara apa?'


'Tadi gue lewat depan rumah lo dan ngelihat orang yang pakaiannya mirip penghulu gitu. Ngapain? Emang siapa yang nikah?'


'Jangan bilang kalau kata cowok malam itu bener? Kalau lo sama dia akan menikah?'


^^^'Lo nggak perlu tahu. Lagian, ^^^


^^^apa untungnya kalau gue kasih tahu?'^^^


'Jadi bener, hari ini lo nikah sama bocil itu?'


^^^'Udah Rik, jangan ganggu hidup gue lagi. ^^^


^^^Gue udah punya kehidupan baru, ^^^


^^^gue harap lo ngerti'^^^


'Tapi Al, gue masih sayang sama lo. Gue mau balikan sama lo!'


^^^'Lebih baik lo cari cewek lain yang bisa ^^^


^^^ngebalas cinta lo. Karena sekarang^^^


^^^ hati gue udah milik orang lain'^^^

__ADS_1


'Lo masih cinta kan sama gue?'


-


"Sudah, Kak." panggilan seseorang mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


Tenang saja, cowok itu memakai baju. Hanya saja, ia belum memakai pakaian bawah, dililitnya handuk itu dari pinggang hingga lutut.


"Udah? Giliran gue juga mau mandi. Tapi.." Aleta mengantung ucapannya sambil berusaha meraba punggungnya.


"Ada apa? Aku akan keluar setelah berganti pakaian." ucap Raven yang mungkin mengerti.


"Bukan itu. Gue nggak bisa lepas ini.." tunjuknya ke arah belakangnya.


"Apa? Kenapa nggak minta tolong sama Mama?" tanya Raven.


"Mama masih sibuk, gue nggak mau ganggu" lirih Aleta.


"Tapi.." Raven mengantung ucapannya dan nampak berfikir.


"Kalau lo nggak mau nggak apa-apa, biar gue coba sekali lagi" ucap Aleta yang terlihat susah payah meraih resleting di punggungnya.


"Eum.. Biar aku bantu" Raven berjalan ke belakang Aleta, kemudian mengambil alih resleting dress itu membuat Aleta sempat terkejut.


"Eh?"


"Maaf, Kak" ucapnya sebelum menarik resleting itu ke bawah. Hingga menampilkan punggung mulus Aleta.


Kedua matanya terpejam kuat saat menarik resleting itu.


"Sudah?" tanya Aleta saat merasa tak ada tarikan lagi di punggungnya. Didekapnya dengan erat dress bagian dadanya supaya tak ikut melorot.


Raven mengangguk sebelum kembali ke depan Aleta. "Heem"


"Makasih, gue masuk" ucapnya setelah itu Aleta berlari ke kamar mandi.


"Iya, aku akan keluar saat selesai" ucap Raven sedikit mengeraskan suaranya karena Aleta sudah berada di dalam kamar mandi.


Jujurly, jantungnya tak karuan bahkan tubuhnya bergetar kuat. Namun, ia bisa mengendalikan dirinya. Lalu ia segera mencari pakaiannya dari dalam koper. Ahh.. Ntar di packing lagi.


Sedangkan di sisi lain. Setelah berhasil masuk ke kamar mandi. Aleta langsung menyandarkan punggungnya di dinding seraya meremas dress bagian dadanya sangat kuat.


"Kenapa setiap bersentuhan dengannya, rasanya ada yang aneh dalam diri gue?" batinnya.


.


.


.


Kurang? Atau cukup?


Garing ya? kayak nggak ada something gitu waktu Raven minta diambilin handuk sama pas adegan lepas resleting? Harusnya kan... Pasti tahu lahh😏


Ntar ada problem lagi nih sama mantan. Yailah ketemu lagi nih ntar sama mantan, huft..


Keknya kalau mantan nggak berulah, nggak ada masalah deh. Tungguin guys, ntar ada ehem🙈


Kalian bisa banget nih reques. Kalian maunya ntar kedepannya mereka gimana? Terus, kehidupan mereka setelah menikah apa segera punya anak atau di tamat-in aja?


Mohon bantuannya mantemann..


Jangan lupa Like!

__ADS_1


.


__ADS_2