A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
60. Simbiosis Parasitisme


__ADS_3

Aleta dan mamanya sudah pamit pulang, kini tinggal Raven di kamarnya sendiri. Vania sudah tidur dan Zanna kembali melanjutkan bikin kue.


Masih sore tapi rasanya sangat sunyi, di dalam ruangan kamarnya begitu hampa. Sebelum pulang Mala mengatakan supaya Raven tidak kembali dulu ke rumahnya sebelum kondisinya membaik dan itu disetujui Raven dan mamanya, juga Aleta.


"bosen banget" gumamnya lirih masih bersandar di kasurnya.


"apa aku suruh Arga kesini biar ada temen?" dialognya.


"tapi dengan kondisi aku seperti ini nanti yang ada dia malah khawatir"


"tapi, besok pasti dia juga tahu. Apa aku suruh kesini aja daripada dia khawatir di sekolah, yang ada pasti heboh sekelas" lanjutnya, masih mempertimbangkan untuk menghubungi Arga apa tidak. Alhasil Raven mengambil ponselnya di atas meja lalu mencari kontak Arga dan menelfonnya.


"ada apa telfon?" tanya Arga to the point begitu mengangkat telfonnya.


"kamu sekarang di mana?"


"di rumah, kenapa?"


"emm.. ke rumah aku sekarang, aku tunggu"


"ngapain?"


"aku bosen, aku tunggu ya" tanpa menunggu jawaban, Raven mengakhiri sepihak dan meletakkan kembali ponselnya di meja dan berbaring.


Sedangkan..


"si Raven kenapa tumben suruh gw ke rumahnya? kalau bukan gw sendiri yang main duluan dia nggak ngajak, tapi tadi katanya bosen, bosen kenapa emang?"tanyanya bingung setelah menerima telefon dari Raven. Arga yang sedang nyantai dengan secangkir kopi itupun menyeruput kopinya hingga tandas dan menyambar jaket di gantungan baju kamarnya lalu melajukan motornya ke rumah Raven.


Tak lama Arga sampai dan memasuki rumah Raven tak lupa mengucap salam.


"Assalamu'alaikum... Raven.." teriak Arga dari luar. Zanna mendengar suara langsung menghampiri dan membukakan pintu.


"ouh Arga.." ucap Zanna, Arga langsung meraih tangan Zanna dan menciumnya.


"iya tante, Ravennya di rumah?" tanya Arga.


"iya, Raven ada di kamarnya"


"oiya, tadi siang Raven abis jatuh dari motor dan.." beleum menyelesaikan ucapannya Arga sudah panik.


"apa tante? Raven jatuh? gi-gimana keadaanya sekarang? wajah gantengnya masih aman kan? tadi dia telfon suruh kesini katanya bosen" cerocosnya heboh.


"Arga, kamu tenang dulu. Raven nggak apa-apa, lebih baik kamu lihat sendiri" ucap Zanna.


"baik tante" kemudian Arga memasuki kamar Raven dan Zanna kembali ke dapur.


Saat masuk, terlihat Raven tengah berbaring dan menutup mata.


"astaga Raven, lo kenapa bisa kayak gini?" ucapnya sambil menatapi seluruh bagian tubuh Raven yang tertutup selimut yang hanya sampai perutnya.


"astaga tangan lo luka" keluar deh lebay nya si Arga. Saat tangannya mulai akan menyentuh lengannya, Raven membuka mata.


"Arga? kapan kamu sampai? udah di sini aja" tanyanya lalu duduk bersandar.


"lo udah baikan?"


"udah kok"


"gimana bisa jatuh lo?"


"mungkin aku kurang hati-hati bawa motornya"


"untung lo nggak sampai meninggoy" ceplosnya.

__ADS_1


"eh kamu kalau ngomong jangan ngaco deh, doain aku cepet meninggal?"


"ya enggak lah anjir, yakali. Kalau lo meninggal gw sama siapa dong"


"kan banyak temen kamu, Ga"


"udah udah, lebih baik lo istirahat aja"


"oiya, tadi lo telfon gw kata lo bosen? emang lo bosen kenapa?"


"aku nggak tahu"


"gimana sih, bilang bosen tapi gatau bosen kenapa"


"luka lo di mana aja? ada luka dalem nggak?"


"enggak, tadi kata mama cuman luka ringan aja kok"


"lukanya cuman di tangan sama kaki aku aja" lanjutnya.


"sama satu lagi"


"apa?"


"luka lo"


"di mana?" tanyanya bingung.


"lo nggak bisa ngerasain sakit ya? itu luka di dahi lo masa nggak kerasa sih" Raven meraba dahinya dan ia baru tahu dahinya luka.


"aauuw sakit.." rintihnya karena memencet tepat yang sakit.


"lagian udah tahu luka masih aja dipencet, sakit kan"


"dih, gw rasa lo bukan hanya luka luar tapi luka dalem juga"


"enggak kok, cuman luka luar aja nggak ada luka dalemnya"


"lagian lo ketawa-ketiwi kayak orgil"


"orgil apaan?" Arga menghembuskan nafasnya tabah, harus sabar saat bicara dengan temannya yang polos ini.


"gajadi, udah lupain aja"


"oiya, terus gw mau ngapain nih di sini? masa cuman nemenin orang sakit"


"kamu lagi sibuk ya? maaf ya aku suruh kamu kesini" ucap Raven tidak enak.


"udahlah gapapa lagian gw nggak sibuk-sibuk amat kok, orang kayak gw mah santuy" pede sekali Arga ini.


"makasih" ucap Raven dengan senyuman.


"terus besok lo masuk?"


"iya, kan masih ujian"


"lo ijin aja deh kalau belum sembuh"


"aku nggak apa-apa deh serius"


"halah, kok gw kagak percaya" ucap Arga menye-menye.


"lihat aja besok aku masuk"

__ADS_1


"iya dah serah lo, tapi kalau ada apa-apa minta tolongnya ke gw yak biar gw aja yang nganter ke uks terus bisa bolos" ucap Arga terkekeh.


"kamu apaan sih ngomongnya yang nggak baik, masa doain aku masuk uks"


"bukan doain, cuman kerjasama aja"


"kerjasama apa kalau tujuannya buat bolos?"


"semacam Simbiosis Mutualisme yang saling menguntungkan satu sama lain, gitu"


"bukan Simbiosis Mutualisme, yang bener itu Simbiosis Parasitisme yang hanya menguntungkan satu pihak sedangkan yang satunya rugi" jawab Raven.


"iya deh iya" Arga pasrah, kalau sudah berdebat dengan Raven nggak akan ada habisnya memang. Dan mereka akhirnya memutuskan untuk bermain game di ponselnya masing-masing.


"tangan lo bisa buat main?" tanya Arga fokus menatap ponselnya.


"bisa kok, kan tangan satunya nggak luka"


"emang bisa ngegame pakai satu tangan doang?"


"bisa nih, lihat" memperlihatkan ponselnya ke Arga.


"HAHAHAHAA.. lo main apaan dah" tawa Arga pecah begitu melihat game yang dimainkan Raven.


"My Talking Angela" ucap Raven dengan polosnya.


"masa cowok mainannya kayak gitu, Hahahha.." Arga tak bisa berhenti tertawa.


"apaan sih, nggak apa-apa dong lagian seru kok game nya"


"kenapa lo punya game itu astaga"


"biasanya adek pinjem hp aku terus yang dimainin ini jadi aku ikut-ikutan"


"waah parah lo Rav Hahaha.."


"udah lah Ga, jangan ketawain terus"


"iya iya, lanjutkeun bro!" ucapnya menahan tawa dan kembali fokus ke game yang tadi ia mainkan, Raven juga melanjutkan main My Talking Angela.


Ada aja tingkah mereka..😂


Oke gais, aku mau nanya gimana episode hari ini? Tulis di kolom komentar yaah


Seperti biasa, aku nggak bakalan bosen lhoo buat minta Like Komen dan Vote juga yaah


Mohon maaf kalau ada typo


Terimakasih


Happy reading


TUNGGU GAIS!!!


AKU MAU KASIH INFO KALAU NOVEL INI JUDULNYA AKU GANTI, YANG AWALNYA "SUAMI BERONDONG" AKU GANTI MENJADI "A & R (Aleta and Raven)"


Mohon pengertiannya ya, karena aku bingung mau kasih judul apa. Dan setelah aku fikirkan berabad-abad (canda abad😅) akhirnya aku memutuskan untuk memberinya judul "A & R (Aleta and Raven)" 😄


Maafkan keplinplan an author yaah😁😅


Lanjutkan membacanya...


Jangan bosenbosen baca cerita hasil kegabutan author ini xixixi😂

__ADS_1


__ADS_2