
2 jam kemudian....
teng teng teng teng...(suara bel istirahat dan seluruh siswa keluar dan menuju kantin sekolah)
"kantin yuk" ajak Arga kepada Raven.
"enggak, kamu aja. Aku bawa bekal"
"enak ya jadi lo, tiap pagi dibuatin bekal. Seandainya ibu gw kayak mama lo, mungkin gw.."ucapannya dipotong Raven.
"sudahlah jangan seperti itu, yaudah ayo ke kantin sekalian bekalnya aku makan di sana" ucap Raven, kemudian mereka berjalan menuju kantin.
Disisi lain...
"ke kantin yukk" ajak Aleta kepada Fany.
"eh lo gak bawa bekal emang? tumben"
"gw bawa, cuman gw lagi ingin makan di kantin aja"
"oohh yuk.."
"eh eh bentar, sekalian gw bawa ini (mengambil paper bag). Kalau nanti ketemu dia di kantin kan tinggal kasih aja daripada nyamperin ke kelasnya"
"oke, qween" kemudian mereka ke kantin.
Di kantiinnn...
"Waah udah rame aja ni kantin" ucap Arga sesampainya di kantin.
"em.. bentar ya Rav gw mau pesen dulu, lo tunggu aja di sana" menunjuk kursi di sebelah kantin.
"okee" Raven duduk di kursi yang ditunjuk Arga sambil memangku bekal miliknya.
"penuh banget kantinnya"ucap Aleta baru sampai kantin.
"eh Al, gw pesen makan dulu ya. Lo tunggu di sini nggak apa-apa kan?"
"iya nggak apa-apa, lagian kalau gw ikut masuk berdesak-desakan"
"oke, lo duduk di kursi itu yang di sana. Yang ada cowok megang bekal itu" Fany menunjuk ke arah kursi yang ternyata itu dekat dengan yang di duduki Raven.
"oke, tapi jangan lama-lama"
"iyaaa" kemudian Aleta berjalan menuju kursi yang ditunjuk Fany dan duduk bersebelahan dengan Raven.
"Arga!" panggil Raven sambil melambai-lambaikan tangannya memberitahu kalau dia di situ.
"sorry lama"
"iya nggak apa-apa"
"eh, bukannya dia cewek yang tadi pagi gw liat sama lo, ya?" Arga menghampiri Raven dan melihat cewek yang duduk di sebelahnya.
"maksud kamu?" tanya Raven bingung.
"itu dia duduk di sebelah lo" Raven menoleh dan kaget ternyata ada seseorang yang duduk di sebelahnya.
"hai cantik" panggil Arga kepada Aleta, Aleta merasa dipanggil sedikit memundurkan badannya dan mengerutkan dahinya.
"iya? lo manggil gw?" tanya Aleta.
"iyalah, siapa lagi di sini yang cantik sel.." ucapannya terhenti karena Raven membungkam mulutnya.
"emm apaan sih lo Rav" ucapnya kesal setelah melepas bungkaman.
__ADS_1
"Raven?" panggil Aleta.
"i-iya kak?"
"syukurlah gw ketemu lo di sini"
"ini" lanjutnya sambil menyodorkan paper bag ke depan Raven.
"ini apa kak?" tanya Raven bingung.
"apaan niih?" Arga merebut paper bag dari tangan Raven dan membukanya.
"susu? untuk apa lo kasih susu kepada Raven?"
"ya karena itu milik dia" jawab Aleta santai.
"kembalikan" Raven mengambil paper bag dari tangan Arga.
"terimakasih kak, maaf merepotkan"
"sama-sama"
"kakak? emangnya dia kakak lo Rav?" bisik Arga dekat telinga Raven.
"oiya, tolong ajarin temen lo ini untuk sopan sama orang yang lebih tua" ucap Aleta menatap sekilas ke arah Arga.
"QWEEN..." teriak Fany baru keluar dari kantin.
"apaan sih, kebiasaan banget teriak-teriak"
"sorry, lama ya? soalnya tadi banyak banget antriannya"
"iya nggak apa-apa"
"yaudah yuk makan" lanjutnya.
"kakak yang di cafe kemarin, ya?" tanya Raven sambil tersenyum.
"ternyata lo sekolah di sini?"
"iya kak"
"lo kenal sama dia, Fan?"
"enggak begitu kenal sih, cuman kemarin gw ketemu dia sama mama lo di cafe tempat gw kerja"
"ngapain lo ke cafe sama mama dia? waah jangan jangan lo.."ucapnya dipotong Raven.
"ah enggak, jadi kemarin itu emm.."
"udah ngapain sih ngeribetin soal itu, mendingan kita makan. Gw udah laper" ucap Aleta sedikit kesal.
"kalau begitu kita berdua permisi"
"ehhh tunggu.. mau kemana? kenapa nggak gabung sama mereka aja?" ajak Arga.
"iya bener, nggak apa-apa kalian gabung sama kita di sini" ucap Fany.
"ti-tidak perlu kak, kita.."
"sudahlah, tinggal duduk dan makan apa susahnya sih" tegur Aleta sembari menyuap nasi ke dalam mulutnya tanpa menoleh.
"tuhkan, lagian tempatnya udah pada penuh" ucap Arga.
"i-iya udah deh" kemudian mereka ber-4 duduk dan makan bersebelahan, tidak ada perbincangan saat mereka makan, hanya suara ramai siswa yang masih sibuk mengantri.
__ADS_1
teng teng teng teng...(suara bel masuk berbunyi)
"eh eh eh" semua siswa berlari menuju kelasnya masing-masing begitu mendengar bel masuk, tiba-tiba salah satu siswa tidak sengaja menabrak Aleta dan terjatuh ke arah Raven membuat Raven ikut terjatuh dari kursi. Posisi mereka Raven berada di bawah sedangkan Aleta menindih tubuh Raven, dan Raven reflek memeluk kepala Aleta dan punggungnya supaya badan Aleta tidak terjatuh ke tanah. Wajah Aleta menempel di dada bidang Raven sambil memejamkan matanya, perlahan Aleta membuka mata dan Raven merenggangkan pelukannya membuat Aleta mendongak ke atas dan mata mereka bertemu.
"lepasin gw!" melihat Raven tersenyum kepadanya membuat seluruh badannya gemetar dan jantungnya berdetak cepat.
"maaf kak" ucap Raven melepaskan pelukannya dan berdiri.
"kalau jalan hati-hati dong, gatau apa kalau ada orang!" teriak Arga ke orang yang menabrak Aleta.
"lo nggak apa-apa Al? tanya Fany khawatir sembari membantunya berdiri.
"iya gw nggak apa-apa" ucap Aleta sambil menepuk-nepuk bajunya yang terkena debu.
"maaf kak, tadi.." ucapnya sambil menunduk dan dipotong Aleta.
"iya" Raven mendongak menatap Aleta.
"terimakasih" lanjutnya.
"yaudah ke kelas yuk, udah masuk" ajak Fany dijawab anggukan oleh Aleta.
"eh baju lo, Rav?" menujuk punggung Raven yang kotor terkena debu.
"udah, nggak apa-apa. Ayo masuk" ajak Raven.
"kok, rasanya aneh ya saat tadi Raven meluk gw? terus (mengingat senyum Raven) ngapain dia sempet-sempetnya senyum, mana senyumnya manis banget lagi. Dann..jantung gw (memegang dadanya) kenapa, huuufft..(menghembuskan nafas kasar) aah tidak-tidak, nggak mungkin kan kalau gw suka sama dia? iiiihhh ( memegang kepala dengan kedua tangan dan memejamkan matanya)" gumamnya dalam hati, Fany yang sedarj tadi memperhatikan tingkah sahabatnya itu bingung.
"eh, lo kenapa Al?" tanya Fany membuyarkan pikirannya.
"hah?"
"lo kenapa? pusing habis jatuh tadi?" tanya Fany khawatir.
"e-eng-enggak, gw nggak apa-apa. Udah ayo cepat masuk kelas" Fany masih bingung kemudian Aleta menarik tangannya dan berlari menuju kelas.
Disisi lain...
"eh, gw tadi ngeliat pemandangan yang sangat bagus. Itu pertama kali gw lihat secara live" ucap Arga membuat Raven bingung dan mengrenyitkan dahinya.
"pemandangan apa? di mana?"
"iiihh lo itu telmi banget sih alias telat mikir"
"tadi kan kita dari kantin bukan abis lihat pemandangan"
"yang tadi itu lhoo, masa lo masih gangerti juga" ucap Arga sedikit kesal.
"...." Raven diam mencoba mencerna ucapan Arga namun ia tetap tidak mengerti.
"pas lo sama cewek tadi jatuh terus pelukan" ucap Arga kesal.
"ooh... terus? pemandangannya?"
"aelah lo gangerti juga, udah lupain aja" kemudian mereka masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran.
HALLO GUYSS...🙌
GIMANA CERITANYA? SERU NGGAK? KALAU KALIAN SUKA JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE JUGA YA GUYSS..😁
MOHON MAAF KARENA NGGAK BISA UP TIAP HARI YAA HEHEH😂
DAN MOHON MAAF JIKA ADA TYPO😁
TERIMAKASIH♥
__ADS_1
HAPPY READING♥