
Keesokan paginya..
Tidak seperti biasanya, Aleta hari ini bangun lebih awal tanpa dibangunkan mamanya. Entahlah apa yang terjadi ia tidak tahu, pagi ini ia bangun sendiri dan langsung ke kamar mandi membersihkan dirinya.
Sedangkan, di sisi lain Raven malah bangun kesiangan.
"kok udah jam segini Raven belum keluar kamar?" jam sudah menunjukkan pukul 06.15 am, biasanya Raven sudah keluar dan sarapan namun sampai sekarang belum keluar kamar. Zanna sedang menyiapkan bekal lalu berjalan menuju kamar putranya.
tok tok tok (Zanna mengetuk pintu kamar Raven)
"Rav?" teriaknya dari luar namun tak ada jawaban, lalu Zanna mencoba membuka pintu ternyata tidak dikunci.
ceklek (suara pintu terbuka) Zanna menatap seisi ruangan dan pandangannya terhenti di ranjang mendapati putranya masih terbaring tertutup selimut.
"Raven!?" lirihnya dari depan pintu sebelum mendekat ke ranjang.
"Raven, bangun" menepuk pundaknya, namun ia hanya menggeliat dan malah memeluk guling di sampingnya dengan erat.
"astaga anak ini" gerutunya.
"Raven, bangun. Apa kamu tidak lihat sekarang pukul berapa? cepat bangun nanti kamu telat ke sekolah" Zanna menggoyang-goyangkan tubuh Raven namun malah erat memeluk guling.
"lihatlah sekarang pukul berapa? sudah setengah tujuh" mendengar itu Raven langsung membuka matanya lebar-lebar namun masih memeluk guling.
"ayo bangun sayang"
"apa? setengah tujuh? kenapa mama nggak bangunin Raven" ia duduk kemudian segera berlari ke kamar mandi. Sedangkan Zanna hanya menggeleng dan merapikan tempat tidur putranya.
Disisi lain, Aleta sudah selesai dengan dirinya dan segera menuju meja makan.
"mamaaa.." teriaknya panjang sambil menuruni anak tangga sampai meja makan.
"ini bekalnya" memasukkan bekal ke dalam tasnya, tadi Mala ingin membangunkan putrinya namun sampai kamar ternyata Aleta sedang merias dirinya Mala tidak jadi masuk dan kembali turun. Kemudian Aleta sarapan.
"tumben mama tadi nggak bangunin Al" tanyanya disela kunyahan.
"udah" jawabnya singkat sedikit menahan tawa.
"udah? tapi Al nggak lihat mama masuk"
"tadi mama udah mau masuk tapi kamunya udah bangun jadi gajadi"
"oohh"
__ADS_1
"tumben hari ini kamu bangun pagi" Aleta hanya menyeringai.
"sudah ma, Aleta berangkat ke sekolah dulu ya" ucapnya meraih tangan mamanya dan mencuimnya.
"iya, hati-hati" Kemudian Aleta masuk ke dalam mobil dan berangkat ke sekolah.
Sedangkan Raven...
"ma, Raven berangkat keburu telat.." teriaknya dari depan kamarnya kemudian berlari keluar tanpa menemui mamanya.
"Raven.. kamu nggak sarapan dulu?" Zanna berlari dari dapur mengikuti putranya keluar.
"enggak ma, keburu telat" ucapnya setelah mencium tangan mamanya, kemudian segera melajukan motornya.
"eh jangan ngebut bawa motornya, hati-hati" teriaknya namun tak didengar oleh putranya.
"astaga Raven, semoga dia nggak telat" ucapnya sambil meremas kedua tangannya kemudian masuk.
Sampai di sekolah...
"ternyata berangkat pagi suasananya lebih enak dan beda gitu kalau belum banyak yang dateng" ucapnya berjalan menuju ke kelasnya.
"selamat pagi..." sapa Aleta begitu masuk.
"gw juga kangen sama lo" Fany membalas pelukan tak kalah erat.
"lo kemana aja sih dari kemarin gw telfon nggak lo angkat" tanyanya setelah melepas pelukan.
"gw harus bikin alasan apa buat Aleta?" gumam Fany dalam hati.
"sorry ya, kemarin gw nggak enak badan"
"hah? kenapa nggak bilang? kan gw bisa jenguk lo"
"terus sekarang gimana kondisi lo? baik-baik aja kan?" lanjutnya.
"iya sekarang gw nggak apa-apa, gw nggak ngasih tahu lo karena nggak pengin ngerepotin lo, Al"
"hey, lo itu sahabat gw dan gw sama sekali nggak keberatan. Malahan gw seneng banget bisa bantu lo" ucapnya lembut.
"dan gw juga sama sekali nggak ngerasa direpotin kok" lanjutnya.
"makasih ya, Al. Karena lo udah mau berteman sama gw"
__ADS_1
"husstt.. lo jangan ngomong kek gitu,yang seharusnya berterimakasih itu gw, karena lo udah jadi teman sekaligus sahabat terbaik gw"
"dan gw minta maaf karena dulu gw sempet nggak suka sama lo" ucapnya sambil menunduk.
"dulu gw pernah nggak suka sama lo karena dulu temen-temen gw nggak mau temenan sama lo, dan pada akhirnya semua temen-temen gw pada ninggalin gw, sedangkan lo? lo masih bertahan sama gw sampai sekarang"
"udah Al, jangan diinget-inget lagi yang udah terjadi biarlah, sekarang kan kita udah sama-sama"
"iya Fan, terimakasih ya" Fany mengangguk.
"dan lain kali kalo gw telfon harus lo angkat, awas aja kalo sampek enggak" rengeknya manja.
"iya iya qween.." Fany gemas sambil mencubit kedua pipi Aleta.
Disisi lain, Raven sudah telat sampai di sekolah. Setelah memarkirkan motornya ia langsung berlari ke kelas dan ternyata pelajaran sudah dimulai.
"selamat pagi bu, mohon maaf saya terlambat" sesampainya di depan pintu masih ngos-ngosan.
"hey Raven, kok lo tumben telat sih?" bisik Arga dari kursi belakang.
"kenapa kamu terlambat?" tanya Bu Mika.
"saya minta maaf bu, tadi saya bangun kesiangan" mendengar pernyataan Raven seisi kelas mentertawainya.
"diam semuanya!" bentak Bu Mika dan semua diam.
"karena kamu terlambat mengikuti pelajaran ibu, kamu ibu hukum"
"tapi Bu?"
"nggak ada tapi-tapi, sekarang kamu berdiri di bawah tiang bendera sampai istirahat"
"b-baik Bu Mika" dengan lesu Raven berjalan ke arah lapangan dan berdiri di tengah lapangan memberi hormat kepada sang merah putih.
"kembali ke materi" ucap Bu Mika tegas. Bu Mika memang dikenal sebagai salah satu guru yang tegas, namun dibalik ketegasan itu sebenarnya dia sangat baik dan perhatian kepada muridnya.
MOHON MAAF KALAU ADA TYPO YA GUYS😁
TERIMAKASIH♥
HAPPY READING♥
__ADS_1