![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
Aina terus melangkah membawa luka hati yang begitu menyayat hati.Namun langkahnya terhenti saat seseorang menghentikan langkahnya dengan memeluk erat tubuh mungil gadis itu.
"Jangan pergi.Mas mohon jangan pernah tinggalkan Mas,apapun yang terjadi Mas mohon agar kamu menjadi tiang untuk Mas tetap pasa pegangan Mas saat ini"bisik Andri lirih dan membuat hati Aina menghangat.
Kekecewaan nya pada pria dewasa yang sudah mencuri hatinya itu pun sirna begitu saja saat Andri memeluk erat tubuhnya tanpa memperdulikan orang orang disekitar yang cukup memperhatikan aksi romantis keduanya.
"Mas"lirih Aina saat kedua netra mereka saling mengunci setelah Andri berhasil membalik tubuh Aina menghadap ke arahnya.
"Kenapa pergi?maafkan Mas ya,tadi Mas hanya kaget dengan kehadiran nya.Maafkan Mas sayang,hhmm?"ucap Andri yang tak kunjung mendapat jawaban dari Aina.
"Kita pulang yuuk.Aku lelah Mas dan pengen istirahat dirumah"jawab Aina yang malah mengajak Andri pulang dan tidak menjawab permintaan maaf dari Andri.
"Baiklah kita pulang ya,tunggu sebentar"ucap Andri lagi sembari membelai sayang wajah Aina yang telah basah oleh air mata.
__ADS_1
"Maaf Pak Seno saya undur diri dulu selamat atas pembukaan cabang barunya dan untuk urusan pekerjaan lebih baik dibicarakan dikantor saja ya.Saya permisi dulu"lanjut Andri yang berpamitan terlebih dahulu pada si mpunya hajat.
"Tunggu An.Memang dia siapa sih?kenapa kamu malah ikut dia pulang?kita baru bertemu loh An tidak bisakah kamu luangkan waktu malam ini untukku?"bukan nya Seno yang menjawab melainkan Nadin lah yang terlihat protes kala Andri malah ikut dengan wanita yang Andri bawa.
"Maaf Nad sepertinya kamu salah paham.Kenalin dia adalah Aina dan Aina ini adalah tunanganku kamu akan menikah dua minggu kedepan.Maaf kami permisi dulu karena sepertinya calon istriku sudah kelelahan"jawab Andri yang membuat Nadin tercengang
"Teganya kamu mengkhianati cinta kita An.Lalu bagaimana dengan impian kita dulu untuk menikah dan memiliki keluarga yang bahagia An"ucap Nadin lirih dan hal itu mampu membuat langkah Andri dan Aina terhenti.
Aina menatap sendu calon suaminya yang terlihat menahan emosi didalam hatinya saat mendengar penuturan Nadin.
"Mengkhianati cinta dan impian kita??hahahaha....lucu kamu Nad.Lalu bagaimana dengan kamu yang menikah lebih dulu dari aku??apakah itu bukan pengkhianatan??maaf Nad aku sudah tidak punya waktu untuk omong kosong ini,permisi"Andri pun meninggalkan tempat itu tanpa peduli lagi disaat Nadin memanggilnya dan mengucapkan kata maaf berulang kali.
Selama didalam perjalan pulang Andri dan Aina sama sama memilih diam dan sibuk dengan pikiran masing masing
__ADS_1
Aina mengerutkan dahinya saat menyadari kalau jalan yang mereka lalui bukanlah arah yang menuju kerumah utama.
"Kita mau kemana Mas?inikan bukan jalanan menuju kerumah."tanya Aina yang akhirnya memecah keheningan di antara mereka.
"Kita pulang ke apartemen.Aku yakin kamu menunggu penjelasan dari aku,iyakan?kita bicara disana agar lebih leluasa"jawab Andri sembari menggenggam tangan Aina lewat tangan kirinya dan tangan kanan dia gunakan untuk menyetir.
*
*
Setibanya didalam apartemen bukan nya berbicara Andri malah menyerang Aina dengan ciuman dan ******* yang begitu panas dan intim.
"Mas,katanya mau bicara"lirih Aina disela nafas nya yang tersengal sengal akibat ulah sang calon suami.
__ADS_1
"Iya kita akan bicara setelah ini"jawab Andei yang kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Aina yang sejak awal dia rasakan begitu manis dan cukup membuat candu akan bibir ranum itu.
Sedangkan Aina hanya bisa pasrah dan menikmati serangan yang Andri berikan padanya.Cukup lama mereka bergulat mempertemukan lidahnya dan lidah Aina.Saling bertukar saliva hingga suara ponsel milik Aina berbunyi dan menghentikan ciuman panas keduanya.