A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
62. Refreshing


__ADS_3

Seminggu sudah ujian kenaikan kelas selesai, kini libur selama dua minggu. Setelah keadaan Raven membaik ia kembali pulang ke rumahnya bukan lagi ke rumah Aleta karena ia belum bisa meninggalkan rumahnya.


Libur sekolah memang menyenangkan, itu jika dua atau tiga hari saja. Tapi untuk libur dua minggu sepertinya akan membosankan.


Kini Aleta berada di depan rumah tengah menyiram tanaman, kemarin Raven kembali ke rumahnya hanya untuk mengambil barang-barangnya untuk di bawa pulang. Mala sedang membersihkan rumah, sedangkan Evan sudah berangkat ke kantor.


Aleta menghembuskan nafasnya pelan sembari menyiram tanamannya. Menikmati udara pagi yang begitu menyegarkan.


"akhirnya otak gw bisa istirahat setelah seminggu bergelut sama pelajaran yang memusingkan, gw gabut banget kalau dua minggu di rumah doang"


"apa gw suruh Fany main kesini aja ya? dia sibuk nggak ya? gw telfon aja lah suruh kesini daripada gw gabut yekan" setelah itu Aleta masuk ke kamar dan segera menelfon sahabatnya.


Fany yang sedang melayani pelanggan merasa ponselnya bergetar lalu melihat si penelfon.


"Aleta?" ucapnya setelah membaca siapa yang menelfonnya.


"sebentar, saya izin mengangkat telfon dulu" ucapnya pada pelanggan di hadapannya, lalu segera mengangkat telefon dari Aleta.


"hallo Al, ada apa?" tanya Fany.


"lama banget sih angkat telfonnya"


"iya sorry, ada apa telfon? gw lagi kerja"


"gw bosen nih di rumah aja, ntar lo main ke rumah gw ya? pliss..."


"aduh gimana ya, gw nggak enak kalau nolak tapi gw kan harus kerja" batin Fany bingung.


"Fan?.." panggil Aleta tak mendengar jawaban dari Fany.


"iya Al? gini, sebenernya gw pengin banget main ke rumah lo tapi gw masih banyak kerjaan jadi sorry banget untuk saat ini gw nggak bisa"


"sekali lagi lo nolak ajakan gw, Fan" batin Aleta sedih.


"yaudah kalau gitu, lo semangat ya kerjanya" ucap Aleta memaksakan senyumnya.


"iya Al makasih ya, sekali lagi sorry banget gw nggak bisa"


"iya Fan, gw ngerti pasti lo sibuk banget sama pekerjaan lo. Gw nggak akan maksa lo buat mau nerima ajakan gw"


"yaudah, gw masih ada kerjaan nanti kita telfonan lagi oke" Aleta hanya mengangguk saja lalu Fany mematikan teleponnya sepihak dan kembali melayani pelanggannya.


"maaf sudah membuat mbaknya nunggu, tadi mau pesan apa?" tanya Fany memberi menu kepada pelanggannya dan melanjutkan pekerjaannya.


Di sisi lain, setelah percakapannya dengan Fany berakhir Aleta duduk di kursi belajarnya lalu memandang sebuah figura berisikan foto masa kecilnya. Tanpa sadar ia menyunggingkan senyumnya sambil mengingat kejadian waktu itu saat berebut dengan Raven, ah lagi-lagi ia memikirkan Raven.


Aleta menenggelamkan wajahnya ditumpukan tangannya di atas meja.


"setiap kali gw ajak lo main, lo selalu nolak. Sebenarnya kenapa sih Fan? kalau lo emang sangat butuh uang, gw siap bantu lo. Tak perlu kerja berlebihan,tapi kenapa lo selalu nolak" dialognya.


Tak lama terdengar ketukan pintu dari luar. Aleta mengangkat kepalanya dan berjalan ke arah pintu lalu membukanya.


"ada apa ma?" tanyanya begitu membuka pintu mendapati mamanya di hadapannya.


"enggak, nanti malam kita diundang ke rumah mama Zanna. Katanya hari ini ulang tahun Vania" ucap Mala.


"ohya? yaudah ntar malam Al ikut"


"dandan yang cantik ya sayang biar Raven terpana lihat kamu nanti malam" kekeh Mala menggoda putrinya.


"apaan sih mama, emang acaranya seramai apa?"


"enggak, sederhana saja cuma ngundang keluarga kita aja dan temen-temen dekatnya Vania"


"terus kenapa mama udah rapi aja? mau kemana?" tanya Aleta melihat penampilan mamanya sudah sangat rapi.


"mama mau kesana duluan, mau bantu siap-siapin segala macemnya. Kasihan kalau Zanna yang siapin sendiri"


"terus Al gimana? masa Al di tinggal?"


"gapapa, apa kamu mau ikut aja sekarang?"

__ADS_1


"enggak, Al kesana ntar malem aja. Yaudah gapapa Al di rumah sendiri"


"beneran?" Aleta menganguk.


"yasudah kalau gitu mama pamit ya, nanti setelah Safar ngantar, mama suruh dia segera pulang untuk nemenin kamu di rumah"


"iya ma" Mala mengangguk dan kembali ke bawah. Aleta menutup pintunya lagi dan membaringkan dirinya di kasur.


Ting!


Ting!


Ting!


Terdengar ponselnya berbunyi, Aleta beranjak dan mengambil ponselnya di meja belajar.


Riki


"selamat pagi cantik, udah lama gw nggak nanya kabar lo"


"nggak usah nanya, kabar gw baik dan semoga kabar lo baik juga"


"kalau lo nggak sibuk bisa kali kita ketemu, jalan-jalan, refreshing. Ngadem otak abis ujian hehe"


"apaan sih, tau aja kalau gw lagi pengen jalan-jalan" gumamnya sambil tersenyum.


Me:


"tau aja kalau gw lagi pengen jalan-jalan" Aleta membalas.


Ting!


Riki


"jadi lo mau jalan bareng gw?"


"pliss jangan nolak😓 mau ya?"


Me:


Riki


"mau dong pliss.."


Me:


"oke gw mau, tapi ada syarat**nya"


Riki


"apatuh? pake syarat segala"


Me:


"kalau gamau yaudah"


Riki


"iya udah iya, apa syaratnya cantik?"


Me:


"sayaratnya gampang kok, cuman nggak boleh lama-lama mainnya"


Riki


"kalau itu mah gampang"


"mau jalan jam berapa? ntar biar gw jemput"


"kok gw seneng ya diajak jalan sama Riki? apa gw masih ada rasa sama dia? ah bodo amatlah yang penting gw bisa jalan-jalan" batinnya.

__ADS_1


Me:


"sekarang kan masih jam 8, ntar aja setelah jam 12 siang lo jemput gw"


Riki


"oke siap cantik😘"


"apaan sih, kenapa pake emot kayak gitu coba" kekeh Aleta. Kemudian meletakkan ponselnya dan mencharge kembali.


Di sisi lain, Raven dan mamanya tengah menyiapkan untuk acara ulangtahun Vania. Zanna tengah membuat kue untuk putrinya, sedangkan Raven tengah meniup balon dan menghias rumah. Vania duduk saja sambil meniup satu balon di tangannya, yang bahkan belum menggelembung sama sekali.


"bisa niup apa nggak dek?" tanya Raven melihat adiknya terlihat kesulitan meniup balon.


"bisa dong, kan Vania pinter" pede sekali Vania bahkan daritadi belum menggelembung.


"iya deh iya, adek kakak emang yang paling pinter" Raven memilih mengalah dan melanjutkan meniup balonnya.


Tak lama terdengar suara mobil memasuki halaman rumahnya.


"assalamu'alaikum.." Mala masuk ke dalam rumah, Safar sudah ia suruh segera pulang. Raven mendengar salam langsung berdiri dan mengahampiri.


"mama? kenapa mama sudah datang? kan acaranya nanti malam" tanya Raven setelah menyalimi tangan Mala.


"mana mungkin mama nggak bantu kalian siap-siap"


"makasih ma, maaf kita ngerepotin mama lagi"


"tentu tidak sayang, mama sangat senang bisa membantu" Raven tersenyum.


"oiya, Vania mana?"


"Vania di dalam sedaritadi niup balon satu aja belum bisa-bisa" ucap Raven sambil terkekeh.


"benarkah? mama mau lihat" Mala masuk dan menemui Vania diikuti Raven dibelakangnya.


"Vania.." pamggil Mala dari kejauhan, Vania mendengar ada yang memanggil langsung menoleh ke sumber suara.


"mama Mala?" ia jatu ke dalam dekapan Mala.


"Vania kangen nggak sama mama?" tanya Mala melepas pelukannya. Vania mengangguk.


"Vania kangeenn.. banget sama mama Mala" dari sapur mendengar suara ramai langsung menghampiri.


"Mala? kok kamu udah di sini?" tanya Zanna begitu melihat Mala sudah di rumahnya.


"iya dong Zan, kan aku mau bantu nyiapin sesuatu buat anak cantik ini"


"makasih ya Mal" Mal mengangguk.


"oiya, Al mana kok nggak ikut?" tanya Zanna.


"Al kesininya nanti malem, tadi udah aku ajak tapi dia milih di rumah aja"


"ouh, yaudah kalau gitu aku mau lanjut bikin kue"


"aku bantu ya Zan?"


"boleh" lalu Mala ikut Zanna ke dapur.


"kak Al nanti malem kesini?" batin Raven dengan menyunggingkan senyum manisnya. Dan melanjutkan meniup balonnya.


Hai semua..


Kangen nggak sama author eh maksudnya sama cerita Aleta dan Raven? maaf lama upnya..


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaah


Mohon maaf kalau ada typo


Terimakasih

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2