A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
28. Nomor nyasar


__ADS_3

"kenapa kalian berpelukan? apa ada hal yang Aleta nggak boleh tahu? atau jangan-jangan..." belum menyelesaikan pertanyaan beruntunnya, Raven menutup mulutnya menggunakan jari telunjuk. Aleta memundurkan kepala.


"apaan sih lo" Aleta kesal menepis tangan Raven, sedangkan kedua ibu saling menahan tawa.


"tidak ada yang kami sembunyikan dari kamu, Aleta"


"hanya saja tadi itu (menjeda ucapannya mencari alasan) karena tante dan Raven mau pamit pulang" Mala kaget dan sedih karena masih ingin lebih lama bersama sahabatnya.


"kalian mau pulang?" tanya Aleta.


"iya kak, lagipula sekarang sudah sore nanti takut sampai rumah kemaleman" memang benar sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 pm.


"yaudah, aku panggilkan Safar untuk..." Mala belum selesai bicara Zanna memotongnya.


"tidak perlu Mal, Raven kan kesini tadi bawa motor" sembari berjalan keluar.


"oh baiklah, kalian hati-hati di jalan ya" ucap Mala sudah berdiri di depan pintu.


"mama Mala dan kak Aleta, Vania pulang dulu yah, dada" ucap Vania melambaikan kedua telapak tangannya sambil tersenyum.


"dada Vania, besok main kesini lagi yah" Aleta membalas lambaian tangan sambil tersenyum.


"iya kak"


"kalau gitu aku jalan dulu, dada"

__ADS_1


"dada.." ucap Aleta dan mamanya bersamaan.


"ayo masuk sayang" Mala masuk terlebih dahulu meninggalkan Aleta yang masih berdiri mematung menatap motor Raven yang sudah mulai menghilang.


"kenapa Raven tidak mengatakan apapun? dan dia terlihat sedih, bahkan dia sama sekali nggak natap gw" gumam Aleta heran.


"apa gw ada salah? nggak mungkin, tadi kan baru aja baikan, ah gatau gw mending gw masuk" lanjutnya, kemudian ia masuk sambil menutup pintu rumahnya dan pergi ke kamar.


Di perjalanan pulang...


"mama? kapan kita main ke rumah kak Aleta lagi?" tanya Vania yang sedang duduk di antara mama dan kakaknya.


"em.. mama juga nggak tahu mungkin besok lusa"


"Vania suka sama bonekanya?" Vania mengangguk antusias.


"maafin mama ya sayang karena mama nggak bisa belikan Vania mainan yang banyak"


"tidak apa ma"


Raven melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Tanpa mendengar mama dan adiknya ngobrol, ia mengemudikan motornya sambil melamun entah apa yang membuatnya melamun. Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah dengan selamat.


Malamnya


Di kamar, Aleta sedang belajar namun fikirannya terpaku kepada sahabatnya.

__ADS_1


"Fany kemana sih, dari pagi nggak bisa dihubungin" gumamnya kesal kemudian beralih menatap figura berisi fotonya waktu kecil yang menjadi rebutan tadi bersama Raven, tanpa sadar ia menyunggingkan senyumnya sambil mengingat kejadian tadi sore.


"bisa-bisanya tadi sampai kejar-kejaran cuman karena foto ini" ucap Aleta masih menatap lekat fotonya sambil tersenyum.


"terus gw ngapain? senyum-senyum kayak orang gila, sadar Aleta SADARR" sadar sedang senyum-senyum sendiri seperti orang gila, ia mengusap kasar wajahnya frustasi.


"au ah mending gw tidur" saat ia akan beranjak dari tempat duduknya, tiba-tiba ponselnya berdering ia cepat-cepat meraih ponselnya dan melihat nama si penelfon. Ia sangat berharap jika yang menelfon adalah sahabatnya, Fany. Namun saat ia melihat siapa yang mebelfon ternyata bukan dari Fany melainkan nomor yang tidak dikenal.


"nomor siapa?" kata itulah yang pertama kali muncul dibenaknya.


"gw kira Fany yang nelfon" ucapnya lesu kemudian menatap satu persatu angka yang tertulis di layar ponselnya.


"nggak usah di angkat, palingan juga nomor nyasar" Aleta memang seperti itu, jika ada nomor baru yang menelfon ia tidak akan menjawab. Panggilan berakhir tanpa dijawab oleh Aleta kemudian ponselnya di ubah ke mode senyap, setelah itu ia naik ke ranjang dan menutup matanya.


 


HALO GUYS AKU UP LAGI, MOHON MAAF KARENA LAMA NGGAK UP


SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITANYA


MOHON MAAF KALAU ADA TYPO😂


TERIMAKASIH♥


HAPPY READING♥

__ADS_1


__ADS_2