A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
54. Emang dasar anak kecil


__ADS_3

Mala kembali duduk dan meminum teh nya, terdengar suara langkah kaki dari arah tangga.


"kamu mau pergi kemana Al?" tanya Mala melihat anaknya sudah rapi dengan tas selempangnya.


"mama? Al mau keluar sebentar mau ketemu temen" jawabnya berbohong, sebenarnya ia mau bertemu dengan Riki karena sedaritadi Riki memaksanya untuk bertemu, hingga akhirnya Aleta menurutinya.


"iya, tapi keluar kemana? Safar tadi ngantar Raven pulang"


"Al bisa naik taxi kok ma"


"memangnya kamu mau kemana?" tanyanya sekali lagi.


"Al mau.." ucapannya menggantung, Mala menunggu ucapan selanjutnya.


"Al mau ke Cafe tempat Fany kerja ma, kan udah lama kita nggak main" jawabnya tak berani menatap mamanya, bahkan hidungnya saat ini sudah terasa gatal, ingin rasanya ia segera menggaruknya tapi nanti mamanya bisa tahu kalau ia tengah berbohong.


"beneran?" Aleta mengangguk.


"kamu nggak nunggu Safar balik?"


"enggak ma, Al naik taxi aja nggak apa-apa"


"yaudah, kamu hati-hati kalau ada apa-apa langsung hubungi mama"


"iya ma, kalau gitu Al pergi dulu"


"kamu udah pesen taxi online?" Aleta mengangguk.


"taxi nya udah di depan, takutnya lama nunggu malah pergi" ucapnya terkekeh.


"yaudah, mama anterin kamu ke depan"


"tidak usah ma, mama di sini aja kan tadi mama udah dari depan nanti mama capek bolak balik"


"tidak apa-apa, nggak akan capek karena nganter anak sendiri ke depan doang"


"yaudah deh terserah mama" alhasil Mala mengantar Aleta sampai depan gerbang halaman rumahnya.


"Al pergi dulu ya ma"


"iya, kamu hati-hati dan kalau ada..."

__ADS_1


"iya mamaku sayang, tenang aja Aleta bisa jaga diri kok"


"yaudah, kamu masuk" Aleta meraih tangan mamanya dan menciumnya lalu masuk ke dalam mobil taxi.


"dada ma.." Aleta melambai dari dalam mobil.


"dada, kamu hati-hati" Aleta mengangguk.


"Pak, tolong antar anak saya sampai tujuan dengan selamat dan bawa mobilnya pelan-pelan saja" pinta Mala kepada sopir taxi.


"siap Bu" jawab sopir itu.


"baiklah" Mobil bergerak meninggalkan Mala masih berdiri memperhatikan mobil itu sampai menghilang baru ia masuk kembali ke dalam rumah.


Di sisi lain, Raven sudah sampai di rumahnya.


"terimakasih Pak, Pak Safar tidak mau masuk dulu?" tanya Raven sebelum keluar.


"tidak Rav, saya harus segera kembali. Kamu tidak apa-apa kan, dan kalau kamu ingin kembali hubungi saya atau Ibu nanti saya jemput"


"iya Pak, sekali lagi saya ucapkan terimakasih" Safar mengangguk lalu pergi meninggalkan Raven. Terdengar suara anak kecil tengah memanggilnya sedari tadi.


"hati-hati sayang jangan berlari nanti kamu jatuh" peringatan dari Zanna untuk putrinya.


"adek.." tepat saat Raven berbalik Vania langsung memeluknya.


"Vania kangen sama kakak" Raven memposisikan dirinya duduk agar tingginya sejajar dengan adiknya.


"kakak juga kangen banget sama Vania" mereka berdua berpelukan saling melepas rindu, Zanna melihat kedua anaknya itu tersenyum bahagia.


"Rav.." Zanna memanggil. Raven mendongak lalu berdiri.


"mama, Raven kangen juga sama mama" satu pelukan mendarat untuk mamanya, Zanna membalas pelukan putranya tak kalah erat.


"iya, mama juga kangen sama putra mama" melepas pelukan. Raven tersenyum.


"Vania dilupain nih?" sepertinya Vania kesal karena merasa dirinya dilupakan.


"tentu saja tidak dong dek, Vania tetap nomor satu" ucapnya sambil mengangkat Vania ke gendongannya.


"yaudah, kamu pasti capek pulang sekolah terus kesini. Ayo masuk kita bicara di dalam" ucap Zanna disetujui kedua anaknya.

__ADS_1


"jadi gimana?" tanya Zanna di ruang tengah, mereka duduk di sana.


"gimana apa ma?"


"kamu di sana bagaimana?"


"Raven di sana baik-baik aja, mama Mala dan Papa Evan juga baik sama Raven"


"iya kalau itu mama tahu, maksud mama gimana hubungan kamu dengan Aleta" Raven terdiam, jujur ia tidak tahu ingin mengatakan apa. Karena sejak ia di rumah itu, Aleta sepertinya tidak menunjukkan rasa ketertarikan padanya.


"kak Al juga baik kok ma, mama nggak usah khawatir soal itu" ucapnya tak ingin membuat mamanya terlalu khawatir.


"baiklah, mama tidak akan membahas soal itu, lebih baik kamu istirahat dan makan. oiya kamu udah makan apa belum?" Raven menggeleng pelan. Ia belum sempat makan karena ia ingin makan di rumahnya saja, padahal tadi Mala sudah memaksanya makan namun ia tetap kekeh menolaknya.


"belum ma, Raven pengen makan masakan mama"


"yaudah, kamu makan dulu saja setelah itu istirahat"


"baik ma"


"oiya Vania, adek udah makan?" tanyanya pada adiknya yang tengah asik bermain boneka, katanya kangen suruh kakaknya pulang. Udah pulang malah dicuekin, emang dasar anak kecil.


"udah kak"


"yaudah kalau gitu Raven mau makan dulu ya ma" Zanna mengangguk lalu melanjutkan menonton tv, tadi Raven sudah ganti baju mangkanya langsung makan.


Pindah tempat, Aleta sudah sampai di tempat yang dikatakan Riki tadi lewat telepon. Ia turun dari taxi tak lupa membayar ongkos taxi, lalu ia segera masuk ke dalam Cafe dan mencari keberadaan Riki.


"kenapa Cafe ini sepi sekali, seperti sedang di sewa" ia memperhatikan seluruh ruangan Cafe yang nampak sepi dan pandangannya tertuju pada seseorang yang duduk membelakanginya. Dengan ragu ia menghampiri orang itu dan ternyata ia mengenali orang itu.


Hai hai hai


Aku up lagi, gimana ceritanya seru nggak? seru dong pastinya xixixi. Maaf karena ngak bisa up tiap hari hehe


Mohon maaf kalau ada typo


Tinggalkan jejak kalian


Terimakasih


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2