
Jangan lupa Like sebelum baca yaa👍
Aleta berdiri dan ingin berjalan keluar, namun belum membuka pintu tiba-tiba pintu sudah terbuka.
"mama? kalian kenapa seperti abis dikejar setan"
"ayo masuk cepetan" kedua ibu gusrak gusruk masuk dan menutup pintu. Lalu menyeret Aleta ke meja rias.
"ini ada apa sih kenapa Al di gerayahi kegini" pasalnya kedua ibu sibuk merapikan pakaian yang dikenakan Aleta dan memakaikan bedak juga lipstik ke Aleta. Aleta hanya pasrah dengan tingkah kedua ibunya.
"udah cantik apa belum sih ini" tanya Mala kepada Zanna.
"udah"
"ayo, Al kamu ikut mama"
"tunggu dulu ini sebenarnya ada apa? kenapa Al didandani kegini, udah malem juga Al mau cuci muka loh"
"udah kamu diem dan nurut aja, ayo Zan" akhirnya Aleta nurut dan mengikuti kemana kedua ibu nya membawanya.
Di sisi lain...
"ada apa Pa? apa papa sudah ketemu sama mama?" tanya Raven begitu menghampiri Evan di ruang tamu.
"enggak, jadi malam ini kami merencanakan pertunangan kalian"
"tapi Pa, bagaimana dengan kak Aleta? aku takut dia menolak ini"
"percaya sama Papa" mendapat kepercayaan begitu besar dari Evan, Raven menjadi lebih percaya diri.
"ini.." Evano memberikan kotak kecil ke Raven.
"apa ini?"Raven menerima dengan bingung.
"itu cincin tunangan kalian, sebenarnya kami sudah menyiapkan dari kemarin hanya saja Aleta masih belum bersedia"
"kalian mau bawa Al kemana sih, kenapa mata Al pake ditutup segala" memang kedua ibu menutup kedua mata putrinya.
"nanti kamu juga tahu" ucap Mala.
"kamu duduk di sini dan jangan dibuka sebelum mama suruh, kamu mengerti" Aleta mengangguk setelah disuruh duduk entah di mana.
"ma? mama di mana? kenapa Al ditinggal? ma.." merasa dirinya ditinggal ia mulai takut dan ingin membuka penutup matanya, namun ada tangan yang lebih dulu membukanya.
"mama darimana aja sih" tanyanya masih belum sadar siapa orang yang melepas penutup matanya. Begitu penutup mata terlepas, betapa terkejutnya dia siapa yang duduk dihadapannya.
"Raven?.." Raven hanya tersenyum, sedangkan Aleta celingak celinguk mencari keberadaan mamanya.
"mama nggak ada di sini Kak" ucapnya tiba-tiba.
"lo ngapain ada di sini? dan siapa yang membuat semua ini?" sepertinya Aleta masih bingung.
"Kak.." perlahan Raven berjalan mendekat ke arahku dan merendahkan tubuhnya dengan satu lututnya sebagai tumpuan.
"lo mau ngapain?" Raven merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak. Raven membuka lalu mengambil isi dari kotak itu dan...
"Apa Kak Aleta bersedia menikah denganku?" Aleta terbelalak seolah tak percaya, apakah ini mimpi? ah tidak mungkin, ini terasa begitu nyata.
"ap-apa?" Aleta tercengang dengan yang baru saja terjadi, terdengar tepukan tangan dari arah belakang, Aleta langsung menoleh ke sumber suara.
__ADS_1
"mama? jadi kalian yang buat semua ini?"
"ayo terima sayang.." ucap Mala. Raven masih stay di tempatnya
"tunggu dulu, apa maksud dari semua ini ma?" Mala mendekati putrinya dan memegang kedua tangan putrinya.
"Aleta sayang, ini semua kami yang rencanakan. Apakah kamu menerima Raven sebagai calon suami kamu?"
"kamu sudah janji Al" ucap Evano yang baru datang.
"Kak Aleta.." Raven memanggil Aleta dan Aleta menoleh ke Raven.
"Al memang menyetujui perjodohan ini, tapi bukan saat ini juga ma, pa. Tolong ngertiin Al"
"ALETA.." Evano tampak menahan amarahnya, Aleta sudah takut kalau melihat papanya memasang ekspresi seperti itu, karena baginya itu terlihat menakutkan. Aleta menunduk tak berani menatap papanya.
"Pa.." lirih Mala menegur suaminya untuk tidak emosi sekarang.
"maaf semuanya, untuk saat ini Al belum bisa.." cairan bening lolos membasahi kedua pipi Aleta, kemudian Aleta berlalu pergi. Raven yang melihat langsung berdiri dan menatap kepergian Aleta.
"Al, kamu mau kemana?" pertanyaan Mala tak dihiraukan.
"ALETA!.." saat Evano hendak menyusul Aleta Raven memanggilnya.
"Papa, izinkan Raven yang menyusul Kak Aleta"
"Rav, kamu serius?" tanya Zanna diangguki Raven.
"bolehkan Pa?" mau tidak mau Evano menyetujui lalu Raven segera menyusul Aleta.
"kenapa sih mereka nggak pernah ngertiin perasaan gue, kalau gue belum siap berarti emang belum hiks..." Aleta terus berjalan kemana arah tujuannya ia tak tahu, sambil menangis. Tiba-tiba ada motor dari depan dan hampir saja menabraknya.
"Aleta? lo ngap..." belum selesai orang itu bertanya, dengan cepat Aleta langsung memeluk orang itu dan bertepatan dengan Raven yang baru datang tak jauh darinya.
"hiks..hiks.." Aleta menumpahkan tangisannya dalam pelukan orang itu. Orang itu membalas pelukan Aleta sambil mengelus punggungnya pelan.
"em.. sorry, gue..." Aleta sadar dan langsung melepas pelukannya dengan orang itu.
"Al? lo nangis?.." orang itu memegang kedua pipi Aleta yang basah. Aleta langsung membuang muka dan mengusap pipinya.
"enggak, gue nggak apa-apa kok"
"bohong, siapa yang bikin lo nangis hm? sini biar gue kasih pelajaran" dan Aleta tertawa kecil.
"kok ketawa?"
"gue cuman bingung aja, disaat gue lagi sedih kenapa gue ketemu sama lo. Dan lucunya lo mau kasih pelajaran buat orang yang bikin gue nangis?"
"gue serius Al, siapa orang yang bikin lo nangis kegini?"
"udah deh Rik, kalau emang lo mau kasih pelajaran ke orang yang bikin gue nangis, oke sekarang lo kasih pelajaran itu buat diri lo sendiri. Karena lo juga pernah bikin gue nangis" ucap Aleta dengan sinis.
"gue bisa jelasin Al"
"gue capek, anterin gue pulang sekarang. Kalau lo nggak mau juga nggak apa-apa gue bisa pulang naik taxi"
"hey, mana ada jam segini ada taxi Al. Oke gue anterin lo pulang" Aleta mengangguk.
Sepasang mata memerhatikan dari kejauhan sambil bertanya-tanya siapa cowok yang bersama Aleta? kenapa cowok itu mau mengantar Aleta pulang dan kenapa sepertinya Aleta dekat dengan cowok itu. Entahlah fikirannya mulai kemana-mana. Terlihat Aleta sudah ingin menaiki motor, Raven segera memanggilnya sambil berlari kesana. Namun sepertinya Aleta malah menyuruh Riki mempercepat laju motornya. Sampai sana Raven tak dapat menangkap Aleta.
__ADS_1
Kini ia khawatir, takut Aleta dibawa ke mana-mana oleh cowok tadi. Perasaan dan fikirannya campur aduk sekarang, apa yang harus ia lakukan? oiya, Raven pulang mengambil motornya lalu menyusul kemana Aleta pergi. Mama dan Papanya yang memanggil tidak ia gubris, ayolah saat ini sudah tengah malam.
Raven mengendarai motornya dengan kecepatan diatas rata-rata tak ingin kehilangan jejak Aleta, saat jarak mereka sudah dekat Raven memanggil Aleta.
"KAK ALETA...BERHENTI KAK..." Aleta yang menyadari ada yang memanggil menoleh dan menyuruh Riki mempercepat laju motornya, Raven tak ingin kalah ia juga mempercepat laju motornya tidak peduli ia pernah jatuh dari motor kemarin.
"dia siapa Al? kenapa kamu ingin lari darinya?" tanya Riki sambil berteriak.
"udah cepetan..." Riki menurut dan Raven tertinggal jauh, maklum lah motor mereka beda kasta. Motor Riki lebih mahal ketimbang motor Raven.
Raven menepikan motornya karena sudah kehilangan jejak Aleta.
"Aaarghh...kenapa jadi gini? seharusnya aku jangan gegabah" setelah berdiam di pinggir jalan lumayan lama, ia memutuskan untuk kembali ke rumah.
Aleta sudah sampai di depan gerbang dan langsung disambut ramah bapak satpam.
"Aleta, tunggu.." Riki turun dari motor dan menahan lengan Aleta.
"sorry kalau gue terlalu ingin tahu masalah lo, tapi gue pengen tahu tadi lo kenapa? dan siapa cowok yang tadi ngejar kita?" Aleta menepis pelan tangan Riki yang menggenggam lengannya.
"bukan siapa-siapa, thanks ya Rik udah mau nganter gue pulang. Lo pulangnya hati-hati"
"Pasti Al, lo juga ya" Aleta mengangguk kemudian masuk, gerbang sudah dibukakan satpam.
"makasih Pak.." ucap Aleta kepada satpam.
"Al.." Aleta membalikkan badan ketika Riki memanggilnya.
"Good Night Al moga mimpi indah" Aleta hanya tersenyum tipis dan melanjutkan jalannya masuk ke rumah, ia bisa masuk karena kunci rumah dititipkan ke satpam.
"gue bakalan kasih pelajaran buat orang yang udah bikin lo nangis Al, gue juga harus tahu siapa cowok tadi. Tunggu aja"
.
.
.
.
.
.
.
Hello...
Selamat Malam, Pagi, Siang, Sore kalian semuanyaaa
Gimana nih? masih nungguin cerita ini up nggak? pastinya nungguin iya kann
Maaf ya up nya lumayan lama, tapi aku bakal terus usahain kok
Tetep dukung cerita ini sampai akhir yaa, pasti bakal ada banyak kejutan yang wow nantinya hehe, tunggu aja ya gaiss
Terimakasihh
Happy reading
__ADS_1