A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
15. Senyumnya Manis


__ADS_3

Selama pelajarang berlangsung, Aleta melamun memikirkan kajadian di kantin tadi sambil terus merasakan detak jantungnya. Ia memejamkan matanya namun tiba-tiba bayangan wajah Raven tengah tersenyum muncul dalam fikirannya.


''aakh..'' teriak Aleta sambil memukul meja, tentu saja seisi kelas menoleh ke arahnya termasuk guru yang sedang mengajar.


''Al, lo kenapa?'' tanya Fany bingung.


''ada apa ini?'' tanya Bu Ika, gurunya.


''ma-maaf Bu'' ucapnya kemudian menunduk sambil memukul jidatnya.


''Fan?'' panggil Aleta.


''iya Al?''


''emm.. nggak jadi'' Fany hanya menatap bingung dengan sikap sahabatnya itu sambil bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


teng teng teng teng (suara bel berbunyi menunjukkan pelajaran telah usai dan seluruh siswa memasukkan buku dan kawan-kawan ke dalam tas masing-masing)


''baik anak-anak, berhubung pelajaran hari ini sudah selesai silahkan memasukkan buku kalain ke dalam tas masing-masing dan jangan lupa untuk belajar karena minggu depan kalian sudah akan mengikuti ujian kenaikan kelas'' ucap Bu Ika begitupun para guru yang mengajar di kelas lain kemudian para guru meninggalkan kelas.


''huuft..'' Aleta membuang nafas kasar begitu Bu Ika meniggalkan kelas.


''kenapa Al?'' tanya Fany sembari memasukkan buku ke dalam tas miliknya.


''nggak tahu niihh''


''eh, nanti belajar bareng di rumah gw yuuk abis lo selesai kerja'' ajak Aleta.


''yaahh sorry bangett, gw nggak bisa''


''kenapa? lo ada sif malem juga?''


''emm..iya''


''sorry ya Al, gw nggak bisa bilang sama lo kalo sebenarnya nenek gw sedang sakit mangkanya kalo malem gw harus jagain nenek gw''ucapnya dalam hati.


''Fan, lo jangan terlalu maksain diri lo buat kerja nanti lo kecapek an gimana? ada gw kan? gw siap kok bantuin lo'' ucap Aleta menggenggam kedua tangan Fany.


''gw nggak apa-apa kok Al, lo nggak perlu khawatir'' ucap Fany sambil tersenyum.


''tapi Fan..'' ucapan Aleta di potong Fany.


''yaudah pulang yuk'' ajak Fany menarik tangan Aleta lembut. Sebenarnya Aleta ingin mengatakan sesuatu, namun ia tidak mau terlalu memaksakan kehendaknya, mungkin nanti Fany mau menerima bantuan darinya.


Di sisi lain...


''aku pulang duluan ya Ga'' ucapnya kepada Arga, namun Arga tengah sibuk bermain game.


''sudahlah aku pulang saja'' kemudian Raven keluar menuju parkiran.


''ohiya, motor aku diparkir di mana ya?'' ucapnya setelah sampai di parkiran.


''hei Rav!'' Arga datang dari belakang dan merangkul pundak Raven.


''eeh kamu ngagetin aku''


''yaelah gitu doang''


''oiya, motor lo mana? lo bilang tadi supirnya bawa motor lo ke sekolah'' ucap Arga sembari mencari keberadaan motor Raven. Raven sudah menceritakan kejadian tadi pagi kepada Arga.


''aku juga nggak tau, aku sudah mencarinya dari tadi tapi motor aku nggak ada''


''atau jangan-jangan motor lo dijual, Rav?'' ucap Arga sambil menggerakkan jari telunjuknya.


''kamu apa-apaan sih, nggak boleh berprasangka buruk pada orang lain itu nggak baik''


''lha buktinya motor lo mana? katanya tadi dianterin ke sekolah, terus nggak ada tuh si motor di sini''


''emm..aku tunggu kak Aleta aja terus aku tanya sama dia''


''mau modus lo yaa??'' goda Arga.


''ya enggak lahh, kan aku cuman mau tanya, apa salahnya?''


''yaudah kalo git...''ucapan Arga terpotong karena ada yang memanggil Raven dari arah gerbang.

__ADS_1


''Raven!!'' teriak Safar memanggil Raven.


''itu siapa sih teriak-teriak panggil nama lo'' tanya Arga.


''Pak Safar?'' ucapnya lirih.


''sebentar ya Ga, aku kesana dulu'' pamit Raven kemudian berlari menghampiri Safar meninggalkan Arga yang masih berdiri disamping motornya.


''iya? ada apa Pak?'' tanya Raven sesampainya di depan Safar.


''jadi begini, motor kamu belum selesai diperbaiki karena baru saja diambil sama tukang bengkelnya. Karena tadi saya menghubungi tukang bengkel langganan kami semua pada sibuk''


''terus aku pulangnya gimana Pak?'' karena arah jalan pulang Raven dan Arga berbeda jadi tidak mungkin untuk menyuruh Arga mengantarnya pulang kerumahnya.


''begini saja, kamu ikut saya lagi biar saya antar kamu pulang, bagaimana?''


''tidak perlu Pak, biar aku naik angkot saja''


''eehh jangann, masa calon suaminya non Aleta pulang naik angkot. Nanti kalau Nyonya tau saya yang diomelin'' ucapan Safar barusan seperti bogem yang menembus dadanya.


''ca-ca-calon s-suami?'' ucapnya terbata, karena itu masih terdengar asing ditelinganya.


''yasudah silahkan masuk tuan'' Safar membukakan pintu untuk Raven.


''t-tuan?''


''Pak, tolong jangan panggil aku seperti itu''lanjutnya.


''baiklah, saya tidak akan memanggil dengan panggilan itu. Tapi setelah kamu resmi bertunangan dengan non Aleta, saya akan memanggil kamu dengan sebutan tuan, karena itu sudah menjadi perintah Nyonya''


''masuklah''


''se-sebentar aku bilang teman aku dulu karena dia masih berdiri di sana'' dibalas anggukan oleh Safar.


''Ga.. aku pulang duluan ya''


''eh eh, lo mau pulang sama siapa kan motor lo kaga ada?''


''aku...aku pulang bareng sama kak Aleta''


''bukan seperti itu, gimana ya'' ucap Raven gugup.


''pulang sono, udah di tungguin tuh sama supir. Kasihan nanti tangannya pegel pegang pintu lama-lama'' kekeh Arga.


''yaudah, sampi ketemu besok. Daaa'' kemudian Raven berlari sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah Arga dan dibalas lambaian Arga.


''oh iya Pak, kak Aleta kok belum keluar ya?'' tanya Raven kepada Safar sambil menongolkan kepalanya keluar karena Safar berdiri di luar mobil.


''kita tunggu saja, mungkin sebentar lagi non Aleta keluar'' Raven mangangguk-anggukkan kepalanya. tak henti-hentinya Raven terus memperhatikan ke luar mencari keberadaan Aleta.


''itu dia non Aleta'' ucap Safar membuat Raven menongolkan kepalanya keluar mencari Aleta.


''Raven?'' ucap Aleta dalam hati sambil memelankan langkahnya karena melihat Raven dari dalam mobil melihat kearahnya sambil tersenyum lebar, seperti menantikan kedatangan sang pujaan hati.


''hak kak'' ucap Raven melambaikan tangan ke arah Aleta sambil tersenyum. Dan tak henti-hentinya Aleta menatap Raven tanpa melihat sekelilingnya.


''aauuu...'' tiba-tiba ia kesandung dan jatuh ketanah. Raven dan Safar melihat Aleta jatuh langsung berlari menghampirinya. Raven sampai lebih dulu, Fany? Fany sudah pulang duluan.


''kak? kak Aleta tidak apa-apa?'' tanya Raven khawatir sembari membantunya duduk di kursi dan ikut duduk disampingnya.


''aauuu...lutut gw yang muluss kenapa harus lecet hiks hiks'' rintihnya sambil menangis karena kedua lututnya, telapak tangan dan sikunya berdarah. Sedangkan Safar berlari ke ruang UKS mengambil kotak P3K.


''non Aleta?'' Safar berlari ke arah Aleta dan Raven sambil membawa kotak P3K.


''sini Pak, biar aku yang obatin kak Aleta'' Safar memberikannya kepada Raven.


''tahan ya kak'' ucap Raven akan menutulkan kapas yang sudah ditetesi obat merah ke lutut Aleta.


''a a auu auu.. perihh.. perih..''rintihnya sambil menggenggam erat lengan Raven.


''maaf ya kak'' ucapnya akan menempelkan hansaplas ke lututnya.


''au au... saakiiitttt... lo tuh tau nggak sihhh'' rintih Aleta kini memukul-mukul pundak Raven, Raven hanya diam saja sembari mengobati luka Aleta.


''sekarang ganti luka yang di tangan kakak'' ucap Raven meraih tangan Aleta lembut dan menaruhnya di pahanya, untuk luka yang di siku tidak parah. Mungkin luka yang di telapak tangan terasa sakit.

__ADS_1


''au au pelan-pelan'' ucap Aleta masih mengeluarkan air matanya. Sesekali Raven meniup luka di sikunya dan Aleta menatap Raven diam-diam, saat Raven mendongak ia cepat-cepat memalingkan wajahnya.


''sudah kak'' ucap Raven dan Aleta menarik tangannya.


''bagaiman non? apa non Aleta bisa jalan?'' tanya Safar. kemudian Aleta mencoba berdiri namun lututnya tiba-tiba terasa sakit dan hampir jatuh, untung dibelakang ada Raven yang menangkapnya.


''au auu..''


''kakak nggak apa-apa?''tanya Raven.


''nggak apa-apa nggak apa-apa, ini sakit lo nggak tau apa'' ucap Aleta dengan nada kesal.


''maaf kak''


''iiihh..''


''jadi bagaimana? apa non Aleta bisa jalan?'' tanya Safar sekali lagi.


''apa perlu saya ambilkan kursi roda untuk non?'' lanjutnya.


''tidak perlu Pak, cepat gendong'' ucap Aleta meminta gendong kepada Safar, namun Safar melirik Raven memberi kode biar Raven saja yang menggendongnya. Tapi apalah daya Raven yang telmi alisa telat mikir, tentu saja ia tidak mengerti maksudnya.


''tunggu apa lagii?'' perintah Aleta, sedangkan Safar masih memberi kode untuk Raven dengan mengedipkan mata dan menggerakkan bibirnya tak beraturan. Hingga akhirnya Raven mengerti namun Raven menggeleng.


''ayolah Ravenn...kamu saja'' bisiknya tanpa mengeluarkan suara. Namun Raven masih ragu untuk melakukannya.


''eh eh kenapa jadi lo yang gendong gw? turunin gw'' tanpa aba-aba Raven memegang pundak dan kaki Aleta kemudian mengangkatnya ala bridal style dan memasukkanya ke dalam mobil. Safar membukakan pintu kemudian Raven mendudukkan Aleta pelan-pelan dan kini wajah mereka begitu dekat hingga Aleta bisa mencium bau parfum Raven.


''kanapa jadi lo yang gendong gw?'' tanya Aleta kesal begitu Raven duduk di sampingnya.


''maaf kak, tadi itu(melirik ke Safar)''


''terus Pak Safar juga kenapa tadi kayak kasih kode kode gajelas''


''maaf non Aleta, sebenarnya tangan saya sedang sakit jadi tidak bisa menggendong non Aleta'' ucap Safar berbohong.


''beneran sakit? masih bisa nyetir nggak pak?''


''bi-bisa non''


''terus, ini kenapa dia ikut masuk?'' tanya Aleta melirik ke arah Raven.


''maaf non Aleta, jadi begini(menceritakan semuanya) begitu non''


''oohh begitu..''


''terimakasih ya'' ucap Aleta menatap ke arah Raven.


''terimakasih untuk apa kak?''


''ya untuk tadi lo udah ngobatin luka gw dan... udah gendong gw''


''daaann.. maaf(menunduk) tadi gw mukul-mukul lo'' lanjutnya.


''tidak apa-apa kak'' ucap Raven sambil tersenyum.


''astaga! senyumnya manis bangeeett.. bikin gw meleleh, idih apaan sih gw lebay banget. Tapi kok gw jadi deg deg an gini ya liat dia senyum kek gitu'' gumamnya dalam hati.


''yaudah, kita pulang'' ucap Aleta kepada Safar.


''baik non'' kemudian mobil bergerak meninggalkan sekolah.


HALLO GUYSS...😁


AKU UP LAGI NIHH..


GIMANA CERITANYA? SERU NGGAK? KALAU KALIAN SUKA, TINGGALKAN JEJAK KALIAN BERUPA:


LIKE KOMEN DAN VOTE YA GUYSSS


MOHON MAAF JIKA ADA TYPOšŸ˜‚


TERIMAKASIH♄


HAPPY READING♄

__ADS_1


__ADS_2