![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
"Kita bersih bersih dulu yuukk,habis itu makan baru lanjut.Aku lapar sayang"ujar Aina dengan nada manja meminta suaminya memberi dia waktu untuk membersihkan diri dan mengisi perutnya yang sudah berteriak teriak sedari tadi.
"Baiklah aku lepasin kamu saat ini tapi lihat saja nanti malam,jangan harap kamu bisa lolos dari serangan aku"bisik Andri sembari menyambar kembali bibir Aina sebelum kedua nya benar benar memisahkan diri untuk membersihkan diri dan mengisi perut yang sudah berbunyi sedari tadi meminta diisi.
*
Setelah membersihkan diri dan mengisi perut,keduanya pun memilih merebahkan tubuh lelahnya diranjang sembari menunggu orang yang akan kembali merias wajah Aina dan memakaikan gaun pengantin yang dia gunakan dimalam resepsi pernikahan nya.
"Sayang setelah acara ini selesai bagaimana kalau kita bulan madu?"ucap Andri yang sedari tadi tangan kanan nya sibuk dengan ponsel sedangkan tangan kirinya mendekap erat tubuh Aina yang kini berbaring disampingnya.
"Apa tidak cape Mas?kenapa tidak kita lakukan nanti saja kalau rasa lelah karena acara hari ini hilang"jawab Aina yang memang merasa teramat cape karena acara pernikahan nya itu ternyata begitu melelahkan.
__ADS_1
"Nggak harus hari ini.Bagaimana kalau minggu depan?mumpung kamu masih cuti kuliah jugakan?"
"Iya boleh deh.Oh iya Mas masalah kuliah aku bagaimana?"
"Eemm bagaimana kalau dilanjut disini saja?terlalu jauh kalau harus lanjut di Bandung dan Mas nggak mau ya kalau kita sampai LDRan"
"Iya boleh.Aina akan nurut apa kata suami saja"
"Masih berasa mimpi deh kalau akhirnya kita bisa seperti ini.Dulu bayangin kamu jadi pacar aku aja nggak tapi bener bener kesel dan jengkel setengah mati pas aku lihat kamu jalan sama cowok lain"ujar Andri mengenang masa lalu saat masih memendam perasaan nya pada Aina.
Andri yang gemas dengan sang istri yang ternyata lebih manja dari sebelumnya pun menarik dagu Aina dan hendak kembali menyambar bibir ranum Aina disaat bel kamarnya berbunyi yang membuatnya mengurungkan niatnya melahap bibir ranum Aina yang sudah buat dia candu akan bibir manis itu.
__ADS_1
Dengan perasaan yang tidak rela Andri pun melepas pelukannya pada tubuh Aina agar Aina bisa membukakan pintu karena bel dikamar itu yang terus saja berbunyi.
"Maaf Mbak mengganggu kami tim makeup yang akan merias Mbak Aina untuk acara resepsi nanti"ujar salah satu dari tiga orang wanita yang kini tengah berdiri didepan pintu kamar Aina.
"Oh iya Mbak Ayo silahkan masuk"ujar Aina mempersilahkan ketiganya masuk untuk melakukan tugasnya.
Seketika langkah ketiga perempuan yang membawa peralatan untuk membantu menyiapkan tampilan Ratu sehari hari ini terhenti dan terdiam terpaku saat melihat pria tampan yang begitu sempurna dimata ketiganya turu dari ranjang dan berjalan menuju balkon Kamar saat menerima sebuah panggilan dari ponselnya.
"Ayo Mbak sebelah sini,saya sudah siap buat dimakeupin"seru Aina menunjukan kesebuah meja rias yang ada dikamar itu dan hal itu mampu membangunkan ketiga wanita muda itu dari lamunan nya.
"Oh iya Mbak,maaf"
__ADS_1
Ketiganya pun mulai mempersiapkan alat yang akan mereka gunakan untuk merubah tampilan Aina bak putri dalam negri dongeng.
Sementara Andri sendiri nampak sibuk dengan ponselnya dibalkon kamar itu.Entah apa yang tengah pria tampan itu bahas yang pasti cukup lama Andri bertelpon ria dengan orang yang Aina sendiri tidak tahu siapa.