A & R (Aleta Dan Raven)

A & R (Aleta Dan Raven)
26. Minta Maaf


__ADS_3

"gitu doang maafannya?" ucap Mala karena melihat mereka berbaikan seperti tidak niat/tidak tulus.


"yang bener dong minta maafnya Raven, kamu kan cowo harus berani minta maaf lebih dulu, kamu yang salah di sini" ucap Zanna lembut pada putranya.


"kok Raven yang salah sih ma? kak Aleta juga salah" melirik ke arah Aleta sebentar kemudian menatap mamanya lagi.


"bener tuh tante Zanna emang lo yang salah di sini" ucap Aleta dengan nada kesal.


"kenapa kalian semua pada nyalahin aku? emangnya aku beneran yang salah ya di sini?" melihat keempat wanita di hadapannya kompak menyilangkan tangan di dada membuatnya seolah sangat bersalah.


"adek? adek juga ikut nyalahin kakak?" tanyanya pada Vania.


"iya, kakak yang salah jadi kakak harus minta maaf" ucap Vania.


"kok jadi gini sih" ucapnya frustasi sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"lo nggak denger yang adek lo bilang hah?" Aleta menyadarkan kefrustasiannya.


"iya iya baiklah aku akan minta maaf sama kak Aleta"


"minta maaf kak" ucapnya.


"..." namun Aleta masih tak menggubrisnya.


"kak Aleta? aku sudah minta maaf, di maafin nggak?" tanyanya namun Aleta menggeleng.


"nggak di maafin ya?" wajahnya lesu seperti putus asa.


"kalau nggak di maafin foto kakak bakal aku bawa pulang nih" kembali memandangi foto Aleta kecil.


"yaudah kalau gitu aku masukin ke saku terus aku bawa pulang biar bisa aku lihat pas di rumah" ucapnya yang sudah mulai menunjukkan ekspresi jahilnya.


"e-eh jangan macem-macem lo" sekarang Aleta berhasil merebut fotonya dari tangan Raven.


"itu berarti kakak udah maafin aku?" tanyanya girang.


"gatau"

__ADS_1


"kok gatau? jadi di maafin nggak?" Aleta mengangkat kedua bahunya.


"ma?" Raven bertanya pada kedua mamanya namun ia mendapat reaksi yang sama. Kemudian kedua ibu itu keluar meninggalkan kedua anaknya dan kembali ke bawah.


"..." Raven perlahan berjalan mendekat ke samping Aleta, tak lama setelah itu kedua kaki mereka saling menyentuh membuat Aleta yang semula duduk mendongakkan kepalanya.


"jangan deket-deket" ucap Aleta setelah berdiri, namun Raven berjalan semakin dan semakin dekat karena Aleta berusaha mundur. Namun langkah Aleta terhenti karena punggungnya sudah menempel di tembok kamarnya, ia mulai takut dengan Raven yang semakin berjalan mendekatinya dengan ekspresi yang sulit diartikan.


Aleta ingin lari namun tangan Raven sudah menempel di tembok membuatnya tidak bisa lagi kabur.


"lo? lo mau ngapain?" tanyanya takut. Namun Raven perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Aleta kemudian Aleta perlahan menutup matanya.


"kenapa kak Aleta menutup matanya?" tanyanya dalam hati sambil mengerutkan dahinya.


"kak, tolong maafin Raven ya?" ucap Raven sambil memohon dengan menyatukan kedua telapak tangannya ke depan. Perlahan Aleta membuka mata.


"dia, dia mau apa sih sebenarnya?" gumam Aleta dalam hati.


"gw kira tadi lo mau ngapa-ngapain gw" ucapnya lirih namun terdengar oleh Raven karena jarak wajah mereka begitu dekat, Raven bingung mengerutkan dahinya.


"memangnya aku mau ngapain kakak?"


"tunggu dulu"


"apa lagi?"


"kakak belum maafin aku"


"huuftt.. iya gw maafin"


"beneran kak?" ucapnya sambil tersenyum pepsodent.


"iya" jawab Aleta sedikit malas.


"makasih kak" tiba-tiba Raven memeluk Aleta, sedangkan Aleta membulatkan matanya.


"eh lo ngapain?" Aleta mendorong tubuhnya membuat Raven melepas pelukannya.

__ADS_1


"ma-maaf kak" ucap Raven sambil menunduk.


"lo itu gemesin banget sih" batin Aleta. Aleta tiba-tiba memiliki dorongan untuk mengelus kepala Raven. Dan Raven menikmati elusan yang diberikan Aleta karena menurutnya ia merasa sangat nyaman jika di sentuh oleh Aleta. Apa mungkin itu pertanda bahwa ia sudah mulai jatuh cinta pada Aleta? namun ia masih belum bisa memastikan apakan ia sungguh sudah mencintainya atau belum.


Pada saat ia sedang mengelus kepala Raven ia merasakan ada yang tidak biasa pada dirinya, jantungnya berdegub begitu cepat. Atau mungkin dirinya sudah mulai suka pada Raven? ah tidak, itu pasti karena kejadian tadi waktu ia berfikir Raven akan melakukan sesuatu padanya.


"kok kakak berhenti?" tanya Raven begitu tangan Aleta berhenti mengelus kepalanya.


"lo suka?" tanya Aleta dan Raven mengangguk antusias.


"nggak tahu kenapa aku selalu merasa nyaman kalau kakak pegang aku" ucap Raven jujur.


"dan aku suka sikap kakak yang tiba-tiba manis ke aku" lanjutnya.


"apa lo suka sama gw?"


"hah? maksud kakak?"


"lo suka sama gw??" Raven mengangguk pelan sambil menunduk.


"benarkah?"


"aku masih ragu dengan perasaan aku, tapi setiap aku dekat sama kakak, aku merasa begitu nyaman dan aku suka sama perasaan itu" Raven menatap wajah Aleta dalam.


"apa itu berarti dia suka sama gw?" tanya Aleta dalam hati.


"ini anak bener-bener polos atau cuman pura-pura doang sih" lanjutnya.


HALLO GUYS😀🙌


AKU UP LAGI NIHH, TERIMAKASIH BAGI YANG MASIH SETIA NUNGGUIN UP DARI AKU😁


TINGGALKAN JEJAK KALIAN BERUPA


LIKE KOMEN DAN VOTE JUGA YAA


MOHON MAAF JIKA ADA TYPO😂

__ADS_1


TERIMAKASIH♥


HAPPY READING♥


__ADS_2