Aku[Bukan] Pelakor

Aku[Bukan] Pelakor
Bancap.26


__ADS_3

"Oh jadi karena aku kaya kamu mau nikah sama aku?"tanya Rendi yang tiba tiba berenggut mendenagr celotehan sang istri.


Melihat suaminya berenggut seperti anak kecil Tania hanya bisa tertawa lepas,karena wajah Rendi terlihat begitu lucu dan menggemaskan.


Rendi yanh dibuat kesal pun akhirnya memberi jarak dan berniat bangkit namun saat akan bangun Tania menarik tengkuknya dan menyatukan bibir keduanya.


Bukan hanya kecupan namun sebuah ******* yang begitu menuntun dan bergairah yang Tania lakukan saat ini.


"Hey,sejak kapan istriku ini jadi nakal seperti ini,hhmm?"tanya Rendi setelah pangutan itu terlepas


"Sejak hari ini dan akan seterus nya begini.Kenapa?apa Mas nggak suka?"tanya Tania balik membelai wajah suaminya yang sudah kembali ke mode mesum nya.


"Wah,tentu suka sekali sayang.Apalagi dilengkapi dengan baju dinas yang seksi dan menggoda,eh sepertinya Mas akan betah dirumah"


Keduanya pun tertawa bersama karena obrolan yang menurut mereka terdengar konyol tapi sungguh hal itu membuat keduanya semakin dekat satu sama lain.


"Mas mencintai kamu Tania,sungguh.Mas benar benar mencintai kamu"


"Tania juga,Tania akan mencoba menjadikan Mas satu satunya yang mengisi hati dan hidupku"jawab Tania sebelum keduanya menyatukan kembali bibir mereka.

__ADS_1


Dan keduanya pun kembali saling bertukar saliva dan peluh.Larut dalam lautan gairah yang membuat keduanya saling memiliki satu sama lain secara seutuhnya.


*


*


🌸 Satu minggu kemudian...


.


Hoek...hoek...hoek...


Andri pun segera turun dari ranjang nya saat kembali terdengar suara orang muntah didalam kamar mandi miliknya.


"Sayang kamu kenapa?"tanya Andri yang kaget saat melihat Aina tengah terduduk lemas didepan closet dengan keringat membasahi seluruh wajahnya.


"Aku nggak tahu Mas tiba tiba aku mual dan terus muntah"lirih Aina.


"Lalu apa sekarang masih ingin muntah?"tanya Andri lagi dan dijawab gelengan kepala oleh Aina.

__ADS_1


Degan sigap Andri mengangkat tubuh Aina dan membawanya dalam gendongan,masuk kembali kedalam kamar dan memberingkan tubuh lemas Aina diranjang lalu menyelimutinya.


"Mas panggilkan Dokter ya?biar kita tahu kamu kenapa"ucap Andri sembari menduduka diri dipinggir ranjang lalu membelai sayang pucuk kepalanya.


"Baiklah terserah Mas saja"jawab Aina lemah karena tenaga nya benar benar terkuras habis saat muntah tadi.


Andri pun segera menelpon salah satu Dokter langganan nya agar datang ke apartemen miliknya untuk memeriksa keadaan Aina.


Setelah menunggu beberapa saat Dokter yang dipanggil oleh Andri pun tiba dan langsung memeriksa keadaan Aina.


"Bagaimana dengan ke adaan istri saya Dok?apa dia baik baik saja?atau perlu dibawa kerumah sakit untuk dirawat?"tanya Andri dengan wajah cemas nya.


"Tidak perlu sampai dirawat hanya butuh istirahat yang cukup dan hindari berkegiatan yang berat berat dan untuk mualnya saya sudah resepkan obat anti mual dan vitamin nanti tinggal Bapak beli saja di apotek.Namun obat hanya untuk mengurangi rasa mual saja tidak bisa menghilangkan mual itu dan biasanya rasa mual itu akan hilang sendiri setelah memasuki trimester kedua"jelas Dokter yang baru saja memeriksa Aina itu yang membuat Andri bingung.


"Maksudnya gimana Dok?istri saya tidak apa apakan?dan kenapa harus nunggu trimester ke dua biar mual mual nya hilanga Dok?memang istri saya kenapa?"tanya lagi dengan wajah yang bingung.


Mendapati rentetan pertanyaan dari calon ayah yang satu ini Dokter itu hanya tersenyum tipis dan kembali menjelaska dengan sabar pada kluarga pasien nya ini.


"Ibu baik baik saja Pak dan untuk mualnya kenapa harus nunggu trimester kedua baru hilang itu tidak semua ibu hamil mengalaminya.Hanya ada juga yang seperti itu namun banyak juga yang hanya mengalami di awal awal saja dan setelah satu atau dua minggu akan hilang sendiri itu tergantung pada bawaan bayinya Pak".

__ADS_1


__ADS_2