![Aku[Bukan] Pelakor](https://asset.asean.biz.id/aku-bukan--pelakor.webp)
"memang sejak kapan kamu suka dengan lawan jenis?"goda rendi yang cukup mengenal bagus sebagai orang yang gila kerja
bahkan selama mereka saling mengenal rendi hampir tidak pernah melihat bagus pergi dengan seorang wanita
karena selama mereka berteman hanya rendilah yang selalu setia menemaninya,hingga rendi terpaksa dimutasi ke bandung karena bagus dipercaya sang ayah untuk mengembangkan salah satu cabang perusahaan nya yang ada dibandung
karena sudah dekat satu sama lain akhirnya bagus pun meminta sang ayah turut serta memindahkan rendi bersamanya ke bandung
dan disaat itulah bagus mengenal seluruh anggota keluarga rendi termasuk ayana si gadis yang sudah mencuri perhatian nya sedari awal mereka bertemu
namun sayang bunga cinta itu harus layu sebelum berkembang karena si pujaan hati ternyata sudah ada pemiliknya
bahkan yang lebih parah lagi,bagus tidak memiliki kesempatan untuk memperjuangkan wanita yang selama hampir satu bulan ini mengisi hatinya
karena si wanita telah terikat kuat dengan pasangan nya dengan adanya calon Buah Hati yang kini ada dalam rahim wanita itu
bagus menghembuskan nafas panjangnya kala teringat lagi dengan ayana seketika udara di dalam ruangan itu seakan menipis yang membuat badannya terasa sesak dan sakit.
"aku ini normal ya,dasar teman tidak ada akhlak"jawab bagus sembari melempar bolpoin yang ada dimeja nya ke arah rendi.
__ADS_1
*
*
Sementara ayana yang merasa malu karena rahasianya kini diketahui oleh bima memutuskan untuk kembali kekamar
wajahnya tiba tiba memanas kala mengingat ucapan yang bima ucapka tadi kalau dia telah membaca buku harian milik ayana yang memang menghilang saat ayana pindah kebandung
dan ternyata buku itu bukan lah hilang melainkan tertinggal dirumah mertuanya dan bodohnya ayana tidak berpikir kesana
"apa bima sudah membaca semua isinya ya?ya ampun kalau memang sudah membaca semua nya bagaimana ini?mau ditaruh dimana wajahku ini?kenapa kamu bodoh sekali sih yan"gerutu ayana saat sudah berada dalam kamarnya
ayana tidak berhenti merutuki kebodohan nya karena terlalu ceroboh menyimpan barang milik pribadi nya
dan sontak pertanyaan bima membangunkan ayana dari lamunan nya
ayana terlonjak kaget saat tubuh nya dipeluk oleh bima dari arah belakang
hangat nafasnya begitu terasa ditengkuk lehernya dan itu membuat tubuh ayana meremang apalagi disaat bima membisikan sesuatu yang membuat wajahnya bertambah merah bagaikan kepiting rebus
__ADS_1
"jangan bilang kamu menginginkan hal seperti semalam?ini masih terlalu pagi untuk melakukan nya sayang,sabar ya besok kita pulang biar bisa bebas melakukan nya kapanpun kamu mau"bisik bima tepat ditelinga ayana dan memberikan sedikit gigitan kecil didaun telinga ayana yang membuat tubuh ayana semakin menegang
"ayo mas tunggu diluar,kita beli bubur ayam yang kamu rekomendasikan tadi mas penasaran seenak apa bubur ayam itu"
tanpa merasa berdosa karena telah menggoda ayana bima pun keluar kamar terlebih dahulu meninggalkan ayana yang kini tengah menahan gelenyar aneh pada tubuhnya
ayana menghembuskan nafas kasarnya dan mengikuti langkah bima keluar kamar dan pergi mengantar bima membeli bubur ayam langganan nya.
*
*
Sedangkan disebuah bandara nampak sepasang pasutri tengah menunggu keberangkatan pesawat yang akan membawa mereka ke tempat tinggal baru dan akan memulai hidup baru disana
"kamu yakin akan ikut denganku tinggal disana?"tanya doni pada alena yang duduk disamping kini
"yakin mas,lagi pula tidak ada alasan lagi untukku bertahan disini,tolong beri aku kesempatan mas,aku ingin memperbaiki dan memulai semuanya dari awal".
*
__ADS_1
*
*****